
"Terus Mas mau atau ngga,,? "tanya Kay.
"Mas belum tau dan masih mempertimbangkanya, kalau menurut kamu gimana,, "
"Kalau menurut Aku terima aja Mas, soalnya ini bisa buat batu loncatan Mas yang ingin buat usaha sendiri kan, "Alvin pun sambil berfikir mendengar pendapat Kay.
"Iya benar juga sih,, tapi Mas juga harus bicara dulu sama Ibu ,dan meminta pendapatanya,, "
"Iya harus itu mah Mas,, "jawab Kay.
"Mau ke mana,, ?"tanya Alvin saat Kay akan keluar dari kamar.
"Mau ke Ibu,, ini sudah sore,dan mau tanya mau masak apa buat makan malam,, "jawab Kay.
"Cium dulu,, baru pergi, "sambil menujuk ke pipi.
Kay pun tersenyum lalu menurut mencium Pipi Alvin sekilas, lalu Alvin berbalik dan menahan Kay agar tidak pergi dulu, dan Alvin lalu mencium bibir Kay sekilas juga.
"Ya sudah sanah keluar,, masak yang enak yah,, "Kay pun mengangguk.
Di dapur Ibu sedang mencuci beras, dan Kay bertanya pada Ibu mau masak apa.
"Ibu buat makan malam mau masak apa,,? "
"Cuman ada sayur daun singkong Nak,dan sama ibu mau di masak santan,, "
"Wah,, sepertinya enak, kalau ngga ada lauknya Kay beli ke warung dulu ya Bu, "
"Ngga usah repot repot Nak,, sayur daun singkong sama sambal juga sudah enak kok,, tapi maaf ya Nak adanya cuman ini aja,, "
"Kay doyan kok Bu,,jadi Ibu ngga usah merasa ngga enak, Kay mau ajak Tiwi ke warung ya Bu,, "Lalu Ibu pun mengizinkan.
__ADS_1
Tiwi dan Kay pergi berdua jalan kaki menuju warung, dan saat di warung Kay belanja sangat banyak, Kay ingin menyetok lagi biat Ibu di rumah.
"Wi,, ini sodara kamu apa siapa, kok baru kelihatan kayanya,,? "tanya Seorang Ibu.
"Ini istrinya Kak Alvin Bu,, "jawab Tiwi, sedang Kay masih sibuk memilih belanjaan.
"Wah Sepertinya Alvin dapet orang kaya yah, lumayan lah bisa di manfaatkan sama keluarganya yang miskin itu,, "
"Iya,, buat makan aja susah mereka, pasti senang tuh dapet menantu orang kaya, "Kata si Ibu ibu satunya. Tiwi yang mendengarkan Ibu ibu itu membicarakan keluarganya hanya diam.
"Eh Mba ini benar istrinya Alvin,,?"Tanya pada Kay. Dan Kay pun mengangguk sambil tersenyum. lalu Kay mendekat ke Tiwi.
"Kok Mba udah cantik dan sepertinya kaya mau sih sama Alvin yang miskin itu, dan gosipnya Alvin di kota kerjanya itu ngga benar loh Mba,, "
"Kak,,, "kata Tiwi memanggil Kay, sepertinya Tiwi sedikit takut. Kay menggelengkan kepalanya.
"Maaf Ibu ibu bukanya saya ngga sopan, tapi membicarakan orang itu tidak baik loh, apa lagi di sini ada keluarganya, itu tidak baik loh Bu,, "
"Kita hanya memberi tau Mba, dan itu semua fakta, banyak yang bilang kalau Alvin itu laki laki ngga baik,,dan orang miskin lagi,, "
"Di bilangin malah sosok an,, biarin aja dia, nanti dia juga tau kalau keluarganya Alvin cuman mau manfaatin doang,,"lalu 3 ibu ibu itu pun pergi.
Di sebrang warung, rupanya ada Rara yang dari tadi melihat kejadian Kay dan Tiwi yang sedang di hina oleh para Ibu ibu. Rara yang memang sebenarnya orangnya perasa, ahirnya langsung menjauh sambil menangis, Rara pun langsung pulang, Rara melihat Kay begitu membela keluarganya merasa sedih, karena dirinya justru selalu membuat masalah dengan Kay.
Rara masuk kerumah dan langsung mencari ibunya,setelah bertemu Ibu, Rara memeluknya dan sambil menangis.
"Loh kenapa Rara menangis,, ada apa,,? "tanya Ibu .
"Ibu,,, Rara melihat Tiwi dan Kak Kay di hina di depan warung,, "sambil menangis.
"Di hina gimana maksud kamu Ra,,? "
__ADS_1
"Ibu ibu yang di warung menghina keluarga kita dan mengatakan yang jelek jelek pada Kak Kay,, "
"Sekarang Tiwi sama Kak Kay di mana Ra,,? "tanya Alvin langsung saat keluar dari kamar karena mendengar Rara berbicara pada Ibu.
"Masih di warung Kak,, "Alvin yang akan langsung pergi saat mendengar Tiwi dan Kay di mana, di jegah dulu oleh Ibu.
"Vin,, biarkan orang berkata jelek tentang keluarga kita, kita tidak perlu membalasnya, karena kalau kita membalasnya sama aja kita dengan mereka,, "Alvin mengangguk tanda mengerti perkataan Ibu.
Alvin keluar dari rumah dan langsung menuju warung, sampai di sana Kay dan Tiwi sedang kerepotan Bawa belanjaan.
"Kenapa belanja segini banyaknya sih Kay,,? "Kay yang tidak tau kedatangan Alvin langsung kaget.
"Eh Mas,, ini buat setok di rumah Mas,, ayo bantuin angkat, untung Mas datang jadi bisa bantu bawa,soalnya Aku sama Tiwi sedang bingung tadi cara bawanya mau gimana,, "
"Wah Alvin kamu beruntung banget loh punya Istri kaya mbanya ini, sudah cantik, baik dan ngga pelit lagi,, lihat belanjain buat Ibu mu aja ngga nanggung nanggung,, "Alvin hanya tersenyum saat pemilik warung berkata.
Lalu Alvin, Kay juga Tiwi pulang dengan membawa barang belanjaan.
"Nak Kay belanjanya banyak banget gini sih,, Ibu jadi ngga enak, karena setiap Nak Kay dateng selalu aja belanjain terus,, "
"Ibu,, Kay juga kan anak Ibu, jadi Ibu ngga boleh ngga enak gitu ,kita kan keluarga,, "
"Maaf kalau tadi ada tetangga yang bicara kurang enak pada Kamu,, kalau kamu merasa kurang nyaman dengan perkataan Ibu ibu di sini katakan saja, biar kamu ngga ada ada fikiran yang gimana gimana,, "kata Alvin.
"Ngga ada yang menyinggung Aku kok Mas,,biarkan aja mereka berkata, kita ngga usah meladeninya,, kita makan ngga minta sama mereka kan,, "jawab Kay.
"Bu,, ayo kita masak buat makan malam, Kay tadi beli daging, soalnya Kay pengin di buatkan rendang lagi oleh Ibu,, "
Lalu Ibu dan Kay masuk dapur untuk memasak, sedang Tiwi dan Alvin menata barang belanjaan yang tadi di beli.
Saat makan malam,Rara meminta maaf pada Kay tentang sifatnya selama ini, dan Kay pun memaafkan, mereka berlima makan malam dengan suasana yang bahagia.
__ADS_1
"Bu,, Alvin di tawari kerjan sama teman, tapi di kota. Menurut Ibu Vian trima tawaran kerja ini atau ngga,,? "
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..