
Ada perasaan yang tak biasa bagi wanita saat memulai kehidupan dalam rumah tangga. Bahagia, sedih, cemas, takut, atau bahkan bersemangat untuk melayani suami.
Kebanyakan, hal pertama mengabdi pada suami, saat status kita berubah menjadi tidak lagi single adalah melayaninya di ranjang. Itulah yang akan dihadapi oleh Kimmy saat ini.
Setelah mencium tangan Athar, Kimmy pun membuka mukena nya. Ia melipat dan menaruh nya di atas koper yang tergeletak di atas lantai. Saat itu Kimmy terlihat canggung dan duduk di tepi ranjang. Sedangkan Athar, menatap Kimmy dan duduk di samping istrinya itu.
"Mau makan malam?" Tanya Athar sambil mengusap rambut Kimmy.
Kimmy terkejut saat Athar mengusap rambutnya, hingga ia menggeser duduk nya dan tersenyum kikuk kepada Athar.
"Boleh," Ucap Kimmy yang berniat mengulur waktu.
"Ok, kita pesan ya," Ucap Athar sambil beranjak dari duduk nya dan menghubungi dapur restoran lewat pesawat telepon yang ada di kamar tersebut.
"Aku ke kamar mandi dulu ya," Ucap Kimmy.
Athar menatap Kimmy dan mengangguk sambil ia berbicara dengan orang dapur restoran di hotel itu.
Setibanya di kamar mandi, Kimmy duduk di closet dan terlihat cemas. ia bingung akan melakukan apa setelah ini. Ingin sekali ia menghubungi seseorang untuk memberitahunya tentang malam pertama. Tetapi, ia bingung akan menghubungi siapa.
Selama ini Kimmy benar-benar tidak pernah memikirkan malam pertama. Bahkan, ia juga tidak mengerti bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk tampil sebaik-baiknya di depan suami. Bukan berarti Kimmy tidak mengerti cara melakukan hubungan suami istri, hanya saja ia begitu takut untuk memulainya.
"Sudah, ikutin naluri aja," Ucap seorang teman kerja Kimmy yang sudah berkeluarga, saat Kimmy bertanya tentang malam pertama.
"Ah iya, gue harus menghubungi Ratna," Gumam Kimmy. Ratna adalah teman kerja Kimmy.
Kimmy pun menghubungi Ratna. Setelah nada panggil yang ke tiga, Ratna pun menerima panggilan dari Kimmy.
"Mbak," Panggil Kimmy dengan suara yang setengah berbisik.
"Ya Kim? Kok lu hubungin gue? Laki lu mana?" Tanya Ratna.
"Itu dia, gue harus apa ya?" Tanya Kimmy dengan wajah yang terlihat panik.
"Ya Allah, ini bocah.....!" Ucap Ratna daei ujung sana.
"Lu sepolos itu Kim? Ya ampun! Gue kan udah bilang sama elu, ikutin naluri aja kenapa sih!" Ucap Ratna.
"Iya, takut...! Gue takut konyol di depan dia Mbak. Lu tahu kan dia sahabat gue. Kalau gue awal nya gak bersahabat sih, mungkin gue bisa ikutin naluri. Tapi, gue liat dia tuh kayak gue... ah susah gue jelasin nya," Ucap Kimmy sambil meremas rambut nya.
"Kim, mau itu sahabat lu, mau itu pacar lu dulu nya, tetap sekarang lu sama dia itu suami istri. Dua orang dewasa di dalam satu kamar. Lakukan aja sih, apa perlu gue kirim nih video tutorial?" Tanya Ratna.
"Hah! jijik banget sih Mbak..." Ucap Kimmy sambil mengerutkan keningnya.
"Lagian elu segitu polos nya sih Kim! Lu sudah pernah lihat video begituan kan?"
__ADS_1
"Sudah sih, gak sengaja waktu pinjam ponsel teman gue," Ucap Kimmy.
"Ya sudah begitu Kim..! Masa iya gue kudu kesana, terus ngarahin elu berdua! Konyol lu!" Ucap Ratna sambil tertawa geli.
"Ya gak begitu juga, ah sudah deh! Kaga membantu lu Mbak!" Ucap Kimmy yang terdengar sewot.
Ratna tertawa terpingkal-pingkal. Ia tidak menyangka bila Kimmy sekonyol itu.
"Lu dimana nih sekarang?" Tanya Ratna.
"Di kamar mandi," Sahut Kimmy.
"Sekarang lu keluar, lu hampiri suami lu dengan gaya yang seksi dan elegan. Berusaha untuk menarik perhatian nya ya," Ucap Ratna di sela tawa nya.
"Ya sudah, gue coba deh. Makasih ya Mbak," Ucap Kimmy sambil mengakhiri panggilan tersebut.
