
Di ruang keluarga, kediaman Tante Rara. Seperti biasa, para Tante-tante cantik tidak akan pernah mau terusik dengan hal-hal lain bila sedang berkumpul. Suasana rame, seakan mereka masih menggunakan seragam abu-abu sudah akrab di pandangan dan ditelinga para suami.
Para suami membiarkan para istrinya me time dengan cara mereka sendiri. Sedangkan para suami pun berkumpul untuk membicarakan hobby mereka diruang tamu. Disana ada Papa Bobby, Ayah Andra, Om Andreas dan Om Fathur. Yang ikut tenggelam dengan berbagai cerita menarik bagi laki-laki seusia mereka.
Diruang keluarga, Mama Nia melirik ke halaman belakang yang dapat terlihat jelas dari ruang keluarga, melalui dinding kaca penyekat antara taman belakang dan ruangan itu. Mama Nia tersenyum saat melihat Kimmy sedang asik berbincang dengan Farhan. Mama Nia merasa lucu, setiap Kimmy bertemu dengan Farhan, mendadak anak itu terlihat kalem dan sedikit anggun. Sangat berbeda bila Kimmy dengan Athar.
Tiba-tiba senyum Mama Nia sirna, Mama Nia teringat akan perasaan nya kepada Om Fathur yang pernah begitu membara. Sebelas tahun, Mama Nia menyimpan rasa cinta dengan Om Fathur tanpa siapa pun mengetahuinya kecuali Tante Aline, salah satu sahabat yang sudah lama hengkang dari kehidupan mereka semua.
Mama Nia merasa Kimmy mempunyai rasa dengan Farhan, anak Tante Rara dan Om Fathur. Mama Nia pun khawatir, segala yang pernah ia lalui, akan terulang kepada Kimmy. Rasa cinta yang tak berbalas dan sangat menyakitkan. Walaupun, kini Mama Nia sudah bahagia bersama Papa Bobby, tetapi perasaan sakit akan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu masih membekas. Bukan cintanya yang membekas, tetapi peristiwa sebelas tahun tanpa sambutan dari Om Fathur lah yang membuat Mama Nia merasa khawatir dengan Kimmy.
Sebelas tahun, bukan waktu yang singkat. Rasa cinta yang menggebu, penantian yang panjang, harus berakhir dan merelakan itu semua saat Tante Rara lah wanita yang menjadi pilihan Om Fathur.
Sedangkan di sudut ruangan, Bunda Farah juga menatap Kimmy dan Farhan yang sedang asik berbincang. Entah mengapa, perasaan Bunda Farah seperti tidak rela melihat Kimmy duduk bersanding dengan Farhan. Ya, walaupun hanya duduk berdua di sana.
"Aku mau jadi pacar Kimmy Bun !" Ucap Athar kecil yang saat itu berusia enam tahun.
Bunda Farah hanya tersenyum dan menatap anaknya yang sedang tersenyum bahagia mengingat sosok seorang Kimmy.
Awalnya, Bunda Farah hanya menganggap, ucapan itu hanya omong kosong daei bocah lelaki yang baru mengenal perbedaan gender. Tetapi, nyatanya sampai detik ini, Bunda Farah masih melihat hal yang sama di mata Athar saat anak laki-lakinya itu sedang bersama Kimmy atau baru saja pulang dari bermain dengan Kimmy.
Mata orang tua tidak akan pernah bisa di tipu. Walaupun, Athar selalu memungkiri dan malu saat Bunda Farah mempertanyakan hubungan Athar dan Kimmy. Tetapi, sayangnya, Bunda Farah tidak melihat tatapan yang sama, atau perasaan yang sama dari Kimmy untuk Athar.
Bukan mau ikut campur urusan anak muda, tetapi rasa cinta Bunda Farah kepada Athar lah yang membuat Bunda Farah khawatir, cinta tulus Athar akan bertepuk sebelah tangan dengan Kimmy.
Bunda Farah sangat mengenal Athar, anak nya. Athar adalah anak yang baik dan tulus. Athar anak yang ditelantarkan oleh suami nya yang dulu, berhasil ia didik dengan baik. Selama ini, Athar adalah anak yang tau di untung dan tidak pernah neko-neko.
__ADS_1
"Mereka cocok ya?"
