
Acara yang di tunggu-tunggu akan segera dimulai. Untuk pertama kalinya setelah tidak saling bertemu selama tiga hari, Kimmy muncul dihadapan Athar yang sudah menunggu dirinya di depan penghulu. Dengan terpesona, Athar menatap Kimmy yang muncul bersama kedua orang tuanya. Kimmy di tuntun bak Putri Raja.
Riasan wajah yang cantik serta balutan kebaya yang begitu anggun membuat Kimmy menjadi pusat perhatian seluruh sanak dan saudara serta para tamu yang menghadiri akad nikah dirinya. Papa Bobby dan Mama Nia dengan tegar mengantarkan putri kandung mereka kepada calon suami Kimmy.
Setibanya di depan penghulu, Kimmy disambut oleh Athar yang langsung berdiri menyambut calon istrinya. Dengan tegar, Papa Bobby memberikan tangan Kimmy kepada Athar. Athar pun menyambutnya dan menarik kursi dan membantu calon istrinya itu untuk duduk tepat disamping dirinya.
Papa Bobby pun diminta untuk duduk berhadapan dengan Athar. Ayah kandung dari Kimmy itu pun duduk dan menatap Athar dan putri nya yang terlihat sangat gugup.
Acara pun dimulai dengan doa dan harapan yang dipanjatkan oleh seorang kyai yang sengaja di undang untuk memberikan nasihat terbaik dan memimpin doa bersama untuk dua insan yang akan memulai hidup baru tersebut. Setelah doa bersama selesai, tibalah saatnya Ijab Kabul dimulai.
Papa Bobby menjabat tangan Athar dengan tangan yang gemetar. Matanya memerah menahan tangis yang hampir saja terjatuh. Namun, ia harus tegar di depan putri dan calon menantunya itu.
Terlihat di belakang Papa Bobby, Mama Nia dan Bunda Farah duduk berdampingan. Wajah keduanya pun terlihat tegang dan mata mereka terlihat mulai tergenang air mata.
Papa Bobby pun mulai menyerahkan putri nya kepada Athar dituntun oleh seorang penghulu. Dengan lancar, Athar pun mengucapkan janji setianya kepada Kimmy dalam satu tarikan nafas dan keyakinan yang penuh.
"Bagaimana? Sah?" Tanya Bapak penghulu kepada para saksi di pernikahan Kimmy. Saksi itu adalah kerabat dari dua keluarga yang kini menjadi satu tersebut.
"Sah!" Ucap para saksi tanpa keraguan sedikitpun.
"Alhamdulillah," Seru semua orang yang menyaksikan Ijab Kabul tersebut.
Saat itu juga semua orang memanjatkan doa kebaikan untuk kedua pasangan tersebut, di pimpin oleh Bapak penghulu.
Setelah selesai berdoa, Athar mulai memanjat kan doa seorang suami untuk istrinya dengan meletakkan tangan kanan nya di atas kepala Kimmy. Semua itu ia lakukan demi kebaikan gadis yang baru saja ia nikahi dan kebaikan di dalam hubungan mereka yang kini sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Setelah itu menandatangani buku pernikahan mereka, Athar pun menyematkan sebuah cincin di jari manis Kimmy. Begitupun sebaliknya, Kimmy menyematkan cincin di jari manis Athar. Athar pun mencium kening Kimmy dengan penuh perasaan. Kedua sejoli itu pun saling bertatapan dan tersenyum bahagia.
Sedangkan Papa Bobby tertunduk lemas dan mengusap air matanya. Kini Kimmy bukan lagi sepenuhnya milik dirinya. Kini, ia sudah menyerahkan tanggung jawab nya kepada lelaki yang di pilih oleh Kimmy. Rasa sedih dan bahagia menyatu tanpa bisa ia pisahkan. Lehernya pun terasa membengkak menahan tangisan nya pecah lebih hebat lagi.
Kimmy dan Athar mulai melakukan ritual 'sungkem' kepada kedua orang tua mereka, dilanjutkan kepada kedua mertua mereka. Isak tangis pun menghiasi prosesi adat 'sungkem' tersebut.
'Sungkem" sendiri dilakukan sebagai wujud terima kasih anak kepada orang tuanya yang sudah membesarkan dan kini harus melepaskan mereka untuk melanjutkan kehidupan bersama pasangan mereka. Selain itu, terselip makna saling memaafkan dan juga saling mendoakan segala tentang kebaikan.
"Sayangi dan cintai dia sebagaimana aku menyayangi dan mencintai dirinya. Perlakukan dirinya dengan baik. Jangan pernah kamu sakiti anak ku. Karena dia adalah jantung hatiku," Ucap Papa Bobby saat athar berlutut dihadapan Papa Bobby.
__ADS_1
"Insya Allah Om," Ucap Athar.
Papa Bobby menepuk pundak Athar dan mereka pun saling berpelukan.
