
satu bulan pun berlalu, hari ini adalah hari ujian yang menentukan naik atau tidaknya murid-murid tingkat Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan. Kimmy yang sudah selama sebulan ini cukup serius dalam belajar pun tampak dengan mudah mengisi pertanyaan-pertanyaan di lembar soal yang berada di mejanya.
Pagi ini, Kimmy sempat bertemu dengan Athar. Kimmy berlari ke arah Athar yang sedang asik berbincang dengan teman-teman sekelasnya. Saat melihat Kimmy, Athar tampak sangat senang, ia pun menatap Kimmy dengan tatapan penuh kerinduan.
"Ih, item lu sekarang Thar !" Ucap Kimmy saat pertama kali ia bertemu dengan Athar di sekolah tadi pagi.
"Iya, jadi kuli gue disana," Ucap Athar sambil tertawa.
"Apa kabar lu?" Sambung Athar.
"Baik, lu sendiri?"
"Alhamdulillah baik," Ucap Athar sambil tersenyum dengan manis.
"Gue kangen sama lu Thar," Ucap Kimmy berterus-terang.
Athar mengulum senyumnya sambil mengacak-acak rambut Kimmy.
"Beneran kangen?" Tanya Athar dengan bersemangat.
"Iya, gak ada elu, hidup gue sepi banget," Ucap Kimmy sambil mengerutkan dagunya.
Athar kembali tersenyum dan menatap Kimmy yang terlihat semakin cantik setelah tiga bulan lamanya ia tidak pernah bertemu Kimmy lagi.
"Gue bawa oleh-oleh buat elu, tapi ada di kelas. Pulang bareng nanti ya, biar gue bisa kasih lu oleh-olehnya," Ucap Athar.
Kimmy hanya mengangguk dan mencubit pipi Athar.
"Ugh.. gemessss... udah lama gak ketemu, gue makin gemes sama elu. Rasanya kepengen gue gulung-gulung terus gue uwel-uwel," Ucap Kimmy dengan wajah nya yang imut.
"Ih, apaan sih, emang kain di uwel-uwel?"
Kimmy tersenyum lebar saat melihat ekspresi Athar yang tampak malu.
"Ya sudah, gue ke kelas dulu ya," Ucap Kimmy.
Athar hanya mengangguk dan tersenyum.
...
Bell berbunyi, tanda berakhirnya waktu ujian para murid di SMK itu. Satu persatu murid keluar dari kelas mereka. Begitu juga dengan Kimmy dan Athar yang berbeda kelas. Kelas Athar berada di depan, dekat dengan gerbang sekolah, sedangkan kelas Kimmy berada di bagian belakang gedung itu, dekat dengan bengkel praktek anak jurusan Mesin Otomotif yang Kimmy pilih untuk pendidikan SMK nya.
Athar sudah menunggu Kimmy di lorong gedung itu. Ia duduk di pembatas antara lorong dan taman yang berada di pinggir sebelah kanan lorong itu.
Kimmy yang baru saja keluar dari kelasnya, menatap Athar yang sedang duduk sambil mengunyah sebungkus kacang bawang yang sedang Athar pegang.
Kimmy menatap Athar dari kejauhan sambil ia berjalan menghampiri lelaki itu.
"Ih, kok si Athar keliatan ganteng ya?" Gumam Kimmy sambil tersenyum sendiri.
Athar terlihat semakin tampan, walaupun kulitnya sedikit terbakar sinar matahari saat ia melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. Tetapi, lelaki itu kini tampak semakin dewasa. Dengan potongan rambutnya yang rapi dan tubuh Athar yang terlihat tegap dan semakin atletis sehingga baju seragam sekolah yang sedang Athar kenakan tampak mencetak tubuh atletis lelaki muda itu.
Athar menoleh kearah Kimmy, lalu ia tersenyum kepada Kimmy yang masih terpana melihat dirinya.
Kimmy menghentikan langkah kakinya tepat didepan Athar. Lelaki itu langsung menyerahkan sebuah paper bag kepada Kimmy.
"Apa ini?" Tanya Kimmy.
__ADS_1
"Kan gue udah bilang, oleh-oleh untuk elu," Ucap Athar.
"Lu perhatian banget sama gue Thar, andaikan nanti gue punya cowok kayak elu, pasti gue bahagia banget kali ya?"
Athar mengerutkan keningnya dan menatap Kimmy dengan seksama.
"Bukannya lu udah punya cowok ya?" Tanya Athar.
Kimmy menatap Athar dengan wajah yang bingung.
"Cowok? Gue?" Tanya Kimmy.
Athar mengangguk dengan pasti.
"Gue jomblo," Ucap Kimmy sambil tertawa geli.
"Bang Farhan?" Tanya Athar.
