
Saat Alvin sedang tidur siang Kay pun keluar untuk membeli makanan, setelah mendapatkanya Kay pun kembali ke kamar rawat Alvin.
"Dari mana,,? "tanya Alvin saat melihat Kay yang baru masuk ke dalam.
"Beli ini,, "jawab Kay sambil menunjukan kantong kresek.
Kay lalu duduk di sofa dan mulai memakanya. dan Alvin terusaja menatapnya, membuat Kay merasa risih.
"Jangan menatapku terus, Aku lagi makan. rasanya jadi ngga enak kalau di lihatin terus,, "kata Kay tanpa melihat ke Alvin. Sedang Alvin hanya tersenyum tipis.
"Makan pakai apa,,? "tanya Alvin.
"Pakai ayam bakar sama krupuk,, "Kay menjawab tapi tanpa melihat ke Alvin.
"Kenapa ngga pake sayur,,? "
"Ngga begitu suka,, "Alvin pun mengangguk.
"Punya no telfon Tiwi ngga,,? "
"Kenapa emangnya,,? "baru lah Kay melihat ke Alvin.
"Tolong Bilang ke Tiwi, jangan kesorean datang ke sininya,, "
"Emang Mas butuh sesuatu,,? "Alvin menggeleng.
"Badanku keringatan setiap minum obat, rasanya badanku jadi lengket, Aku mau minta tolong Tiwi untuk mengelap badanku, biar badanku enakan,, "
"Aku panggil perawat cowo aja yah buat bantu mengelap,, "sambil Kay membereskan bekas makanya yang sudah habis.
"Ngga usah,, itu pasti nanti ada tampahan biyaya,, "
"Ngga usah fikirin biaya sih Mas,, sekarang yang penting cepat sebuh dan cepat pulang,, "
"Kamu enak ngomongnya karena ada uang, kalau Aku ngga ada uang jadi ya di fikirkan, ngga semuanya di lakukan dengan cara yang harus ngeluarin Uang kan,, karena ada yang bisa melakukanya dan itu tidak perlu memakai uang, "kata Alvin. Kay yang merasa tersinggung langsung keluar dari ruangan dan membanting pintu dengan kasar.
__ADS_1
Alvin diam tak berkata, Alvin langsung menyesali perkataanya pada Kay yang telah menyinggungnya, bagai mana pun Kay sudah baik hati untuk membayarkan rumah sakitnya, tapi justru sekarang dirinya berkata yang membuat Kay marah dan sakit hati.
Sedang Kay langsung lari keluar, dan menuju taman rumah sakit, Kay duduk di bangku yang ada di bawah pohon membuatnya tidak kepanasan.
Lalu Kay pun berfikir,tapi bukan fikiran jelek, melainkan berfikiran ,mungkin bagi Alvin mencari uang sangat susah, makanya bukanya pelit tapi selagi masih bisa dengan yang tidak mengeluarkan uang, buat apa kita melakukanya,itu yang Kay fikirkan.karena dari melihat segi ekonomi dan keadaan keluarga Alvin, Kay pun sudah paham bahwa uang sangat berati bagi mereka.
Setelah satu jam Kay berdiam diri di bangku taman, ahirnya Kay memutuskan kembali. ke kamar rawat Alvin.
Saat Kay. membuka pintu Alvin pun melihatnya, dan mata mereka pun saling pandang.
"Maaf,, "kata yang keluar dari mulut mereka berdua secara bersamaan.
Alvin pun tersenyum, tapi tidak dengan Kay, Kay menundukan wajahnya karena malu.
"Maafkan perkataanku tadi yang membuatmu tersinggung, Aku tidak bermaksud apa apa, sungguh....,"kata Alvin.
"Aku yang seharusnya minta maaf, karena Aku yang egois, dan hanya memikirkan perasaanku saja, Maaf,,, "dengan masih menunduk.
