
"Tumben banget sih pakai dress, biasanya Mama tuh nyuruh kamu pakai dress, susahnya minta ampun Kim," Ucap Mama Nia sambil melirik Kimmy yang duduk di samping Abian di kursi penumpang mobilnya.
Papa Bobby yang sedang menyetir, melirik Mama Nia sambil menggelengkan kepalanya.
"Biar aja sih, kemaren memaksa, sekarang di tumben-tumbenin. Kasihan Kimmy kan?" Ucap Papa Bobby.
"Ya aneh aja," Ucap Mama Nia sambil kembali menatap jalan di depan nya.
"Cantik kok Kimmy pakai dress, anak Papa memang selalu cantik," Ucap Papa Bobby sambil melirik Kimmy yang tersenyum penuh kemenangan dari kaca spion mobil itu.
"Kakak mau terlihat cantik dimata Bang Athar Ma !" Celetuk Abian sambil tersenyum jahil kepada Kimmy.
"Apaan sih lu, gue jitak juga nih !" Bentak Kimmy sambil mengepalkan tangannya ke depan wajah Abian.
"Kimmy..... jangan begitu sama adiknya dong," Ucap Mama Nia sambil melotot kepada Kimmy.
"Lagian resek banget jadi orang," Ucap Kimmy yang terlihat kesal, karena Abian selalu mengungkit kedekatan dirinya dengan Athar.
Satu jam berlalu, akhirnya mereka sampai di rumah Tante Rara, Ibu dari Farhan. Tante Rara hanya memiliki satu orang anak, yaitu Farhan saja. Tante Rara pernah hamil adiknya Farhan. Tetapi, adik nya Farhan tidak bisa bertahan di dalam kandungan. Sejak saat itu, berbagai cara, Tante Rara berusaha untuk dapat hamil kembali. Tetapi, semua sia-sia hingga kesuburan Tante Rara terhapus oleh usia. Ya, mungkin hanya Farhan saja rezeki yang Tante Rara dapatkan dari Tuhan dan Tante Rara sangat bersyukur diberi kesempatan dapat membesarkan anak setampan dan sepintar Farhan.
Walaupun begitu, Farhan tumbuh menjadi anak yang tidak manja. Ia begitu mandiri. Hingga dapat bersekolah di luar Negeri tanpa harus merasa gelisah karena jauh dari orang tuanya.
Kimmy dan keluarganya, turun dari mobil mereka. Diparkiran rumah Tante Rara sudah terlihat beberapa mobil sahabat Mama nia yang lainnya. Mereka pun disambut oleh Tante Rara dan Om Fathur, suami dari Tante Rara dengan ramah.
Kimmy dan keluarganya masuk dan bersalaman dengan para sahabat Mama Nia serta anak dan pasangan masing-masing. Disana terlihat Athar yang duduk di samping Bunda Farah sambil menahan tawa saat melihat Kimmy memakai dress.
Sedangkan di samping Om Fathur, Farhan duduk sambil menatap Kimmy dengan pesona. Ia merasa Kimmy terlihat berbeda pada malam ini, dengan memakai dress, sudah jelas Kimmy terlihat semakin cantik dari biasanya.
"Selamat ulang tahun ya Farhan, duh.. makin ganteng kamu ya," Ucap Mama Nia sambil menyerahkan kado ulang tahun yang ia siapkan, kepada Farhan.
"Terima kasih Tante Nia," Ucap Farhan sambil tersenyum dan menerima kado pemberian Mama Nia.
Ucapan selamat itu di susul oleh Papa Bobby dan Abian, setelah mereka mengucapkan selamat kepada Farhan, kini giliran Kimmy yang mengucapkan selamat kepada Farhan.
Farhan menatap wajah Kimmy dengan seksama. Terlihat wajah Kimmy sedikit berbeda dari terakhir kali ia lihat di toko buku beberapa hari yang lalu. Kini, di wajah Kimmy lebih cerah karena bedak yang menempel tipis di kulit wajahnya. Bibir Kimmy juga terlihat lebih glossy karena lipgloss yang ia pakai. Alis Kimmy memang sudah tebal dan rapi sejak lahir. Gadis itu benar-benar tampak cantik dan sempurna pada malam ini.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun ya Bang," Ucap Kimmy sambil tersenyum lebar kepada Farhan.
"Te-terima kasih," Ucap Farhan terbata saat ia merasa grogi melihat senyum Kimmy yang manis.
"Duh, mereka cocok ya?" Celetuk Tante Naya yang memperhatikan dua anak sahabatnya itu.
Kimmy dan Farhan mendadak malu-malu saat mendengar celetukan Tante Naya. Sedangkan para orang tua mereka hanya tersenyum menatap Kimmy dan Farhan.
"Jadi gimana? besanan kita Nia?" Tanya Tante Rara sambil menatap Kimmy dengan begitu penuh kasih sayang.
