
Rara lalu bangun dari duduknya, setelah meletakan nampan yang berisi makanan di atas meja.
"Maaf anda siapa yah,, "
"Tanya saja sama laki laki brengsek itu, pasti dia tau siapa saya,, "
"Ya akan saya tanyakan padanya nanti, tapi perbuatan anda yang telah sengaja menabrak itu termasuk kriminal, "
"Itu balasan buat orang seperti dia,, "sambil menujuk ke Bimo.
"Saya tidak tau alasanya apa, tapi harusnya jangan bertindak seperti itu, karena anda memainkan nyawa seseorang,, "
"Saya tidak peduli dengan nyawa dia, karena saya justru ingin dia mati,, "
"Sebaiknya anda pergi saja, karena anda ke sini justru membuat keributan dan mengganggu saja,, "
"Kamu tuh siapanya dia sih, anak kecil tapi sok banget ,,"
"Aku calon istrinya,, kenapa,? "
"Hahaaaa,,, kamu jangan mau di tipu sama dia, dia itu laki laki bereng*sek, bajin*gan tau ngga, kamu pasti cuman mau di manfatkan doang,, "
"Terimakasih atas infonya, iya saya akan lebih hati hati lagi, sekarang lebih baik anda keluar, karena sangat mengganggu,, "
"Saya tidak akan keluar sebelum saya berbicara dengan dia,, "karena Rara dari tadi menghalangi jalanya untuk mendekati Bimo.
"Saya tidak mengizinkan, silakan keluar,, "kata Rara sambil menujuk ke pintu.
"Tidakk,, "sambil matanya melotot tajam ke arah Rara.
"Saya bilang keluar, atau saya pangil keamanan rumah sakit untuk menyeret anda,, "sambil menujuk pintu lagi.
"Saya ingin bicara dengan laki laki brengsek itu, awas minggir,, "sambil menyingkirkan Rara, tapi Rara dengan sigap langsung mendorong perempuan itu ke arah pintu.
"Sudah saya katakan,, saya tidak mengizinkan,, "
"Dasar wanita kurang ajar,, "tapi Rara ngga peduli dengan ucapan wanita itu, dan terus mendorongnya keluar.
__ADS_1
Bimo yang melihatnya rasanya ingin bangun takut Rara kenapa kenapa, tapi rupanya Rara bisa mendorong wanita itu keluar dari ruang rawat Bimo.
Sekitar 10 menit Rara masuk lagi ke dalam rawat inap Bimo setelah membawa wanita itu keluar dari rumah sakit.
"Maaf jadi menyusahkan mu,,"kata Bimo.Rara menggelengkan kepalanya tapi sambil diam.
"Siapa dia kak kalau boleh tau,, karena sepertinya dia menyimpan dendam pada kaka,? "
"Kaka lupa lupa ingat, tapi sepertinya dia temen SMA kaka,,karena wajahnya sedikit berubah, "
"Sepertinya dia sangat kesal dan marah banget sama kaka, apa kalian dulu punya masalah,,? "
"Dia dulu pacar kaka, dan kita putus karena ada masalah,, "
"Masalah apa kak kalau boleh tau,? "
"Dia hamil,,"
"Hamil,, hamil anak kaka,,?"Bimo yang baru bicara langsung di potong oleh Rara.
"Kaka jelaskan dulu, dan dengar jangan di potong dulu biar tau ceritanya,, "
"Trus gimana kaka membuktikan kalau memang itu bukan anak kaka,,? "
"Kaka dan orang tuanya dia memeriksakan kandunganya pada Dokter dan Doktet mengatakan kalau dia sudah hamil 8 minggu, ya sudah jelas kan kalau itu bukan anak kaka, dan kaka pun meninggalkanya, mungkin gara gara itu dia membenci kaka,, "
"Apa Rara boleh tanya sesuatu kak, tapi ini sedikit, "Rara berhenti berkata karena ngga enak bicaranya.
"Katakan saja, ngga usah merasa ngga enak,kaka ngga papa,, "
"Apa kaka ngga takut terkena penyakit karena sering melakukan itu,, "Rara dengan pelan berkata.
"Kaka tau yang kamu takutkan, kaka saat melakukan itu selalu pakai pengaman kok, tenang aja, kalau kamu ragu kaka bisa kok tes kesehatan agar kamu juga ngga takut dan ragu,, "
"Maaf kak, Rara hanya takut,,, "
"Iya,, kaka ngga marah dan kaka ngerti,, besok kalau kaka sembuh kaka akan periksa kesehatan badan kaka semuanya ,"
__ADS_1
"Nanti kalau ada Ibu jangan bilang Kaka di tabrak dengan sengaja ya kak, biarlah yang p terjadi, Rara ngga enak kalau ibu sampai tau,, "
"Iya,, kaka akan menurut padamu,, "Rara pun tersenyum.
Lalu Dokter dan suster datang untuk memeriksa, dan setelah Dokter selesai Rara membantu Bimo untuk minum obat.
Siang hari Ibu di antar Tiwi datang menjenguk. Setelah sampai ruangan BimoTiwi langsung pamit untuk pergi ke sekolah langsung.
"Maaf ya Bu,, saya jadi merepotkan,, "kata Bimo.
"Ngga kok nak,, ini kan musibah,,nak Bimo yang sabar yah"Bimo hanya mengangguk.
"Kak Rara ibu bawa makanan, sanah makan dulu,jangan sampai kaka juga ikut sakit,, "
"Tapi Rara belum lapar Bu,, "
"Tapi ini udah waktunya makan, jadi harus makan,harus di paksa ,,"
"Makan dulu,, "kata Bimo saat Rara menatapnya, Rara hanya mengangguk.
Sore hari sekitar jam 5 sore Alvin datang, hanya sendiri karena Kay tidak boleh ikut.
"Kak,,,, "kata Rara sambil cium tangan, lalu Alvin juga mencium tangan Ibunya.
Alvin lalu mendekati Bimo, dan tersenyum sambil menggeleng.
"Ngga usah senyum gitu, ini tuh sakit beneran tau ngga,, "
"Masa jagoan sakit,, "sambil menejan tangan Bimo.
"Aduhhhh,,, sakit Vin, jangan gila kamu,,"
"Hahaa,,, "
Lalu Alvin dan Bimo mengobrol dan Alvin langsung mengambil keputusan.
"Dek,, kalau kamu mau merawat Bimo di sini, kamu harus menikah dulu denganya, karena kalau kalian tidak menikah itu tidak baik, kalian belum muhrim,, "kata Alvin pada Rara.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...