"Baiklah kita sama sama salah dan sama sama minta maaf, jadi gimana kalau kita saling memaafkan,,kesinilah mendekat, "Kata Alvin.
Lalu Kay pun dengan pelan mendekat kearah Alvin, setelah sudah dekat Alvin menarik tangan Kay dan menyuruhnya untuk duduk di bangku.
Lalu Kay mengirim pesan pada Tiwi.
"Kamu tidur lah Mas,, biar cepat sembuh harus banyak istirahat,, "
"Aku ngga mau tidur, karena Aku takut saat bangun nanti kamu ngga ada,dan ini hanya mimpi,, "
"Kamu ngomong apa sih Mas,, tidur dan istirahat lah, Aku ngga akan pergi,, "
"Aku takut kamu bohong,, "
"Ngga,, Aku ngga bohong,, "
"Apa Aku boleh tidur sambil menggenggam tanganmu,,?"tanya Alvin. Kay pun berfikir.
__ADS_1
"Ya baiklah,, ini tanganku dan kamu cepatlah tidur Mas,, "sambil mengacungkan tanganya, lalu Alvin mengambil tangan Kay dan di genggamnya langsung.
Alvin pun memejamkan matanya untuk tidur.sedang Kay duduk menemaninya.Tapi Lama kelamaan Kay pun ikut tidur di bangku,dan kepalanya di letakan di kasur dekat tangan mereka yang saling menggenggam.
Entah berapa jam mereka berdua tertidur,Kay terbangun saat Tiwi datang.
"Suttt,,,biar kakamu tidur,dari tadi susah tidurnya,"kata Kay saat Tiwi mendekat,Tiwi pun mengangguk.
Tiwi duduk di sofa,sedang Kay sedang mencoba melepaskan genggaman tangan Alvin dengan pelan.Setelah terlepas Kay pun ikut duduk di sofa bersama Tiwi.
"Kak,,ini ibu bawain makanan buat Kaka,,"
"Kok jadi ngerepotin sih Wi,,"
"Ngga kok kak,,Ibu malah seneng banget masakin buat Kaka,,"
"Hemmm,,masa sih,"
"Serius kak,"jawab Tiwi,dan saat Tiwi mengrtluarkan kotak makanya dari tas,ada benda yang jatoh.
"Itu apa Wi,,?"saat Tiwi mengambilnya.
"Hp kak Alvin,tadi Kaka kirim pesan suruh bawa kan,,"Kay pun mengangguk,lalu mengambil hp Alvin dari tangan Tiwi.Kay pun kaget melihat hp Alvin,Hp jadul yang warna layar dan tulisanya hitam putih.
"Bukanya hp Kakamu bagus ya Wi,,?"
"Iya,,tapi yang bagus itu udah di jual buat biyaya rumah sakit kak,waktu kaka pertama di bawa kerumah sakit ,itu hpnya Tiwi sebelum kak Alvin belikan yang sekarang Tiwi pake,kata kak Alvin asal bisa buat komunikasi sih,,"Kay pun mengangguk.
Kay penasaran dengan no kontak yang ada di hp Alvin,Kay pun lalu membukanya,karena hp kadul jadi ngga ada kata sandi atau kunci,Kay langsung melihat nama nama di kontak Alvin.
Nama yang ada di kontaknya cuman sedikit,sekitar 10 orang,karena memang Alvin sudah insaf jadi sudah tidak menyimpan no tante tante lagi.
Kay sedikit kaget juga sdikit tersenyum,karena melihat nama kontaknya,Alvin memberi nama kontak Kay dengan ISTRIKU.
Saat Kay asik memainkan Hp Alvin,Alvin terbangun dan melihat Tiwi yang sudah datang dan Kay yang sedang sibuk memainkan hpnya.
__ADS_1
**Aduhhh,,pada minta dabel up semuanya sih,,Aku bakalan kasih dabel Up,tapi harus dapat 700 like ,
Jangan lupa like ,komen dan votenya,trimakasih**..