"Hahahah, kalau mereka cocok, ya silahkan saja. Gue mah bebas sebagai orang tua, asal Kimmy nya suka," Seloroh Mama Nia.
"Apaan sih Ma, masih jauh kali..." Ucap Kimmy sambil tersipu malu.
Terlihat Athar yang merasa tidak enak hati saat mendengar candaan para orang tua yang menjodohkan Kimmy dan Farhan. Sedangkan Bunda Farah seperti mengetahui perasaan anak laki-laki satu-satunya itu. Namun ia tidak dapat berkata apa-apa. Karena ia tahu, semua itu hanya candaan para sahabatnya. Andaikan serius pun, pasti akan menunggu Kimmy tumbuh dewasa dahulu dan itu masih sangat lama.
Athar mencoba menyibukkan diri dengan ponselnya. Ia berusaha melepaskan perasaan gelisah nya dengan bermain game favoritnya di ponsel itu.
"Oh iya Far, si Queen kok tidak ikut?" Tanya Tante Rara.
"Queen sedang sibuk, maklumlah dia kan baru saja bekerja," Terang Bunda Farah.
"Gue kurang tau sih, kayaknya itu anak, mau break dulu dan bekerja. Mungkin nanti dia akan lanjutkan lagi," Ucap Bunda Farah.
"Oh begitu, salam untuk Queen ya, duh makin cantik deh dia. Terakhir kali gue ketemu sama Queen di Mall, hampir saja gue gak kenal sama dia. Gue pikir siapa gadis cantik yang menyapa gue, eh ternyata Queen."
"Iya nanti di salamin," Ucap Bunda Farah sambil tersenyum.
..
Setelah acara tiup lilin dan berdo'a bersama, dilanjutkan makan malam bersama. Setelah itu, para orang tua berkumpul seperti biasa. Mereka kembali menceritakan kisah masa lalu yang sering mereka ceritakan ulang tanpa merasa bosan. Bagi mereka, para orang tua, cerita masa remaja dan masa singel mereka adalah suatu topik pembicaraan yang tak pernah termakan oleh jaman. Tetap asik diceritakan, walaupun para anak merasa bosan mendengarkan nya.
Anak-anak tante Naya yang masih duduk disekolah dasar, duduk bersama dengan Athar yang mengajarkan mereka tentang tehnik game yang mereka minati di teras depan rumah itu. Sedangkan Kimmy, duduk bersama dengan Farhan di taman belakang rumah Tante Rara.
Gelak tawa para orang tua di ruang keluarga, terdengar begitu jelas sampai ke halaman belakang rumah itu. Sesekali Farhan melirik ke arah didinding kaca yang membatasi halaman belakang dan ruang keluarga.
__ADS_1
"Dasar orang tua, topik nya hanya masa remaja mereka saja," Ucap Farhan, mencoba memecahkan keheningan antara dirinya dan Kimmy.
Kimmy ikut melirik ke arah ruang keluarga, lalu ia tersenyum melihat orang tuanya dan para Tante cantik yang sedang asik berceloteh ria.
"Yah, begitulah. Mungkin, kita juga nanti tua begitu," Ucap Kimmy.
Farhan menatap Kimmy, ia tidak menyangka, bila gadis itu mempunyai pikiran yang lebih dewasa dari pada umurnya.
"Iya sih," Ucap Farhan sambil mengalihkan pandangannya kearah kolam renang di tengah-tengah taman belakang rumahnya.
Lalu, hening....
Mereka berdua tidak tahu apa yang akan mereka bicarakan. Dua-duanya terlihat sama-sama salah tingkah.
"Hmmmm..."
Kimmy dan Farhan sama-sama akan memulai obrolan. Lalu, mereka tertawa karena salah tingkah.
"Abang duluan," Ucap Kimmy.
"Sudah, kamu saja," Ucap Farhan.
Mereka saling bertatapan, dengan pipi yang sama-sama merona merah.
"Abang aja duluan," Ucap Kimmy lagi.
"Ok baiklah, hmmmm.... besok kan hari minggu, kamu ada acara?"
"Tidak !" Seru Kimmy dengan bersemangat. Sampai-sampai Farhan merasa terkejut saat melihat Kimmy yang terlalu bersemangat.
Farhan mengulum senyumnya, lalu ia kembali menatap Kimmy.
"Kita jalan-jalan yuk,"
"Ayuk !"
__ADS_1
Tanpa basa-basi dan berpikir sebelumnya, Kimmy langsung menyetujui ajakan kencan dari Farhan. Tanpa Kimmy ingat, bahwa hari minggu ini ia sudah memiliki janji dengan Athar untuk bermain ice skating bersama disalah satu Mall di Jakarta.
"Ok, besok aku jemput," Ucap Farhan dengan bersemangat.