MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Baru Memandangnya, Belum Melakukan


__ADS_3

Alvin pulang dari kantor sekitar jam 5 sore, dengan wajah yang terlihat sangat lelah. Kay yang mendengar mobil Alvin langsung keluar dan menyambut Alvin.


"Hai Mas,,, "sambil mencium tangan Alvin, dan Alvin hanya tersenyum.


"Cape yah,, "sambil menggandeng tangan Alvin.


"Iya,,, banyak banget yang harus di periksa lagi, dan harus teliti,, "


"Lagian tadi Aku ngga boleh ikut, kalau Aku ikut kan ada yang bantuin,, "


"Mas ngga mau kamu kecapean,, "


"Kalau Aku cape ya kan bisa istirahat dulu,, besok Aku ikut aja ya Mas,,, "


"Ngga usah,,, Mas masih bisa hendel semuanya kok,, "


"Ya udah terserah Mas aja,, Mas mau minum apa biar Aku ambilkan,, "


"Biar Mas ambil sendiri aja,, "mereka berdua masuk ke dapur, dan Alvin langsung mengambil minum.


"Mas,, Aku mau tarik mba sama Bibi yang kerja di rumah lama, boleh ngga? biar Mamah ngga cape,, "


"Itu ide bagus,, Mas sangat setuju,, "


"Iya Mas,, besok mereka akan datang kesini,, tadi soalnya Aku dah menelfon mereka dan mereka katanya mau,, tapi Aku nunggu izin dari kamu dulu Mas,, "


"Iya udah,, suruh mereka datang, ayo ke kamar, Mas pengin istirahat,, "sambil merangkul pundak Kay lalu mencium keningnya kay sekilas.


Sampai di kamar Alvin masuk kamar mandi ,Alvin akan mandi agar badan terasa segar. setelah mandi Alvin lalu memakai baju yang sudah di siapakan Kay.


"Yang,,, Mas boleh minta sesuatu ngga,,? "sambil ikut duduk di sofa dekat Kay.


"Minta Apa Mas,, "


"Mas ingin memindahkan Fitri ke bagian lain,,"


"Emangnya kenapa dengan Mba Fitri,,?apa bikin kesalahan,,? "Alvin menggeleng.


"Nga buat kesalahan, cuman Mas risih denganya, karena baju yang dia pakai selalu kekurangan bahan,, "Kay langsung tertawa dengan kencang karena lucu dengan keinginan Alvin.


"Mas Mas,, bukanya laki laki lebih senang yah lihat seperti itu,, "setelah Alvin menutup mulutnya karena Kay terus saja tertawa.


"Tapi ngga dengan Mas,,Mas justru merasa geli melihatnya,, "


"Masa sih Mas,, bukanya yang gede itu mengg*airahkan"Alvin menggeleng sambil badanya mengkirig.


"Trus nanti siapa yang bantuin Mas,, kata Mas banyak kerjaan kan, nanti Mas keteter dan pulangnya bisa bisa malam loh,, "


"Mas menyuruh Bimo untuk kerja jadi asisten dan sekaertaris sekalian, menurut sayang gimana,,? "


"Itu justru ide bagus,, nanti urusan Mba Fitri biar Aku yang urus,, "

__ADS_1


"Trimakasih ya sayang,, "sambil mengusap rambut Kay, Kay pun mengangguk.


Kalau Bimo dan yang lainya saat ini sedang menikmati makan malam. setelah selesai Rara dan Tiwi merapikan meja dan cuci piring. sedang Ibu sudah masuk ke kamar.


"Kak Bimo,, Tiwi ada PR bisa bantu ngerjain ngga,,? "Bimo saat ini masih duduk di bangku meja makan. menemani Rara dan Tiwi beres beres.


"Boleh,, tapi kenapa ngga minta ajarin Kak Rara,, "


"Ngga mau ah sama kak Rara,, soalnya kak Rara suka ngomel ngomel kalau Rara ngga ngerti,, "Rara yang mendengar langsung melotot ke Tiwi.


"Masa sih,, kak Rara ngga suka ngomel ngomel kok, kak Rara baik kok,, "


"Iya baik ke kak Bimo sekarang karena udah jadi suaminya, kemarin waktu belum jadi suaminya Kak Rara juga galak kan ke kak Bimo,, jutek lagi,, "


"Adekkkk,,, "Tiwi langsung menutup mulutnya saat Rara sudah kelihatan mau ngomel. sedang Bimo tersenyum melihatnya.


"Kak,, Tiwi tunggu di depan yah, Tiwi takut,, "Tiwi langsung keluar dari dapur.


Rara lalu membantu Bimo bangun, saat akan berjalan Bimo tiba tiba mencium pipi Rara.


"Makasih Sayang,, "Rara langsung menundukan wajahnya karena merasa malu. dan jantungnya berdetak dengan cepat karena kelakuan Bimo yang suka tiba tiba main cium.


Lalu mereka pun ke ruang depan, dan sudah ada Tiwi yang sudah duduk.


"Coba kaka lihat, mana PRnya,, "sambil mengambil buku dari tangan Tiwi .


"Kak,, Rara di kamar yah, Rara mau ngerjain tugas kuliah,, "


Bimo lalu membantu Tiwi mengerjakan PR nya, setelah setengah jam ahirnya selesai, lalu Bimo dengan berjalan pelan masuk ke kamar.


"Kak,, mau Tiwi bantu ngga,,? "Tiwi melihat Bimo jalanya kesakitan.


