
Sampai di apartemen Kay langsung masuk kamar dan menjatuhkan badanya di kasur. sambil meraba pipinya yang sakit bekas tamparan Eva.
Sampai tidak terasa Kay tertidur dengan pulasnya setelah tadi menangis.
Alvin pulang kerja langsung masuk ke apartemen , dan saat buka pintu Alvin melihat ada sepatu yang Kay pake tadi pagi, lalu Alvin mencari Kay di ruangan dan di dapur ,saat tidak terlihat Alvin langsung masuk ke kamar.
Lalu Alvin melihat Kay yang sedang meringkuk di atas kasur. Alvin langsung bernafas lega. Alvin lalu mendekatinya dan duduk di kasur sebelah Kay yang tertidur.
Alvin melihat ada air mata di sudut mata Kay, Alvin sudah merasakan kalau Kay sedang tidak baik baik saja. Mata Alvin tanpa sengaja melihat ke arah pipi Kay yang merah dan sudah agak bengkak, karena pipi Kay yang putih membuatnya terlihat dengan jelas bekas jari di pipi Kay.
Alvin mengusapnya pipi merah itu dengan hati hati, hati Alvin rupanya juga ikut sakit dan sedih saat melihat istri tercintanya tersakiti.
Lalu Alvin mengganti bajunya, setelah itu menuju dapur untuk memasak buat makan malam.
Saat Alvin sedang fokus memasak, dari belakang Kay memeluknya. Kay menenggelamkan wajahnya di punggung Alvin. lalu Alvin berbalik dan meletakan pisounya dulu.
Alvin ikut memeluk Kay, dan mereka lalu berpelukan,Alvin sambil mengusap punggung Kay dengan tanganya.Kay merasa sangat nyaman dalam pelukan Alvin dan sampai tidak mau melepasnya.
"Duduklah,, biar Mas ambil salep buat obati pipimu,, "sambil melepaskan pelukanya Alvin berkata.
Lalu Kay berjalan menuju sofa, sedang Alvin mengambil salep di meja dapur, tadi saat Kay masih tidur Alvin memesan salap lewat aplikasi, dan saat orangnya mengantar Alvin meletakan di meja dapur karena sedang memasak.
Alvin mendekati Kay dan duduk di sebelahnya,Lalu Alvin membuka salepnya dan langsung mengoleskan ke pipi Kay, Kay sedikit kesakitan saat Alvin tidak sengaja menekanya. Alvin lalu sambil meniup dan mengolesi pipi Kay dengan salap.
"Ada apa,, hemm,, dan siapa yang melakukanya,? apa laki laki yang tadi siang,, "Kay menggeleng.
"Lalu,, siapa yang melakukanya,,? "
"Mamah,, "jawab Kay dengan pelan, Alvin yang kaget langsung mengepalkan tanganya.
"Ada apa,? kok bisa Mamahmu sendiri melakukan ini pada kamu,, anaknya sendiri,, "kata Alvin dengan rasa kecewa.
"Dia bukan Mamah kandungku, dia hanya Mamah sambung,, "
"Apa,,,! seriuss,,, "Kay mengangguk, Alvin langsung memeluk Kay.
__ADS_1
"Ya Tuhan,, sungguh Mas ngga menyangka kalau Mamahmu itu hanya Mamah sambung,"kata Alvin lagi.
"Lalu Mamah kandungmu di mana, "Kay menggeleng.
"Aku ngga tau Mamah kandungku masih hidup atau ngga Mas, karena Aku juga sudah lupa dengan wajah Mamah, di rumah sudah tidak ada foto Mamah lagi, papah sudah membuangnya semua,, jadi Aku ngga ingat sama sekali,, "
Alvin makin mengencangkan pelukanya, dan menciumi kening Kay.
"Apa kamu ngga ada keniatan untuk mencarinya,, "
"Aku sih pengin Mas, tapi bingung mau mulai dari mana, dan Aku juga butuh orang untuk membuku ,,"
"Mas akan bantu,, apa boleh,,? '
"Apa Mas serius mau bantu,, "
"Serius,, Mas akan bantu dengan semampu Mas,, "
"Makasih ya Mas,,, "Alvin mengangguk.
"Kita makan yuk, nanti setelah makan kamu minum obat, biar pipi kamu besok tidak sakit lagi,, "
"Duduklah Mas akan siapkan,, "
Lalu Alvin menata makananya di meja, dan. mereka berdua makan malam bersama.
"Yang,, apa keluarga kamu punya pengacara pribadi,, "
"Ada,, kenapa Mas,, "
"Apa sudah lama menjadi pengacara keluarga pribadi kamu Yang,, "
"Sudah,, denger denger dari Kay masih kecil,, "
"Bagus itu, kita bisa tanya tentang Mamah Kamu sama pengacara keluargamu itu,, "
__ADS_1
"Oh iya ya Mas,, kenapa Aku ngga kepikiran yah,, "
"Besok Aku sebelum ke kantor mau menemunya dulu deh Mas di kantornya,, "
"Iya,, dan kalau dia ngga tau atau mempersulitmu, coba aja cari tau Mamahmu aslinya orang mana, biar nanti Mas akan bantu cari dari data di laptop,, "
"Iya Mas,, "
Lalu mereka berdua lanjut makan dan selesai makan Alvin memberikan obat pada Kay, setelah Kay meminumnya, mereka berdua lanjut ke kamar.mereka berdua naik ke kasur dan saling peluk sambil mengobrol lagi.
"Mas,,, "
"Hemmmm,,, "
"Apa Mas sudah mengantuk,,? "
"Belum,, ada apa, "
"Mas ngga mau tanya tadi siang Aku makan siang dengan siapa,, "
"Mas pengin tau sebenarnya, tapi Mas takut kalau kamu nanti berfikiran kalau Mas terlalu kepo padamu,, "
"Dia Radit, Radit yang akan di jodohkan denganku,, "usapan tangan Alvin di punggung Kay berhenti.
"Aku sudah bilang padanya kalau Aku sudah punya kekasih, dan Aku menolak perjodohan denganya, Radit Tadiny kecewa tapi karena Aku sudah ngga mau lanjutin, Raditpun tidak mau memaksaku, tapi Radit minta tolong pada ku Mas untuk berpura pura mau di jodohkan denganya, karena orang tua Radit sangat menginginkan Aku untuk jadi menantunya, tadinya Aku ingin menolaknya tapi Radit memohan supaya Aku mau,, "
"Trus sampai kapan Kamu mau berpura pura mau dengan perjodohan itu,, "
"Radit ngga bisa pastiin sampai kapan, tapi setelah Radit bilang ke orang tuanya kalau kita berdua ngga cocok dan tidak ingin lanjut, baru kita benar benar berpisah dan menyudahi semuamya,"
"Apa dia serius, ngga ada rencana licik,, "
"Kayanya sih ngga Mas,, "
"Ya udah Mas akan coba percaya, tapi Kalau kamu mau pergi denganya lagi tolong beri tau Mas, dan yang penting sih dia sudah tau kamu. punya kekasih, jadi Mas sedikit merasa senang kalau kamu mengakui adanya Mas,, "
__ADS_1
Setelah selesai mereka mengibrol, mereka lalu tidur dengan saling berpelukan.
Jangan lupa like,komen dan vote terimakasih...