
Selepas makan malam, Kimmy beranjak dari duduk nya dan bergegas mencuci tangan nya. Perasaan kesal masih hinggap dihatinya. Kimmy memasuki kamar mandi dan menekan keran wastafel dan membilas tangan nya. Ia termenung di depan cermin yang terletak tepat di atas wastafel itu. Kimmy mengusap bibirnya yang pucat, lalu ia tersadar akan sesuatu.
"Apa karena gue gak dandan kali ya?" Gumam Kimmy.
Kimmy pun meraih tas kecil tempat alat makeup nya, lalu ia pun memoleskan lipstik berwarna merah di bibirnya. Setelah itu ia mulai meratakan lipstik itu hingga menutupi semua bagian bibirnya.
Kimmy menatap wajahnya lagi di cermin. Lalu, ia mencoba tersenyum dan menghela nafasnya.
"Siap bertempur Kim!" Gumam nya.
Lalu, ia keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri Athar yang masih duduk di meja makan.
Athar yang sedang minum pun tersedak saat melihat tatapan Kimmy yang semakin buas di tambah dengan lipstik merah menyala yang terpoles di bibirnya.
"Ki-Kim...."
"Ya Athar..." Ucap Kimmy sambil tersenyum penuh arti.
"Habis makan apa di kamar mandi? Kok kayak kuyang?" Ucap Athar.
Kimmy mendadak keki mendengar ucapan Athar.
"Apa lu bilang? Gue kayak kuyang!" Ucap Kimmy dengan kesal.
"Ya gak gitu sih, maksudnya.."
"Athar nyebelin!" Ucap Kimmy sambil menghentakkan kakinya di lantai. Lalu, ia beranjak menuju ranjang.
"Yah... marah dah.." Ucap Athar sambil meletakkan gelas yang sedang ia pegang.
"Kim.." Athar menghampiri Kimmy yang kini sudah terbaring di atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kimmy sayang... bukan gitu maksudnya. Cuma, itu.. bibir maksudnya terlalu tebal," Ucap Athar yang panik saat melihat Kimmy marah kepadanya.
Kimmy menoleh dan menatap Athar dengan mata yang memerah.
"Gue sebel sama elu!" Seru Kimmy.
"Yah, kok sebel sih. Gak jadi malam pertama dong kita?" Tanya Athar dengan wajah yang polos.
"Enggak!" Ucap Kimmy sambil menutup. wajahnya dengan selimut dan memunggungi Athar.
"Kim, Kimmy istri ku yang cantik.." Athar menarik selimut yang menutupi wajah Kimmy.
"Dasar gak ada perasaan! Istri sendiri di samain sama kuyang!" Ucap Kimmy sambil menarik kembali selimut itu.
"Maaf sayang... aku cuma kaget kenapa bibir mu merah sekali." Ucap Athar dengan wajah yang penuh dengan penyesalan.
"Au ah!" Kimmy benar-benar merasa kesal dengan Athar.
Athar terdiam di tepi ranjang, ia mengusap wajahnya dengan gusar. Lalu, dengan tatapan putus asa, Athar menatap Kimmy yang menutupi semua bagian tubuhnya di balik selimut.
Athar pun beranjak naik keatas ranjang, lalu ia menyusup masuk kedalam selimut dari bawah kaki Kimmy.
"Ih apaan sih!" Kimmy mendorong Athar yang berada di bawah selimut bersama dengan dirinya.
"Jangan marah dong.. Maaf ya Kim," Ucap Athar dengan wajah yang memelas.
Kimmy menghela nafasnya dan memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Kim," Panggil Athar.
"Kim," Panggil Athar lagi.
Kimmy tak bergeming, ia masih merasa kesal kepada Athar.
"Kim, kalau gak nyahut aku perkosa nih!" Bisik Athar.
Kimmy bergidik ngeri dan membuka selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.
"Sembarangan!" Ucap Kimmy sambil melotot kepada Athar dan mencoba menjauh dari Athar.
"Sini, jangan menjauh," Athar menangkap tangan Kimmy dan menarik Kimmy kedalam pelukan hangat nya.