"Ngga usah,, Kaka bisa kok,, udah sanah masuk kamar dan tidur ini udah malam,, "


"Iya,, "


Bimo lalu masuk kamar, dan melihat Rara sedang sibuk menulis. Bimo lalu mendekati Rara.


"Masih banyak, "sambil mengusap kepala Rara. Rara lalu mendongak dan tersenyum.


"Ini dikit lagi,, Kaka istirahat aja dulu sanah, Rara selesain dulu, nanti baru Rara nyusul,, "


"Ya udah,, kaka ke kasur dulu,, "sebelum pergi mencium rambut Rara, dalam hati Rara rasanya sungguh berdesir setiap Bimo menciumnya.


Bimo lalu dengan pelan naik ke kasur, dan sambil menunggu Rara selesai ,Bimo memainkan hpnya.


Bimo melihat lihat rumah minimalis di hpnya, dan Bimo berniat untuk mengambilnya, tapi secara menyicil, karena Bimo bukanlah orang kaya yang bisa beli rumah dengan gampang.


"Lihat apa sih Kak,, sepertinya serius banget, ?"tanya Rara yang sudah naik ke kasur.


"Sinih sayang mendekatlah,, ini lihat bagus ngga,,? "Hp sambil di arahkan ke Rara saat Rara sudah dekat denganya.

__ADS_1


"Bagus,, rumah siapa itu Kak,,? "


"Kaka lagi lihat lihat dan pengin ambil buat kita tempati nanti, tapi kredit karena kaka ngga punya uang buat beli kes, menurutmu gimana,,? "


"Rara ngikut kaka aja bagai mana baiknya, Rara akan mendukung,"


"Makasih,, "Rara dan Bimo pun tersenyum bersama.


Mata mereka pun saling pandang, dan tangan Bimo berlahan memegang pipi Rara, sambil mengusapnya juga, Rara terlihat malu dan menundukan pandanganya.


"Apa kaka boleh meminta hak kaka malam ini,,?"Rara merasa gugup dan bingung harus menjawab apa.ahirnya hanya diam.


"Kalau kamu belum siap ngga papa, kita tidur aja yuk,, "sambil melepaskan Tanganya di pipi Rara. tapi Rara langsung memegang tangan Bimo.


"Ra,,Rara sudah istri kaka, jadi kaka boleh melakukanya, karena itu hak kaka,, "


"Tapi kaka tidak akan melakukanya kalau Rara belum mau atau belum siap,, "


"Rara sudah siap,, lakukan lah kak,, "sambil Rara menatap Bimo.


"Trimakasih,, "Bimo lalu mencium kening Rara dan memeluknya.


Lalu Bimo melepaskan pelukanya, dan berlahan mendorong Rara dengan pelan agar tiduruan , Bimo langsung ada di atasbadan Rara, dengan sangat pelan Bimo menggerakan badanya.


"Kak,, apa kaki kaka tida sakit,, ?"tanya Rara saat Bimo ada di atas badanya.


"Kaka masih bisa menahan sakit di kaki, tapi kaka lebih tidak bisa menahan sakit di milik kaka ini, "Rara yang tau arah perkataan Bimo langsung diam dan merasa malu.


Bimo lalu pertama mencium kening, dan turun ke dua pipi, terahir di bibir. Ini ciuman pertama bagi Rara dan Rara yang tidak tau harus gimana hanya membuka mulutnya setelah tadi lidah Bimo menrobos masuk.


Bimo yang memang sudah pintar bagai mana memanjakan wanita, langsung bisa membuat Rara tera*ngsang hanya dengan ciumanya.


Tangan Bimo sibuk dengan langsung masuk ke dalam baju Rara, rupanya tangan Bimo langsung menuju dada Rara.


Badan Rara langsung tegang saat tangan Bimo meremas Dadanya.


"Aahhhh,, "suara dari mulut Rara karena merasakan remasan tangan Bimo.bibir Bimo masih sibuk bermain di bibir Rara, dengan sedikit rakus Bimo memainkan bibir atas bawah milik Rara, sesekali lidah Bimo di masukan dan bermain dengan lidah Rara.


Puas berciuman di bibir, ciuman Bimo turun ke leher, di leher Bimo menj*ilati dan menghisapnya sampai menimbulkan tanda merah di beberapa titik, Rara hanya bisa memejamkan mata dan mencengkram seprei sambil menikmati sentuhan sentuhan tangan Bimo.


Lalu Tangan Bimo melepaskan kancing baju tidur Rara agar terbuka, karena susah Bimo lalu bangun dari atas badan Rara, dan Bimo melepaskan baju dan celana Rara, yang tersisa hanya dalaman saja sekarang.


Mata Bimo terbuka lebar saat melihat badan mulus Rara, Bimo memandangi dari bawah ke atas tanpa berkedip. Rara itu tidaklah pendek dan tidak tinggi, badanya kecil tapi punya dada yang cukup besar, saat tadi Bimo memegang dada Rara masih sangat kencang, bertanda masih fres,,


Rara yang merasa malu langsung menutupi bagian dada dan intinya dengan kedua tanganya, tapi Bimo lalu menarik tangan Rara.


"Jangan di tutupi, kaka sedang melihat dan kagum dengan ciptaan Tuhan yang terlihat sangat indah ini,"Rara yang merasa malu lalu membuang pandanganya ke samping.


**Besok lagi yah,, aku kan bilangnya nyicil, kl bsk insaaloh ful,, dan habis traweh bacanya yah,, jangan siang takutnya jadi batal puasa kalian..


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih**..

__ADS_1


__ADS_2