Mengejar Cinta Kimmy

Mengejar Cinta Kimmy
117# Menjelang hari bahagia


__ADS_3

Tring...!


Kimmy yang tak dapat memejamkan kedua matanya pun meraih ponselnya yang baru saja berbunyi. Ia langsung membaca pesan yang dikirimkan oleh Athar yang sedang berada di kamar Abian.


Athar memang sengaja menginap dirumah Kimmy. Untuk menghindari segala hal yang tidak di inginkan pada esok hari, sebelum Ijab Kabul terlaksana. Sebagai calon mempelai pria, Athar tidur di kamar calon adik iparnya, Abian. Tepat di sebelah kamar Kimmy di lantai atas.


Sudah tidur?


Belum.


Balas Kimmy.


Kangen, ketemuan yuk sebentar.


Gak bisa, kan ada Abian disitu.


Balas Kimmy.


Dia sudah tidur dari tadi.


Gak bisa, aku sedang di pingit.


Balas Kimmy.


Ayo dong, di depan pintu aja. Kamu di depan pintu mu, aku di depan pintu ku.


Balas Athar.


Gak bisa, pamali.


Balas Kimmy sambil tersenyum.


Sudah tiga hari loh gak ketemu, kangen sayang.


Balas Athar.


Sampai jumpa di meja penghulu.


Balas Kimmy.


"Yah..."


Athar yang sedang berbaring di samping Abian hanya bisa menghela nafas panjang. Lalu, ia meletakkan ponselnya dan menatap langit-langit kamar itu.


"Satu hari saja gak bertemu, rasanya sudah seperti satu tahun. Ini sudah tiga hari gak ketemu. Bikin galau sungguh..." Keluh Athar.


Lalu, perlahan ia tersenyum sendiri. Membayangkan esok hari yang begitu ia nantikan selama ini.

__ADS_1


"Besok sudah menjadi seorang suami, sabar ya Thar." Ucap nya kepada dirinya sendiri.


Tiba-tiba jantung nya berdegup kencang, membayangkan momen yang akan ia lewati bersama Kimmy. Yaitu, malam pertama yang romantis.


"Duh, otak gue mulai berlanglang buana," Batin nya sambil menepuk dahinya sendiri.


"Sabar ya tong," Ucap nya sambil mengusap sesuatu di balik sarung yang sedang ia kenakan.


Lalu, Athar kembali tersenyum. Ia mengigit bibirnya sendiri dan mencoba memejamkan kedua matanya. Namun, ia tak kunjung merasa mengantuk. Athar beranjak duduk di atas ranjang. Baru saja Athar bergerak, Abian langsung membuka matanya dan menatap Athar yang bersiap-siap untuk turun dari ranjang.


"Mau ngapain lu?" Tanya Abian sambil menatap Athar dengan curiga.


"Mau ke kamar mandi," Ucap Athar dengan gugup.


"Mau ke kamar mandi apa mau ke kamar Kimmy?" Abian menyipitkan kedua matanya dan menatap Athar dengan tatapan yang mengintimidasi.


"Astaga, curigaan lu jadi orang !" Ucap Athar sambil beranjak turun dari ranjang.


Abian terus menatap Athar yang beranjak ke kamar mandi.


"Mau mainan sabun lu ya? Sabar bro.. tinggal besok!" Ucap Abian sambil tersenyum jahil.


"Apaan!" Ucap Athar dari dalam kamar mandi.


Abian beranjak dari ranjang dan berjalan mendekati pintu kamar mandi di dalam kamarnya tersebut.


"Astaghfirullah ! gue mau sholat Isya ! Gue belum sholat Isya tadi !" Ucap Athar sambil menyalakan keran air.


"Oh," Abian tersenyum dan kembali keatas ranjang nya.


Tak lama kemudian, Athar keluar dan mendapatkan Abian yang sedang duduk di atas ranjang sambil menatap dirinya.


Dengan wajah kesal, Athar menyambar sajadah yang terletak di atas meja belajar Abian. Sedangkan Abian terus tersenyum menatap dirinya.


"Curigaan lu!" Ucap Athar sambil menggelar sajadah di atas lantai.


"Curigaan lah gue, lu kan belum sah jadi suami kakak gue. Jadi, gue harus ekstra menjaga kakak gue," Ucap Abian.


Athar mengerutkan dagunya dan menatap Abian yang terus tertawa jahil.


"Berisik, gue mau sholat!" Ucap Athar.


"Ya sudah, silahkan. Tapi, gue bisa tahu kalau lu mau macam-macam ya," Ucap Abian sambil beranjak tidur dan memunggungi Athar.


Athar menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah calon adik iparnya itu. Lalu, ia mulai melaksanakan sholat Isya yang hampir saja ia lewatkan.


..

__ADS_1


Suasana pagi ini begitu ramai di kediaman keluarga Kimmy. Sanak saudara sudah berkumpul sejak pagi-pagi sekali. Masing-masing dari mereka terlihat sibuk dengan berbagai macam persiapan yang dibutuhkan menjelang akad nikah yang akan diselenggarakan di rumah Kimmy pada pukul 9 pagi nanti.