Kimmy terdiam beberapa saat. Ia menatap Athar dengan seksama.
"Oh, gue sama sia cuma deket biasa aja kok, sama kayak kita gitu," Ucap Kimmy.
Athar menghela nafasnya dengan berat. Ia sedikit tidak percaya dengan ucapan Kimmy.
"Tapi, gue lihat sih, lu kayak ada rasa gitu sama dia," Ucap Athar sambil membuang pandangannya ke sudut lorong itu.
"Lu cemburu?" Tanya Kimmy.
"Gue? hahahahaha gue cemburu lu bilang?"
"Woi...! Pacaran aja lu berdua ! Pulang sana !" Ucap Mamet teman sekelas Athar yang baru saja keluar dari dalam kelas.
"Pacaran gigi lu !" Ucap Kimmy sambil menatap Mamet dengan tatapan sebal.
"Terus apaan? deket doang tapi kaga jadian? hyaaaahhhhh.. hahahahhaa !" Ledek Mamet sambil berjalan ke arah pintu gerbang.
"Ganggu aje lu gorila !" Keluh Athar.
"Yuk pulang," Ucap Kimmy sambil menarik lengan Athar.
"Kim,"
"Ya?" Tanya Kimmy sambil menghentikan langkah kakinya.
"Lu beneran gak jadian sama Bang Farhan?" Tanya Athar dengan wajah yabg tampak serius.
Kimmy hanya menggelengkan kepalanya dan membalas tatapan Athar yang tidak bisa ia artikan.
Athar tersenyum lega, lalu ia menggandeng tangan Kimmy menuju parkiran sepeda motor di sekolahnya.
"Kok lu senang banget sih Thar?"
"Senang gue, ada kawan jomblo," Ucap Athar.
"Dih, dasar kutu air !"
Kimmy menjewer telinga Athar dengan kencang.
__ADS_1
"Aduh...! Sakit tau Kim..! entar gue bales nangis lagi..."
"Bales coba ! Gue patahin tangan lu !"
"Eh, enggak jadi deh," Ucap Athar sambil tersenyum kecut.
"Jangan macem-macem lu sama Kimmy,"
"Macem-macem nya nanti aja ya kalau lu jadi jodoh gue," Celetuk Athar.
"Hah?"
"Yuk, pulang," Athar menyalakan sepeda motornya.
"Thar, lu ngomong apaan tadi?" Tanya Kimmy.
"Apaan? gue kaga ngomong apa-apa,"
"Itu tadi !"
"Gue kaga ngomong apa-apa bawel....... Buruan dah, gue tinggal nih,"
"Ih si kutu air,"
Kimmy menaiki vespanya. Lalu, ia menyalakan dan mulai menyusul Athar yang sudah lebih dahulu menjalankan sepeda motornya.
...
"Macem-macem nya nanti aja ya kalau lu jadi jodoh gue,"
Ucapan Athar tadi saat mereka berada di parkiran sekolah, terus terngiang di telinga Kimmy.
"Kalau gak salah dia ngomong gitu deh, apa gue yang salah denger?" Gumam Kimmy.
"Macem-macem nya nanti aja ya kalau lu jadi jodoh gue,"
Kata-kata itu terus terngiang dan membuat Kimmy yang sedang belajar menjadi merasa terganggu.
"Masa iya sih, si Athar ngomong begitu?" Gumam Kimmy lagi.
Ia menaruh pena yang sedang ia pegang di atas buku pelajarannya. Lalu, ia pun beranjak ke atas ranjangnya.
"Gue yakin deh dia ngomong begitu, apa gue doang yang geer?"
Kimmy mulai menggacak-acak rambutnya karena memikirkan ucapan Athar tadi siang.
"Apa Athar suka ya sama gue?"
"Tapi gak mungkin lah, dia suka sama gue. Secara dia ganteng, banyak yang suka, dari kecil juga kita selalu bersama. Ah, gak mungkin banget sih !"
"Eh, tapi kalau memang dia beneran suka sama gue, terus gue harus apa? Gak enak banget kan? Kita berdua kan sahabat dekat, dekat banget malah,"
Kimmy menjadi gelisah, ucapan Athar terus terngiang di telinganya. Pikiran-pikiran nya mengusik akal sehat Kimmy.
"Arghhhhhh..! Dasar kutu air ! Bikin ribet otak gue aja lu ! Malah besok masih ujian !" Keluh Kimmy.
Kimmy pun kembali ke meja belajarnya, ia berusaha untuk melanjutkan kegiatan belajarnya untuk mengalihkan ingatannya tentang Athar. Entah mengapa, kali ini tentang Athar membuat dirinya merasa terganggu. Ia merasa seharusnya, bersahabat itu tidak melibatkan perasaan apa pun. Termasuk 'Cinta'.
__ADS_1