Jantung Kimmy pun mulai berdetak kencang. Begitupun dengan Athar, detak jantung Athar dapat terdengar oleh Kimmy saat ia berada di pelukan Athar.
"Ini pengalaman pertama ku, jangan diketawain ya kalau aku....."
"Kalau apa?" Tanya Kimmy sambil menatap kedua mata Athar.
"Kalau aku kalah duluan," Ucap Athar sambil mengalihkan pandangan nya.
"Kalah maksudnya apa sih?" Tanya Kimmy penasaran. Perempuan polos itu masih belum paham dengan apa yang Athar bicarakan.
"Ya maksudnya itu, itu apa sih... itu.. aduh.. apa ya.. itu.. itu.. apa namanya.. klimaks maksud nya gitu loh," Ucap Athar malu-malu.
"Oh.... gitu, dari tadi tuh kamu mikirin itu?" Tanya Kimmy sambil menahan tawanya.
Athar tersenyum dan mengangguk dengan wajah polosnya.
Kimmy tertawa geli sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Athar dan membenamkan wajahnya di atas bantal.
"Hahahahahaha!" Kimmy pun tertawa terpingkal-pingkal.
"Aku juga pertama Thar, gimana sih? Duh!" Ucap Kimmy disela tawanya.
"Ya sudah sekarang serius," Ucap Athar sambil meraih kedua bahu istrinya itu.
"Ya serius," Ucap Kimmy. Mereka pun saling bertatapan, suasana romantis pun dimulai. Saat itu juga Athar mendekatkan bibirnya ke Bibir Kimmy yang merah menyala. Athar menatap Bibir Kimmy sambil menelan salivanya. Lalu, semakin dekat dan dekat, saat itu juga Athar kembali tertawa.
"Katanya serius?" Ucap Kimmy yang terlihat kesal.
"Iya tapi itu bibir mu," Ucap Athar sambil tertawa.
"Ih ngeselin dia mah!" Ucap Kimmy sambil meraih tisu dari kotak tisu yang terdapat di samping ranjang. Lalu, ia menghapus lipstik nya hingga tak tersisa. Lalu, Kimmy melempar tisu itu ke atas lantai dan menatap Athar yang masih tersenyum-senyum menatap dirinya.
"Sudah, sekarang bukan kuyang lagi, buruan cium gue!" Ucap Kimmy.
Athar kembali tertawa hingga memegangi perutnya yang menegang.
"Athar!"
"Iya sayang.. Aku sudah berusaha menahan tawa, tapi ini kayak nya rasa geli yang tadi masih tersisa," Ucap Athar sambil terus tertawa hingga ia meringkuk di atas ranjang sambil memegangi perutnya yang kaku.
"Susah ya, nikah sama sahabat sendiri. Gak ada romantis-romantis nya," Ucap Kimmy dengan wajah yang terlihat serius dan kecewa.
Athar berhenti ketawa, lalu ia beranjak duduk dan menghela nafasnya dalam-dalam.
"Kim,"
__ADS_1
Kimmy menatap Athar dengan mata yang memerah.
Athar meraih dagu Kimmy dan mengecup lembut bibir istrinya itu.
Kimmy terdiam, ia merasakan lidah Athar menari di dalam rongga mulutnya. Detak jantungnya pun terpacu hingga nafasnya pun sesak dan berat.
Tangan kanan Athar pun mulai melingkar di pinggang Kimmy, sedangkan tangan kirinya memegang kepala belakang Kimmy agar Kimmy tidak menghindari ciuman dari nya.
Lalu, Athar melepaskan ciumannya dan menatap Kimmy dengan seksama.
"Aku sahabat yang juga suami mu," Ucap Athar sambil kembali mengecup bibir Kimmy.
Kimmy terpaku, Athar mulai melepaskan kancing piyama Kimmy satu persatu. Kimmy hanya bisa pasrah saat melihat Athar yang tidak lagi terlihat konyol. Melainkan sangat garang dengan wajah yang memerah dan terlihat maskulin.
Tanpa basa basi, Athar mulai menyentuh bagian atas tubuh Kimmy yang belum pernah tersentuh oleh tangan mana pun selain tangan milik Athar.