Sedangkan dikamar, Kimmy sudah bersiap untuk di dandani oleh penata rias khusus pengantin. Kimmy yang masih menggunakan piyama terlihat mulai di bubuhi make up di wajah nya.


Sedangkan Athar sudah selesai mandi dan sarapan di ruang keluarga bersama Papa Bobby dan Abian. Dan Mama Nia seperti biasanya, orang yang selalu bawel saat ada acara di rumahnya.


Mama Nia sedang sibuk mengatur apa yang dianggap nya sedikit kurang menarik. Lalu, ia memberikan ide dan solusi yang ia inginkan kepada para pekerja event organizer yang sudah ia sewa.


Bunda Farah dan keluarga belum datang. Mereka masih sibuk dirumah mereka. Bunda Farah sedang di dandani oleh profesional make-up artist. Ia ingin terlihat sempurna di hari bahagia putra nya nanti.


Sedangkan Kakak Queen yang juga sedang di dandani, sedang asik berbalas pasan dengan Raka yang akan ikut serta menghadiri pernikahan Athar dan Kimmy. Ayah Andra sendiri, sedang terlihat menikmati segelas kopi di halaman belakang rumah nya.


Di kediaman Kiki, Ayah Fajar juga tengah bersiap untuk menghadiri acara pernikahan Athar, putra kandungnya itu. Ia sedang bersama dengan Ibu Atikah yang memilih kan Jas terbaik untuk dikenakan oleh Ayah Fajar. Sedangkan Kiki, gadis itu tengah berdandan agar terlihat sempurna di acara pernikahan Abang tirinya itu dan tentu saja, ia ingin terlihat cantik dimata Abian.


Keluarga Tante Naya dan Tante Rara pun juga terlihat sibuk menyiapkan diri untuk menghadiri pernikahan anak dari dua sahabatnya itu. Mereka juga telah mempersiapkan hadiah terbaik untuk Athar dan Kimmy. Semua orang ikut berbahagia, semua orang sudah menunggu momen bahagia pada hari ini.


Kimmy baru saja selesai di dandani. Wajahnya terlihat begitu cantik saat ia melihat bayangan dirinya di kaca yang berada di meja rias nya. Kimmy terpesona dengan pulasan makeup hasil karya makeup artis yang menatap dirinya dengan senyum puas di wajahnya.


"Gimana Mbak? Ada yang kurang?" Tanya makeup artis itu.


"Perfect Mbak," Ucap Kimmy sambil tersenyum puas.


"Ok, saat nya kita berganti pakaian ya Mbak,"


Kimmy mengangguk dengan bersemangat.


Beberapa orang penata rias membantu Kimmy mengenakan kebaya untuk akad nikah. Kebaya yang berwarna putih itu terlihat cantik membalut tubuh Kimmy yang indah.


Setelah selesai, kedua orang tua Kimmy pun dipanggil untuk melihat kecantikan calon pengantin itu. Papa Bobby dan Mama Nia masuk kedalam kamar Kimmy dan mereka berdua pun tampak terpesona dengan kecantikan bayi kecil mereka yang kini sudah siap untuk melepas masa lajangnya.


"Kimmy... ya Allah, kamu cantik banget nak..." Ucap Mama Nia yang terlihat menahan air matanya.


"Terima kasih Mama," Ucap Kimmy sambil tersenyum bahagia.


Papa Bobby menatap Kimmy dengan hati yang entah bagaimana ia lukis kan. Antara haru, bahagia dan sedih bercampur aduk di dasar hatinya. Papa Bobby akan melepaskan bunga yang telah ia jaga selama 24 tahun ini. Ia pun menundukkan wajahnya dan perlahan mendekati Kimmy. Lalu, ia mengangkat wajahnya lagi saat berada tepat di depan Kimmy.


"Bunga ku, sudah dewasa. Bunga ku cantik, bunga ku akan segera menjadi milik orang lain," Ucap Papa Bobby. Aur mata pun terjatuh di pipinya. Tangan Papa Bobby gemetar saat ia menyentuh kedua pipi Kimmy. Baru kali ini Papa Bobby menangis hingga tubuh nya gemetar.


"Papa jangan nangis, Kimmy jadi sedih," Ucap Kimmy yang ikut menangis karenanya.


"Papa menangis bahagia Kim," Ucap Papa Bobby sambil menundukkan wajahnya.


Kimmy memeluk kedua orang tuanya. Mereka bertiga merasa berat. Tetapi, semua itu harus mereka lalui. Semua itu harus terjadi, demi kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik untuk putri mereka.


"Kimmy, tetap anak Mama dan Papa kok. Kapan aja Kimmy bisa melihat Papa dan Mama, walaupun kita tidak serumah lagi nanti. Kimmy berjanji," Ucap Kimmy.


"Iya, Mama dan Papa percaya Kim. Kami hanya ingin kamu bahagia." Ucap Papa Bobby disela tangisan nya.

__ADS_1


__ADS_2