
"Bang Farhan !" Seru Kimmy saat melihat Farhan sudah berdiri di ambang gerbang sekolahnya.
"Kok, ke sekolahan ku sih?" Ucap Kimmy yang terlihat tidak percaya diri.
Kimmy yang sedang memakai seragam sekolahnya tampak berkeringat pada siang hari ini. Hal itu tentu saja membuat Kimmy merasa tidak percaya diri.
"Aku gak bisa menunggu sampai nanti malam. Aku terlalu rindu," Ucap Farhan.
Kimmy pun tersipu malu,
Athar menatap Farhan saat dirinya sedang berjalan menuju parkiran sekolah. Lalu, ia melihat Kimmy yang sedang berbincang dengan Farhan
Hati Athar bagaikan tersengat listrik, sehingga nafasnya terasa sesak dan pandangannya mulai nanar.
"Makan siang yuk," Ajak Farhan.
"Ta-tapi aku masih pakai seragam, malah buluk dan bau lagi," Keluh Kimmy.
"Sudah tidak apa-apa, ikut saja yuk," Bujuk Farhan.
"Tapi, sepeda motor ku....."
"Sudah, titipin di sini saja. Besok kan kamu bisa ambil. Besok berangkat sekolah aku antarkan deh," Farhan tidak menyerah untuk berusaha membujuk Kimmy.
Kimmy merapatkan bibirnya dan menatap Farhan yang begitu berharap untuk dapat mengajak dirinya makan siang.
"Eh, ada Bang Farhan,"
Terdengar suara Athar dari arah belakang Kimmy, Kimmy pun menoleh dan menatap mantan sahabatnya itu.
"Eh, Thar, apa kabar lu?" Ucap Farhan sambil menjabat tangan Athar.
"Baik," Sahut Athar sambil menatap kedua mata Farhan.
"Mau kemana?" Tanya Athar sambil melirik Kimmy.
"Hmmmm.... mau ngajak Kimmy makan siang."
"Gue gak diajak nih?"
Kimmy dan Farhan saling bertatapan.
"Hmmm, lu mau ikut Thar?" Tanya Farhan berbasa-basi.
"Mau lah, masa enggak," Sahut Athar sambil cengengesan.
Kimmy mengerutkan keningnya dan menatap Athar yang tampak tidak peduli kepada dirinya.
"Woi...! Met, lu bawa motor gue ya ! Tunggu di rumah !" Seru Athar kepada Mamet yang sedang menunggu dirinya di depan sepeda motor milik Athar.
"Kuncinya mana? Lu nyuruh gue dorong sampe rumah lu? gila nih anak !"
"Oh iya," Athar tertawa sambil beranjak dari hadapan Kimmy dan Farhan, untuk memberikan kunci sepeda motornya kepada Mamet.
"Bang, yakin mau ngajak si Athar?" Tanya Kimmy.
Farhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dengan wajah yang bingung.
"Yuk," Ucap Athar yang kembali bergabung dengan mereka.
"Hmmm, Bang, kayaknya jangan sekarang deh. Kimmy pulang dulu ya," Ucap Kimmy sambil beranjak ke Vespanya.
"Kim !"
__ADS_1
"Nanti malam aja kerumah Bang, sekarang Kimmy sedikit lelah," Ucap Kimmy sambil menyalakan Vespanya.
Farhan menghela nafasnya dan melirik Athar dengan tatapan yang sedikit kesal.
"Dih, si Kimmy kenapa dah?" Tanya Athar berpura-pura bodoh.
"Ya sudah, gue mau pulang dulu ah," Ucap Farhan.
"Lah, gak jadi makan siang nya?"
Pertanyaan Athar sukses menghentikan langkah kaki Farhan. Farhan menoleh dan menatap Athar yang terlihat tengil dimatanya.
"Gak jadi," Ucap Farhan.
"Terus gue pulang gimana Bang? Motor gue sudah di bawa sama teman gue,"
Farhan menghela nafasnya dan menggosok hidungnya tanda dirinya mulai kesal kepada Athar. Gara-gara Athar bersikeras ingin ikut, maka Kimmy pun mengurungkan niat nya untuk ikut dengan Farhan.
"Kan ada ojek online," Sahut Farhan sambil membuka pintu mobilnya. Lalu, ia beranjak masuk kedalam mobil tipe sedan keluaran terbaru, milik Papa Fathur.
Cklek....!
Bruk...!
Athar membuka pintu mobil Farhan dan menghempaskan bokongnya di jok penumpang mobil itu. Farhan terperangah dan menatap Athar dengan tak percaya.
"Ngapain lu?" Tanya Farhan.
"Gue? gue laper Bang, ajak gue makan ya....." Athar mengedip-ngedipkan kedua matanya.
Farhan menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah, lu mau makan apa? setelah itu lu gue anterin pulang !" Ucap Farhan.
Athar tersenyum semringah. Lalu, ia tampak berpikir sejenak.
Farhan kembali menatap Athar dengan tak percaya.
"Buset ini bocah ! Sudah minta ditraktir, minta yang mahal lagi !" Batin Farhan, sambil menyalakan mesin mobilnya.
...
Farhan menatap Athar yang sedang makan kepiting dan gurita bakar di depannya.
Farhan hanya memesan satu buah es kelapa, sedangkan Athar memesan satu buah blueberry milk shake, satu porsi kepiting bertelur, dan satu porsi gurita bakar, dan dua piring nasi putih serta semangkuk kerang hijau saos Padang.
"Rakus juga lu ya," Ucap Farhan.
Athar yang sedang memecahkan cangkang kepiting, tampak tak peduli dengan ucapan Farhan.
"Sebanyak ini emang habis?" Tanya Farhan lagi.
"Gampang, gak habis, nanti di bungkus," Ucap Athar sambil mengunyah daging kepiting dengan lahapnya.
"Berapa hari lu gak makan?" Tanya Farhan.
"Baru tadi pagi gue makan," Ucap Athar tanpa menatap Farhan.
Farhan hanya mampu menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Athar.
"Eh, Bang.... lu pacaran sama Kimmy?" Tanya Athar dengan terang-terangan.
"Memang kenapa?" Tanya Farhan.
__ADS_1
"Ya, gak apa-apa, gue kan cuma nanya," Ucap Athar.
"Iya gue pacaran sama Kimmy," Ucap Farhan sambil tersenyum puas.
Seketika, Athar berhenti mengunyah. Ia menatap Farhan dengan seksama, mencoba mencari kejujuran dimata lelaki itu.
"Kenapa?" Tanya Farhan.
"Gak apa-apa," Ucap Athar. Lalu, ia tertunduk lesu. Ingin sekali ia tidak percaya dengan ucapan Farhan. Tetapi, Athar sendiri tahu, bila Kimmy sangat menyukai Farhan.
"Hmmm, Mbak, sisa nya tolong dibungkus ya, buat teman saya si Mamet," Ucap Athar.
Farhan hanya tertawa kecil sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia benar-benar merasa kelakuan Athar sedikit gila.
"Baik Dek," Ucap pegawai restoran itu sambil membawa sisa makanan yang masih banyak dari atas meja.
"Kenapa lu udahan makannya?" Tanya Farhan.
"Gak apa, tiba-tiba ingat wajah Mamet yang memelas. Dia pasti belum makan. Soalnya kalau dia belum makan, rumput dirumah gue suka dicemilin Bang," Ucap Athar.
Farhan tertawa mendengar ucapan Athar.
"Pantas saja, Kimmy tidak menaruh perasaan kepada Athar. Kelakuan nya gak ada dewasa-dewasanya. Gimana Kimmy mau jatuh cinta sama dia?"
"Sekarang gue percaya, Kimmy memang tidak pernah berpacaran dengan Athar. Karena Kimmy suka cowok dewasa seperti gue," Gumam Farhan lagi.
Disudut hati Athar bergumam,
"Terserah deh, elu mau jadian sama Kimmy atau enggak. Yang penting, gue berhasil menggagalkan kalian jalan berdua kali ini. Plus, gue dapat traktiran seafood. Hahahhaahhaha," Athar tertawa jahat di dalam hatinya.
"Bentar, gue bayar dulu," Ucap Farhan sambil beranjak dari duduknya.
"Berapa Mbak?" Tanya Farhan kepada kasir di restoran itu.
"Semuanya satu juta seratus lima puluh, Mas,"
"Hah !" Seru Farhan, sambil menatap Mbak kasir.
"Perasaan cuma kepiting, gurita, es kelapa, blueberry milk shake dan kerang hijau doang !" Seru Farhan.
Mbak kasir tersenyum sambil menyerahkan bill yang baru saja ia sobek dari mesin kasir dan menyerahkan nya kepada Farhan.
"Mas nya bisa lihat rincian harganya disini," Ucap Mbak kasir.
Dengan ragu, Farhan meraih kertas bill tersebut dan memandangi deretan huruf dan angka yang tertera disana.
Kepiting telur / 200 gram \= 180.000 x 800 gram \= 720.000,-
Nasi putih x 2 \= 20.000,-
Blueberry milk shake \= 45.000,-
Es kelapa \= 35.000,-
Kerang hijau saus Padang \= 50.000,-
Gurita bakar / ekor 60.000 x 4 \= 240.000,-
+PPN.
Farhan tercengang dan memandangi Athar yang sedang tersenyum kepada dirinya dari meja mereka.
"Gue tau lu ngerjain gue !" Gumam Farhan.
__ADS_1
Dengan berat hati, Farhan mengeluarkan kartu debitnya dan menyerahkannya kepada petugas kasir restoran tersebut.
"Awas lu ya !" Gumam Farhan dengan geram.