
Esok harinya Ibu di antar Alvin kerumah sakit untuk menjenguk Rara.saat Ibu masuk ruang rawat Rara ,ternyata kedua anak Rara sedang di ajari nen di bantu suster.
"Ibu,,,"kata Rara.
"Iya sayang,,wah cucu ibu sedang nen yah,"
Suster sedang membantu mengajarkan bayi Rara untuk nen,karena Rara belum bisa bangun jadi Rara hanya tiduran.dan kancing bajunya di buka nennya di keluarin.
Alvin karena kaka kandungnya jadi Bimo boleh melihatnya.
Dua bayi Rara bergantian di beri nen,mereka berdua sangat kecil dan lucu lucu.Setelah keduanya sudah di ajari nen oleh Suster ,suster lalu meninggalkan bayinya.
"Ibu ,bapa,bayinya saya tinggal dulu di sini,nanti setengah jam saya akan ambil lagi yah,"
"Baik sus,trimakasih,,"jawab Bimo.
Lalu Ibu menggendong satunya,dan satunya lagi Alvin yang menggendongnya.
"Vin kamu ngga takut yah gendong gitu,?"tanya Bimo saat melihat Alvin dengan lemasnya menggendong anaknya.
"Ngga lah,emang kamu belum gendong,,"
"Belum,Aku ngga berani,,"
"Ya Tuhan,,coba sini Aku ajari,"Alvin.mendekatkan bayi ke arah Bimo,tapi Bimo.ngga mau karena takut.
"Kamu duduk coba,,biar bisa pangku,"Bimo lalu duduk di sofa,dan Alvin dengan pelan meletaKan bayi ke arah pangkuan Bimo,Bimo.sedikit kaku karena ini baru pertama kalinya.
Ibu dan Rara tersenyum melihat Alvin yang sedang membantu Bimo untuk mengajari menggendong anaknya.
__ADS_1
"Awas kak pelan pelan,nak Bimo masih belum bisa,,"kata Ibu.
"Iya Bu,,Kaka pelan kok,,"Bimo sekarang sudah menggendong anaknya ,dan terlihat sangat kaku.
Baru saja 3 menit bayi cantik itu menangis dengan kencang,mungkin karena Bimo yang menggendongnya terasa kaku.
"Vin,,ambil Vin,,kayanya anaku ngga nyaman,,"
Alvin langsung mengambilnya karena Bimo terlihat takut melihat anaknya nangis.
Sedang bayi yang di gendong ibu tidur dengan nyenyaknya,Alvin menggendong lagi anak Rara dan langsung diam dari tangisanya,Rara hanya bisa melihat kedua anaknya yang sedang di gendong Ibu dan Alvin,sebenarnya Rara pengin coba gendong tapi buat duduk aja Rara ngga bisa ,karena masih sakit.
Suster tidak lama masuk dan mengambil kedua anak Rara untuk di bawa keruang kusus bayi.
"Bim,,kamu udah kasih nama belum buat anak anak kamu ,,?"
"Sudah,,,"
"Aku baru dapat nama depanya,dan nama belakang belum Aku buatin,"
"Safa dan Sasi,,,"Ibu dan Rara dengar hanya mengangguk.
"Bagus,,"
"Dulu waktu usg kata dokter cewe cowo dan Aku udah siapi nama,tapi pas keluar cewe cewe,Aku jadi muter otak buat nama lagi,"
"Emang iya,,pas di usg cewe cowo ,?"Alvin seperti tidak percaya.
"Iya serius,tanya aja tuh sama Rara,,"
__ADS_1
"Iya kak,soalnya yang satu saat di lihatin itunya,selalu di tutupin sama kakinya,"Alvin pun mengangguk.
Saat sedang mengobrol hp Alvin bunyi,dan ternyata Tiwi yang telefon Alvin.
"BuAdek telfon nih,,"kata Alvin pada Ibu.Ibu langsung bersukur karena sudah dua hari ini Tiwi susah di hubungin.
"Hallo Dek,,"
"Hallo Kak,,"
"Kamu kemana aja dua hari ngga bisa di hubungi,kaka telfon Adit pun sama susah di hubungi,kalian pergi bersama,,kemana,,!!?"Alvin nada suaranya sedikit keras.
"Kakaa,,"Ibu menggelengkan kepalanya,tanda jangan terlalu keras bicaranya.
"I,,iya Kak,Tiwi pergi bersama kak Adit ,"
"Pergi kemana,?"
"Tiga hari lalu Tiwi dan Kak Adit menghadiri acara ulang tahun perusahaan yang kerja sama dengan perusahaan kaka,dan kita dapet donpres untuk liburan di pulau,jadi Tiwi dan Kak Adit pergi ke pulau itu kak,,"
"Kalian berdua atau banyak yang ikut,,"
"Banyak kok kak,banyak yang ikut,,"Tiwi sedikit takut.
"Rara sudah lahiran,kamu besok harus pulang,ambilah cuti kuliah,kamu kan juga sudah lama ngga pulang,,"
"I,,iya kak,Tiwi akan pulang,,"
"Ya udah dulu,,besok kaka akan belikan tiketnya buat kamu pulang,"Tiwi menjawab Iya lalu telfon pun mati.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih..