Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
05# Undangan makan malam


__ADS_3

Disebuah restoran, Farhan, Kimmy dan Athar duduk di satu meja yang sama. Kimmy duduk di samping Athar sedangkan Farhan duduk menghadap ke Kimmy dan Athar.


Sesekali Farhan memperhatikan sikap Kimmy yang begitu manja dan terlihat sangat akrab dengan Athar. Begitupun dengan Athar yang terlihat senang berada di samping Kimmy.


"Bagaimana kabar Kakak mu?" Tanya Farhan, membuka obrolannya kepada Athar yang sedang asik bercanda dengan Kimmy.


"Ah?, hmmm, baik," Ucap Athar sambil menatap Farhan.


"Salam ya sama Queen,"


"Iya Bang," Sahut Athar sambil kembali melirik Kimmy yang sedang asik dengan ponselnya.


Kimmy sebenarnya sedang membendung perasaan groginya saat di depan Farhan, bercanda dengan Athar dan juga bermain ponsel adalah caranya untuk mengalihkan pandangannya yang tak mau lepas dari Farhan.


Setelah hampir dua tahun lamanya tidak bertemu dengan Farhan, perubahan-perubahan pada diri Farhan membuat Kimmy sedikit takjub dan terpesona.


Farhan terlihat lebih dewasa, dia juga terlihat lebih tampan dari sebelumnya. Tentu saja hal itu membuat Kimmy menjadi salah tingkah sendiri dengan perasaan nya yang tak menentu.


"Kalian mau pesan apa?" Tanya Farhan sambil menyerahkan buku menu yang ia terima dari seorang waiters.


Athar menyambut buku tersebut dan membukanya, begitupun dengan Kimmy.


"Hmmm, lu mau apa Kim?" Tanya Athar.


"Sop buntut," Ucap Kimmy sambil tersenyum lebar.


"Minumnya?" Tanya Athar lagi.


"Es jeruk," Sahut Kimmy sambil kembali menatap layar ponselnya.


Farhan kembali memperhatikan Kimmy dan Athar.


Setelah mereka memesan menu yang mereka pilih. Farhan pun mendeham yang membuat Kimmy dan Athar mengalihkan pandangan mereka kepada Farhan.


"Kalian pacaran ya?" Tanya Farhan dengan berterus terang.


Kimmy melongo dan menatap Farhan dengan tak percaya. Lalu, ia menatap Athar dengan tatapan geli.


"Ya enggak lah !" Ucap Kimmy sambil memencebik kan bibirnya kepada Athar.


"Nggg.... enggak kok Bang," Ucap Athar malu-malu.


"Kirain pacaran, sikap kalian begitu dekat," Ucap Farhan lagi.


"Lah, emang begini ya Thar," Ucap Kimmy sambil melirik Athar.


Farhan tersenyum, lelaki yang baru saja menginjak usia dua puluh tahun itu pun mengangguk paham.


"Emang nya kenapa Bang?" Tanya Athar.


"Ya enggak, kalau kalian berdua pacaran, gak enak aja, kayak nya gue ganggu gitu,"


"Enggak kok.. enggak !" Ucap Kimmy sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah kalau tidak, kan kalau begini gue jadi gak merasa mengganggu," Ucap Farhan sambil tersenyum.


Athar menatap Farhan dengan seksama. Ada dua arti di sorot mata Farhan, antara dirinya cemburu atau dirinya merasa terganggu.


"Justru mungkin gue yang ganggu Bang," Ucap Athar sambil melirik Kimmy.


Kimmy menoleh dan menatap Athar sambil mengerutkan keningnya.


"Kenapa gitu?" Tanya Farhan.

__ADS_1


"Ya kali..." Ucap Athar sambil tersenyum getir.


"Apaan sih lu?" Kimmy menyenggol tubuh Athar dengan siku nya.


Suasana canggung itu berakhir saat menu yang mereka pesan datang. Mereka pun makan malam bersama sambil Farhan bercerita tentang kehidupan nya di Negeri kincir angin.


...


Drettt...! Dreeet...! Dreeet...!


Ponsel Mama Nia berdering beberapa kali. Mama Nia yang sedang santai bersama Papa Bobby, meraih ponselnya dan menatap layar ponsel itu.


"Rara," Gumam nya.


Lalu, ia mengangkat panggilan tersebut dan mulai menyapa Rara sahabatnya.


"Assalamualaikum, halo Ra," Sapa Mama Nia.


"Waalaikumsalam, Nia. Lagi apa lu?" Tanya Mama Rara dari seberang sana.


"Lagi santai aja sama laki gue. Tumben lu telepon gue?"


"Lu ada rencana apa malam minggu ini?" Tanya Mama Rara.


"Malam minggu?" Tanya Mama Nia sambil melirik Papa Bobby.


Papa Bobby hanya menggeleng dan tersenyum kepada Mama Nia.


"Gak ada sih," Sambung Mama Nia.