Kimmy pun keluar dari kamar mandi. Ia menatap Athar yang duduk di tepi tempat tidur dengan wajah yang bingung.
"Kamu ngapain?" Tanya Athar.
"Ah, pipis.. iya pipis.." Ucap Kimmy yang berusaha tersenyum.
"Sini duduk di samping aku," Ucap Athar sambil menepuk ranjang, tepat disampingnya.
Kimmy pun berjalan dengan gaya yang elegan dan sedikit menggoda. Athar pun mengangkat kedua alisnya saat melihat sikap yang tak biasa dari Kimmy. Hingga Kimmy duduk disampingnya.
"Iya," Sahut Kimmy sambil mengibaskan rambutnya dan memamerkan leher jenjang milik nya.
Athar kembali mengangkat kedua alisnya, ia menatap istrinya yang bersikap agak lucu tersebut. Hingga Athar nyaris akan tertawa terbahak-bahak.
"Terus, sambil menunggu kita ngapain?" Tanya Kimmy sambil mengibaskan rambutnya lagi.
"Ngapain?" Tanya Athar yang kini mulai tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu.
"Iya, ngapain?" Tanya Kimmy dengan wajah yang mulai memerah. Merasa Athar tidak tertarik dengan dirinya.
"Menunggu makanan," Ucap Athar dengan polos.
Deggg...!
Semangat Kimmy mendadak hancur berantakan.
Ada yang tidak diketahui oleh Kimmy, pun sebenarnya Athar juga merasa gugup untuk memulai kewajiban dirinya sebagai suami. Mereka berdua terdiam di tepi ranjang.
"Duh, gimana memulainya?" Gumam Athar. Tangan Athar berkeringat begitupun dahi nya yang mulai basah.
__ADS_1
Tiga puluh menit mereka saling diam, hingga bunyi bell di depan pintu kamar mereka berbunyi. Dengan cepat, Athar beranjak dari duduknya dan bergegas membuka pintu kamar tersebut.
Makan malam pesanan mereka pun di hidangkan di atas meja makan di ruangan itu dengan rapi.
"Silahkan menikmati makan malam nya Pak," Ucap pengantar makanan tersebut.
"Terima kasih," Ucap Athar. Lalu, ia mengantarkan pengantar makanan itu hingga ke depan pintu kamar. Lalu, ia memberikan tip, dua lembar uang lima puluh ribu.
Setelah itu, ia pun menutup pintu kamarnya.
Kimmy berdiri bersandar di dinding, antara ruang tidur dan ruang makan dengan tatapan putus asa kepada Athar, serta melipat kedua tangan nya di dada.
"Yuk makan," Ucap Athar sambil menghampiri Kimmy yang masih terdiam di sana.
Dengan malas, Kimmy pun menghampiri meja makan dan duduk di kursi. Mereka pun duduk berhadapan. Athar mulai menyantap makan malam nya, sedangkan Kimmy masih terdiam menatap Athar yang terlihat seperti tidak tertarik dengan dirinya.
"Kenapa gak dimakan?" Ucap Athar sambil menatap Kimmy yang memandangi dirinya dengan sorot mata yang aneh.
"Mau disuapin?" Tanya Athar lagi.
"Thar, sebenarnya kamu nafsu gak sih sama aku?" Tanya Kimmy berterus-terang.
Athar meletakkan garpu yang sedang ia pegang di atas piring nya. Lalu, menatap Kimmy dengan seksama.
"Kok nanya gitu?" Tanya Athar dengan wajah yang polos.
"Ya nanya aja," Ucap Kimmy sambil meraih daging steak dengan tangan nya dan menggigit nya, hingga Kimmy terlihat seperti singa betina yang buas.
"Aduh!" Ucap Athar saat melihat Kimmy mengigit dan mengunyah daging tersebut dengan buas.
"Kenapa?" Tanya Kimmy.
"Ngilu aku tuh," Ucap Athar.
"Lah..!"
"Kenapa sih? Nanya begitu?" Tanya Athar lagi.
"Ya nanya aja, memang gak boleh bertanya?" Tanya Kimmy yang terlihat kesal.
"Sayang ku, aku tahu kamu takut menghadapi ini kan? Ya makanya aku terlihat biasa saja. Hal ini kita lakukan dengan perlahan ya sayang. Sekarang makan dulu, biar strong!" Ucap Athar.
"Padahal gue yang takut mengecewakan, gue gak ada pengalaman apa-apa. Gue takut kalah saat berperang, bisa di ketawain leluhur gue nanti," Batin Athar, sambil ia meraih segelas air putih dan meminum nya hingga gelas itu kosong.
Kimmy kembali mengigit daging steak dan mengunyah nya dengan kasar.
__ADS_1
Athar mengerutkan keningnya dan melanjutkan makan malam nya.