Pertanyaan Tante Naya, sukses membuat lamunan Bunda Farah tentang Athar dan Kimmy buyar. Ia menatap Tante Naya, lalu tersenyum simpul.
"Ayo, rencanakan besanan," Ucap Tante Naya lagi.
Mama Nia dan Tante Rara hanya tersenyum sambil ikut menatap Kimmy dan Farhan disana.
Entah mengapa, hati Bunda Farah merasa tidak rela bila Kimmy berjodoh dengan Farhan. Karena sejujurnya, bukan hanya Athar yang mencintai Kimmy, tetapi dirinya pun jatuh cinta dengan Kimmy.
Kimmy, walaupun anak itu anak yang tomboy dan terkesan cablak, persis seperti Mama Nia waktu masa remaja. Tetapi, Kimmy mempunyai sopan santun yang luar biasa. Anak itu tahu bagaimana memperlakukan orang tua dan tahu bagaimana bersikap didepan orang tua. Kimmy juga cantik dan menarik, cerdas dan mempunyai etika yang tak biasa, sangat berbeda dengan anak jaman sekarang.
Bunda Farah tidak peduli bila ia harus berbesan dengan keponakannya, Papa Bobby. Karena, ia tahu bibit bebet bobot dari keponakan dan sahabatnya, Mama Nia. Kimmy bagaikan kembang yang begitu cantik yang di perebutkan banyak hati. Tidak mungkin Bunda Farah rela melepaskan kembang yang cantik itu.
"Ayo, sudah malam," Ucap Ayah Andra yang menyusul Bunda Farah di ruang keluarga itu.
"Iya nih, gak berasa sudah malam, besok gue ada pertemuan keluarga," Ucap Tante Naya yang juga akan pamit pulang.
"Kapan-kapan ngumpul lagi ya," Ucap Tante Rara yang menyambut pelukan para sahabatnya itu.
"Iya, kabar-kabarin aja, kita pasti datang kok," Ucap Mama Nia.
Para orang tua pun memanggil anak-anak mereka untuk memberitahukan bahwa pertemuan itu sudah berakhir dan mereka akan pulang kerumah masing-masing.
Kimmy beranjak dari duduknya, ia menatap Farhan dengan sepasang matanya yang berbinar.
__ADS_1
"Bang, aku pulang dulu ya," Ucap Kimmy.
Farhan mengangguk dan mengusap kepala Kimmy dengan lembut.
Serrrr....!
Darah Kimmy mengalir deras saat Farhan mengusap kepalanya. Rona merah di pipinya tidak dapat ia sembunyikan. Cinta pertama yang begitu bergejolak membuat Kimmy tak dapat menyembunyikan senyuman manisnya hingga ia sampai di pembaringan miliknya.
...
Sesampainya dirumah, ponsel Kimmy pun berdering. Satu pesan ia terima dari Farhan yang baru saja meminta nomor ponsel Kimmy.
"Sudah sampai dirumah?" Tanya Farhan melalui pesan singkatnya.
"Sudah," Balas Kimmy dengan bersemangat.
"Ya sudah, sekarang tidur ya. Besok aku jemput pukul sebelas siang," Dengan cepat, Farhan membalas pesan Kimmy.
"Ok, see you tomorrow,"
"See you, good night," Balas Farhan.
Hati Kimmy berbunga-bunga, ledakan cinta membuncah hingga relung hatinya yang terdalam. Bagaikan kembang api warna-warni yang sangat indah. Kimmy pun berusaha memejamkan kedua matanya. Tetapi, bayangan wajah Farhan begitu mengusik angannya.
Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda, Farhan pun merasakan hal yang sama. Angan nya tentang Kimmy begitu mengusik malamnya. Farhan mulai menyadari, bila ia sedang jatuh cinta kepada Kimmy. Farhan pun tidak sabar untuk bertemu dengan Kimmy pada esok hari. Ia tak sabar untuk melihat senyuman manis milik Kimmy.
__ADS_1
"Kimmy, Kimmy," Ucap Farhan sambil tersenyum malu, ia pun membenamkan wajahnya di atas bantal. Kini sosok Amber kekasihnya bergeser kebelakang hatinya, kini yang tampak hanya Kimmy seorang. Kimmy, gadis cantik nan cerdas, anak dari sahabat Mamanya.