Darah Kimmy berdesir, nafasnya pun mulai memburu, seiring usapan kedua tangan Athar yang begitu lembut. Athar pun mulai mengecup dua buah bagian tubuh Kimmy yang menantang. Kimmy pun memejamkan kedua matanya.
Nafas Athar semakin liar, lelaki itu pun kini sudah membuat Kimmy terlihat polos di atas ranjang, tanpa sehelai benang pun. Athar pun membuka piyama nya dan memperlihatkan otot perutnya yang begitu membuat Kimmy semakin kagum. Kimmy memegang otot perut Athar saat lelaki itu berada di atas tubuh nya.
Dengan nafas yang memburu, Athar menatap Kimmy yang menatap dirinya dengan mata yang tak lagi fokus. Kimmy tampak sudah melayang merasakan setiap sentuhan yang Athar berikan kepada dirinya.
"Sudah siap?" Tanya Athar.
Kimmy tersenyum dan mengigit sudut bibirnya.
Athar pun memulai aksinya, ia mencoba memberikan apa yang seharusnya ia berikan kepada Kimmy. Athar mencoba berusaha memecahkan pertahanan terakhir Kimmy. Mencoba mengambil apa yang menjadi hak nya sebagai seorang suami.
Kimmy pun mengerutkan keningnya, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Athar sakit," Ucap Kimmy sambil meringis.
"Ok aku pelan-pelan," Ucap Athar dengan nafas yang memburu.
Athar menarik tubuh Kimmy hingga di posisi yang pas, Athar pun menekan nya untuk masuk kedalam tubuh Kimmy.
Kimmy yang baru merasakan nya pun nyaris menjerit kesakitan. Dengan cepat, Athar membungkam mulut Kimmy dengan bibirnya.
Kimmy mengigit bibir Athar untuk menahan rasa sakitnya. Hingga Kimmy merasakan sesuatu menjelajahi rongga kenikmatan miliknya. Rasa sakit itu pun menghilang, yang tersisa hanya rasa yang aneh tetapi membuat batin nya bergelora.
Athar pun mulai memperlihatkan aksinya sebagaimana ia mengikuti instingnya sebagai anak manusia. Ia terus menatap wajah Kimmy yang memerah dan tak lagi menatap dirinya. Kimmy hanya bisa menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Tampak nya Kimmy sudah tak lagi mampu berkata-kata. Yang keluar dari bibirnya hanya erangan yang membuat andrenalin Athar terus terpacu.
Athar tak tahan lagi, ia merasa akan mencapai puncak dari permainan pertamanya. Ia pun membasahi Kimmy dengan cairan kenikmatan dari dalam tubuhnya.
Athar pun memejamkan matanya dan mengigit bibirnya, merasakan setiap tetes itu keluar dari dalam tubuhnya.
Athar menghela nafasnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Kimmy. Lalu, ia mengecup lembut kening Kimmy yang berpeluh.
Mereka berdua mencoba mengatur nafas , melepaskan segala rasa yang selama ini membuat kesendirian mereka begitu berat. Athar menggeser tubuhnya ke samping Kimmy, lalu ia memeluk pinggang Kimmy yang masih tidak percaya bila baru saja ia melepaskan keperawanan yang ia miliki.
Rasa perih mulai menghampiri Kimmy, tubuhnya terasa gemetar dan lemas. Terlebih saat ia melihat ceceran darah yang berada di atas seprai. Kimmy menghela nafasnya dan menatap Athar yang berada di sampingnya yang juga sedang menatap dirinya.
Athar mengusap lembut pipi Kimmy dan mengecup bibir istrinya itu.
"Terima kasih sudah menjaganya untuk ku," Ucap Athar yang juga sempat melihat ceceran darah tanda kesucian Kimmy.
Kimmy tersenyum, lalu ia merapatkan tubuhnya ke tubuh Athar, lalu ia merebahkan kepalanya di dada Athar.
"Terima kasih juga sudah menjadi yang pertama untuk ku," Ucap Kimmy.
__ADS_1
Athar tersenyum, ia membelai lembut rambut istrinya.
Malam pertama pun terlewati, seiring jarum jam yang mulai berganti hari.