
Ibu dan Tiwi lalu masuk ke kamar mereka masing masing, dan membiarkan Rara dan Bimo mengobrol berdua saja.
"Kaka juga minta maaf sebelumnya, kalau nanti setelah tau tentang masa lalu Kaka Rara tidak ingin menikah dengan Kaka, kaka ngga papa, mungkin kita memang bukan jodoh,, "Bimo mengawali bercerita.
"Kaka dengan kakamu dulu satu sekolah waktu SMA,satu angkatan tapi beda kelas,dan kita dulu dari anak yang sama sama tidak mampu, enaknya kakamu masih punya ibu dan adik, sedang Kaka hanya anak yatim piatu yang di asuh oleh Bibi dan paman, itu pun mereka terpaksa merawat kaka karena kaka sudah tidak punya sanak sodara selain mereka, dan Kaka tumbuh jadi anak yang nakal karena kurang kasih sayang orang tua, kaka kenal kakamu dari kita sama sama kerja dalam satu kerjaan yang sama, apa kamu sudah tau apa pekerjaan kakamu sebelumnya,? "Rara mengangguk.
"Kaka bekerja seperti yang kakamu juga kerja, kita ke jakarta pun bersama, dan saling bantu satu sama lain saat kesulitan, sampai kuliah kita pun bareng,dan kita bertiga satu lagi pasti kamu juga kenal kan, dia kak Adit, "Rara mengangguk lagi.
"Tapi kita bertiga sudah insaf, dan yang pertama justru Kaka duluan insafnya karena kaka masuk penjara gara gara terkena kasus, yaitu kasus pesta se*x, Kakamu lah yang membantu kaka keluar dari penjara, sampai menyewa pengacara handal dan mahal untuk bisa membebaskan kaka dari penjara, dan saat keluar dari penjara kaka langsung insaf,lalu kaka melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, kaka di terima kerja dan sampai sekarang masih bekerja, "
"Jadi kaka ini hanya seorang yatim piyatu, dan dulu kerjanya adalah seorang gi**golo,soal nanti kalau kita benar nikah dan kita nanti pindah ke jakarta ,kaka justru senang kalau Ibu dan Tiwi ikut kita, karena rumah pasti nantinya akan menjadi rame, karena selama ini kaka hanya hidup sendiri, "Dalam hati Rara sebenarnya ada rasa takut saat mendengar pekerjaan Bimo, tapi Rara juga berfikir kembali, kakanya dulu bekerja seperti itu karena terpaksa dan sekarang sudah benar benar insaf, dan ngga ada orang yang sempurna di dunia ini.
"Semuanya sudah kaka ceritakan, tidak ada yang di tutupi, sekarang terserah Rara mau menerima atau tidak, Kaka hanya bisa berdoa saja sekarang supaya Rara mau menerima segala kekurangan kaka,, "
"Boleh beri waktu Rara untuk berfikir sampai besok, besok Rara akan beri jawabanya,, "
"Iya,, kaka akan tunggu besok, "
Setelah pembicaraan itu, Bimo pulang ke Hotel, dan Rara menyuruh menggunakan motornya, agar bisa cepat sampai,karena kalau pakai taxsi pasti lama sampai.
Saat selesai makan malam,Rara langsung masuk kamar karena Rara mau menelfon Alvin.
__ADS_1
"Hallo Kak,, "
"Iya Hallo,, ada apa, tumben telfon,, "
"Kaka sibuk ngga,,? "
"Ngga, ini baru selesai makan, ada apa,,? "
"Ini kak, Adek mau tanya tentang kak Bimo, "
"Oh tanya tentang Bimo,, tanya soal apa,,? "
"Apa Adek serius ingin menikah denganya, bukanya Adek bilang ingin kuliah dan mendapatkan nilai terbaik dan nantinya ingin bekerja, dan Adek ingin kaka juga Ibu bangga pada Adek,, "
"Kaka tidak melarang Adek untuk menikah, tapi kaka hanya ingin Adek tidak salah ambil keputusan yang nantinya membuat Adek jadi menyesal,kalau sudah menikah seorang perempuan harus menurut pada kata suami karena kalau sampai tidak menurut akan dosa, jadi fikirkan baik baik,, "
"Dan masalah Bimo, setau kaka memang Bimo sudah insaf, dia tidak lagi bekerja kaya dulu, Bimo orangnya sudah cukup dewasa, baik dan tidak banyak tingkah,kaka lihat sepertinya orangnya bertanggung jawab kok, "
"Makasih ya kak atas nasehat dan informasinya, Rara juga akan fikirkan baik baik untuk keputusan yang akan Adek ambil, "
"Iya,, fikirkan dengan tenang dan kalau butuh bantuan kaka, kaka siap membantu, "
__ADS_1
"Iya kak ,,kak Kay gimana kabarnya,,? "
"Kak Kay baik,, ini lagi di deket kaka, lagi makan buah, mau ngomong,,? "
"Pengin sih, tapi besok aja deh kak, sekarang udah malam, takut ganggu,, "
"Oh gitu,, Ibu sehat kan,, "
"Ibu sehat,, ya udah dulu ya kak, Rara matiin dulu,, "
"Iya,, "
Setelah itu telfon pun mati, dan Rara melihat ke hpnya lagi, dari tadi sebenarnya Rara sedang menunggu Bimo menelfon apa kirim pesan, tapi dari sore tadi Bimo belum ada kabar, Rara menjadi merasa kuatir, Rara sedang bimbang anara telfon atau tidak.
Rara ahirnya menelfon duluan karena merasa kuatir. telfon pun terhubung dan Rara sedikit takut.
"Hallo,,,, "suara perempuan.
"Hallo,, anda siapa yah, ? kak Bimonya mana,"
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1