"Nah, mumpung gak kemana-mana, ngumpul yuk di rumah gue. Jadi, anak gue kan ulang tahun ke dua puluh. Dia lagi di Indonesia nih, Kita makan-makan ya. Jangan lupa ajak laki lu sama anak-anak lu Nia."


"Boleh... boleh.." Ucap Mama Nia.


"Ok deh, gue juga sudah menghubungi si Naya dan Farah. Semoga kalian semua bisa berkumpul ya, kangen gue."


"See you, Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam," Sahut Mama Nia mengakhiri panggilan tersebut.


Mama Nia menaruh ponselnya di atas meja, lalu Mama Nia kembali merebahkan kepalanya di bahu Papa Bobby yang sedang asik dengan laptopnya.


"Rara ngajakin ngumpul?" Tanya Papa Bobby.


"Iya, si Farhan ulang tahun ke dua puluh," Ucap Mama Nia.


Bobby memalingkan pandangannya dari laptop dan menatap Nia dengan tak percaya.


"Dua puluh?" Tanya Bobby lagi.


"Iya, kenapa?" Tanya Mama Nia sambil menatap Papa Bobby.


"Perasaan dia masih kecil saja, eh, udah dua puluh tahun aja sekarang," Ucap Papa Bobby.


Mama Nia tersenyum dan duduk menghadap Papa Bobby.


"Gak berasa ya, kita semakin tua dan anak-anak semakin dewasa. Eh, yang semakin tua itu aku, kamu mah masih muda," Ucap Mama Nia sambil mengerutkan dagunya.


Papa Bobby tersenyum dan menatap Mama Nia dengan lekat.


"Tua kan umurnya, tapi bodynya kayak anak perawan."


"Bobby mah gombal terus !"

__ADS_1


"Enggak kok, aku gak gambal," Ucap Papa Bobby sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Mama Nia.


"Bagiku, kamu masih sama seperti kita pertama kali bertemu."


Mama Nia mengulum senyumnya dan wajahnya tampak memerah.


"Masih cantik, masih sexy, masih muda dan masih gimana gitu kalau di ranjang," Bisik Papa Bobby.


"Apaan sih," Mama Nia menepuk pundak Papa Bobby sambil tersenyum malu-malu.


"Mesra-mesraan terooooosss.." Ucap Abian yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Harus dong," Ucap Papa Bobby sambil tersenyum lebar kepada anak bujang nya itu.


Abian yang masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Pertama itu tampak menatap cemburu kepada Bobby.


"Misi ih Papa, gantian sama Bian, Bian juga kepengen deket-deket sama Mama," Ucap Abian sambil berjalan dan duduk di antara Papa Bobby dan Mama Nia.


Mama Nia hanya tersenyum sambil melirik Papa Bobby.


"Iya deh, kalau gitu Papa menyingkir. Dasar anak Mama kamu tuh," Ucap Papa Bobby sambil menggesernya duduknya.


"Iya lah, anak Mama, masa anak tetangga," Kata Abian sambil tertawa dan memeluk Mama Nia.


Mama Nia hanya tertawa sambil memeluk dan menepuk-nepuk punggung Abian yang begitu manja kepada dirinya.


"Sudah gede juga, masih aja mau begini sama Mama nya," Ucap Mama Nia.


"Iya lah, kapan lagi?" Ucap Abian sambil memeluk Mama nia dengan erat.


"Assalamualaikum !"


"Waalaikumsalam..."


Mama Nia, Papa Bobby dan Abian menatap Kimmy yang baru saja pulang dan tampak sedang berbunga-bunga.


"Kenapa lu senyum-senyum sendiri?" Tanya Abian.


"Kepo amat lu, gue lagi bahagia," Ucap Kimmy sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


"Pacaran lu ya sama Athar?" Tanya Abian dengan tatapan menggoda kakak nya itu.


"Siapa yang pacaran? Kimmy sama Athar?" Tanya Mama Nia.


"Iya dia kan deket banget sama Athar," Ucap Abian.


"Bohong, bohong, jangan ngada-ngada lu ya !"


Papa Bobby dan Mama Nia saling berpandangan.


"Udah ah, Kimmy mau keatas dulu," Ucap Kimmy sambil beranjak ke kamar nya.


Abian hanya tertawa lebar saat merasa sukses membuat kakaknya salah tingkah.


"Bee.." Panggil Mama Nia.


Papa Bobby mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Masa kita harus berbesan sama Tantemu?"


"Apa sih bee, masih lama kali, biarkan saja mau pacaran atau tidak. Jalan Kimmy masih panjang, dia kan masih bisa bertemu banyak orang diluar sana," Ucap Papa Bobby.


"Tapi kalau jodoh beneran gimana?" Tanya Mama Nia.

__ADS_1


"Kalau jodoh ya sudah, memang itu jodohnya," Ucap Papa Bobby sambil kembali sibuk dengan laptopnya.


"Duh, kalau Kimmy nikah sama Athar, berarti.. Athar menantu gue, Farah, sahabat sekaligus besan gue yang juga adalah tante dari laki gue. Ah... puyeng sendiri gue mikirin nya," Ucap Mama Nia sambil menepuk dahinya.


__ADS_2