Begitupun saat Kimmy berlutut di depan Bunda Farah. Bunda Farah memberikan beberapa nasihat yang telah ia siapkan untuk Kimmy. Walaupun Bunda Farah yakin, Kimmy adalah gadis yang baik. Dirinya tetap memberikan nasihat untuk menantu nya itu. Semua itu ia lakukan sebagai pengingat untuk Kimmy yang harus bersikap dewasa dan menghormati Athar sebagai suaminya. Kini, mereka tidak lagi bersahabat. Mereka adalah sepasang suami istri yang harus memiliki tenggang rasa dan perasaan yang harus di jaga.
Diantara para tamu, terlihat Farhan yang bergandengan tangan dengan Vania. Mereka turut mendoakan kebaikan untuk Kimmy. Walaupun Farhan tidak bisa memiliki Kimmy, kini ia merasa bahagia karena sebentar lagi dirinya akan menikahi Vania.
Farhan benar-benar jatuh cinta dengan Vania. Kesabaran dan kesetiaan Vania membuat dirinya luluh. Tidak ada wanita yang mau menerima kembali setelah disakiti, kecuali dirinya memiliki hati dan cinta yang tulus. Itulah yang didapatkan Farhan dari Vania.
Abian dan Kiki pun terlihat bahagia. Mereka pun berkhayal akan menikah di kemudian hari dan merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang dirasakan kedua kakak mereka pada hari ini.
Sedangkan di sisi lain, Queen tampak membeku. Dirinya sudah sah dilangkahi oleh Athar, yang menikah mendahului dirinya yang sampai detik ini masih sendiri. Tetapi, disamping Queen Raka mencoba menguatkan gadis itu. Raka menggenggam tangan Queen dengan erat. Sebuah senyum simpul pun menghiasi wajah Queen saat Raka menggenggam tangan nya.
"Are you ok?"
"Hmmmm, ya.." Sahut Queen singkat sambil mengangguk dan tersenyum simpul.
Jauh dilubuk hatinya yang terdalam, ia mulai mengasihani dirinya sendiri. Dirinya sudah berumur kepala tiga, tetapi ia masih sendiri dan beberapa kali ia mendengar celotehan dari beberapa orang yang mengatakan, bahwa dirinya dilangkahi adik sendiri karena belum juga menemukan jodoh.
Queen menoleh dan menatap Raka dengan seksama.
"Menikah?" Tanya Queen.
"Ya, hanya harapan. Karena aku sudah berusia tiga puluh tiga tahun, sudah waktunya," Ucap Raka.
Queen tersenyum tipis, lalu ia menundukkan wajahnya.
"Aku tahu, ini bukan waktu yang tepat. Queen, ayo kita menikah. Kenali aku lebih dekat dan ayo kita melangkah menuju kebaikan yang diridhoi," Ucap Raka.
Queen mengerutkan keningnya, ia menatap Raka dengan tak percaya.
"Bercanda aja sih," Ucap Queen sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Raka.
"Aku tidak bercanda Queen," Ucap Raka dengan wajah yang serius.
__ADS_1
Queen hanya tertawa menanggapi ucapan Raka. Walaupun dirinya tertawa, tetapi jantungnya berdegup kencang. Ia masih belum percaya dengan ucapan Raka.
Sebagai wanita yang sudah beberapa kali dikecewakan saat menjalin hubungan yang serius, ia masih belum percaya dengan apa yang Raka ucapkan. Ia baru saja mengenal Raka 7 bulan yang lalu. Apakah ia harus menerima lamaran dari lelaki itu?
...
"Itu siapa?" Tanya Mama Nia kepada Bunda Farah sambil menunjuk Raka yang sedang duduk di samping Queen.
"Oh, itu Raka teman nya Queen," Ucap Bunda Farah.
"Kelihatan nya anak baik-baik dan mapan Far," Ucap Mama Nia.
"Mata lu itu ya Nia....." Ucap Bunda Farah sambil menatap Mama Nia dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
"Mata gue gak pernah salah Far. Lu tahu sendiri dari dulu gue jago menilai cowok," Ucap Mama Nia.
Bunda Farah tertawa dan memandangi Queen dan Raka yang duduk tak jauh dari dirinya.
"Tapi boleh juga sih gue jadiin mantu," Ucap Bunda Farah.
"Sikat Far!" Ucap Mama Nia dengan bersemangat.
"Tapi kayaknya anak gue biasa aja sama itu cowok, Nia," Ucap Bunda Farah sambil menghela nafasnya. Bunda Farah kehilangan semangat saat melihat ekspresi wajah Queen yang terlihat biasa saja dengan Raka.
"Kalau itu cowok gak spesial saat ini, gak mungkin dia bawa kesini loh Far. Percaya deh ama gue," Ucap Mama Nia yang berusaha menyemangati Bunda Farah.
"Eh, iya juga ya," Ucap Bunda Farah dengan mata yang berbinar.
"Sudah, doakan.... gue juga doakan Queen segera menyusul Kimmy dan Athar," Ucap Mama Nia.
"Aamiin,"
Bunda Farah tersenyum dan kembali menatap Queen dan Raka.
"Ya Allah, aku tahu perasaan putri ku saat ini. Semoga dia segera mendapatkan jodoh nya Ya Allah... Hanya engkau yang berkuasa atas langit dan bumi, hanya engkau yang bisa menyatukan dan memisahkan kedua insan." Batin Bunda Farah.
__ADS_1