MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Alvin Akan Bekerja Di Kantor Kay


__ADS_3

Kay dan Alvin ahirnya bisa mengatasi permasalahan kantor, Kay dan Alvin baru selesai mengadakan rapat. Kay juga memperkenalkan Alvin pada pegawai serta jajaran direksi kalau Alvin adalah suaminya, Kay juga memperlihatkan foto foto pernikahannya dengan Alvin.


"Minum dulu,, "kata Alvin sambil memberikan gelas pada Kay. saat ini mereka berdua ada di ruangan Kay.


"Makasih Mas,, "jawab Kay sambil mengambil gelas yang di berikan Alvin. lalu meminumnya.


"Pusing,,? "tanya Alvin karena melihat Kay memijit keningnya, lalu Alvin duduk di sebelah Kay.


"Ngga,,, Cuman Aku lagi bingung,, "sambil menyenderkan kepalanya di senderan sofa.


"Bingung apa,, ?"Tangan Alvin lalu sambil memijit kening Kay.


"Apa Mas mau bantu Aku,,? "


"Bantu apa,, hemmm,,, "


"Bantu Aku,untuk bekerja di sini,, dan menggantikan posisi Mamah ,, "pijitan Alvin di kening Kay tiba tiba berhenti.


"Tapi,,, "


"Aku ngga mau maksa Mas untuk mau bekerja di sini, tapi kalau Mas memang sayang dan cinta sama Aku, pasti Mas tidak akan tega melihatku bekerja keras mengurus perusahaan ini sendiri kan, apa lagi Aku sedang hamil anak Mas,, apa Mas tega Aku bekerja sendiri dalam kondisi sedang hamil muda dan sampai seterusnya nanti,, "Kay langsung memotong pembicaraan Alvin dengan bicara panjang lebar.


"Mas ngga perlu jawab sekarang, dan kalau memang Mas ngga mau, Aku ngga memaksa, nanti Aku bisa cari orang yang sudah bekerja di sini,, "sambil bangun dari duduknya, Kay lalu berjalan menuju kamar mandi.


Sedang Alvin terus saja berfikir, kalau seumpama Alvin tidak mau bekerja di sini pasti Kay akan sangat sibuk dan tidak ada waktu buat istirahat, padahal lagi hamil anaknya.dan kalau Alvin kerja di sini takutnya jadi omongan orang, kalau dirinya cuman memanfaatkan kekayaan Kay aja.


Alvin sangat bingung, sambil menyenderkan kepalanya di sofa lalu memejamkan matanya.


"Mas ngantuk,,, mau Aku pesenin kopi apa mau pulang aja,, "saat Kay keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Hemmm,,, ngga, Mas hanya sedang berfikir, "


"Mikirin apa Mas,,? "


"Kalau Mas bantu kamu di sini, Mas takutnya ada orang atau karyawan kamu yang bilang kalau Mas cuman memanfaatkan kekayaan dan jabatan kamu Yang,"


"Ya ngga lah Mas,, siapa sih yang berani bilang gitu,kan Mas kerja bukan nganggur di sini,, nanti juga kalau mereka tau cara dan kepintaran Mas bekerja dan perusahaan makin maju ngga bakalan ada orang yang berani bilang, lagian kalau Aku ngga minta tolong sama Mas sama siapa lagi,, "


"Mas takutnya ngga bisa Yang,, "


"Mas belum coba, dan ngga bisa di manaya coba, Mas kan sudah sering bantu Aku, dan Mas juga dulu pernah kerja di sini, pasti setidaknya tau gimana dengan perusahaan ini, "


"Ya udah,, Mas akan bantu ,tapi kasih waktu Mas buat ngundurin diri dari tempat kerja Mas,, "


"Iya Mas,, makasih yah udah mau bantu Aku,, "Sambil duduk di dekat Alvin sambil memeluknya.


"Tapi Yang,,ada satu masalah lagi,, "


"Mas sudah tanda tangan kontrak selama setahun, kalau Mas mengundurkan diri pasti Mas harus bayar kopensasi,, "


"Ya ngapain pusing sih Mas,, tinggal di bayar kok,, "


"Tapi uangnya ngga sedikit loh,, "


"Berapa sih Mas uangnya,, ngga sampai jual rumah kan,, "


"Hemmmm,,, sombong, "Kay yang mendengarnya hanya tersenyum.


"Karena mau gimana lagi, memang harus membayar uang ganti rugi, ya seberapa besar uangnya Mas harus bayar kan,, "

__ADS_1


"Mas ngga ada uang sebanyak itu,, Mas pinjam dulu uang kamu ya Yang,, "


"Boleh,, tapi nanti gantinya dua kali lipat yah,, "sambil Kay tersenyum.


"Dasar renternir,, "sambil menarik hidung Kay Alvin berkata.mereka berdua pun tersenyum.


Sedang di Belanda, Sam dan Eva sedang duduk di pinggir jalan, mereka kecapean karena habis jalan jauh, mereka akan menuju ke rumah sodaranya yang ada di Belanda juga.tapi karena tidak punya uang untuk naik taxsi jadi mereka jalan kaki, uang sisa milik mereka di gunakan untuk beli minum dan roti saja.


"Kak rasanya Aku sudah ngga kuat,, "kata Sam.


"Harus kuat,, kita harus sampai di Rumah Om Deni, biar kita tidak jadi gembel begini,, "


"Tapi masih sangat jauh kak, gimana kalau kita jual hp kita, lalu uangnya kita gunakan buat naik taxsi,, "


"Betul juga kamu bicara,, tapi kita mau jual di mana, di sini kan tidak bisa jual hp sembarangan,, nanti dikira kita maling,, "


Saat ini mereka berdua ada di jalan, dan jauh dari rumah rumah. apa lagi seperti tempat pertokoan atau keramaian, dari tadi Eva dan Sam sudah mencoba menghentikan mobil untuk menumpang, tapi tak ada satu pun mobil yang mau berhenti.


"Apa kita naik taxsi dan kita nanti bayarnya di rumah Om Deni ya kak,, "


"Idemu sangat bagus dari tadi Sam,, tapi dari tadi kamu lihat sendiri kan,, ngga ada taxsi yang lewat sini,, "


"Trus kita gimana ini kak,,ini sudah malam, apa kita harus tidur di jalan begini,, ya Tuhannn,,, kenapa nasib kita jadi gini sih kak,"


"Ngga usah bawa bawa Tuhan,Tuhanmu tidak bisa datang kan buat bantu kita, jadi lebih baik kita harus kuat untuk berjalan, pasti nanti akan ada taxsi atau orang yang mau kita tumpangi mobilnya,, "


"Tapi kakiku udah sakit kak, kita istirahat aja dulu di sini,, "


"Baik lah kita istirahat di sini dulu, baru nanti kita lanjut jalan lagi,, "

__ADS_1


Eva dan Sam duduk di pinggir jalan, dan koper mereka yang jadi kursinya, karena seharian jalan, mereka berdua sudah sangat kucel, sepertinya julukan gembel sudah tepat untuk mereka.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2