
Kay mendekati Alvin yang diam tak bergerak, lalu Kay mengambil tangan Alvin dan mengecek denyut nadinya.
"Mas Alvin hanya pingsan ,,Ibu sama Tiwi ngga usah menangis, lebih baik sekarang kita bawa Mas Alvin ke rumah sakit aja,, "kata Kay.
"Tapi kita sudang ngga ada uang Kak,, "Tiwi yang menjawab.
"Kalau masalah uang jangan di fikirkan dulu,biar nanti Kaka yang urus.sekarang lebih baik kita bawa Mas Alvin ke rumah sakit,,"
"Tapi Nak Kay kita ngga punya uang untuk menggantinya nanti,, "kata Ibu sambil masih menangis.
"Ibu,,, Kay kan masih istri Mas Alvin, Kay juga anak Ibu dan kita ini keluarga, jadi jangan ada kata untuk menggantinya,, "sambil menggenggam tangan Ibu.
"Tiwi sanah cari sewa mobil buat bawa kak Alvin ke rumah sakit,, "Tiwi pun langsung mengangguk dan pergi keluar.
"Bu,, ayo siapin barang yang perlu kita bawa ke rumah sakit,, "kata Kay sambil membantu Alvin memakai kaos kaki, katena kaki Alvin sangat dingin.
Sekitar 20 menit ahirnya mobil pun datang, Alvin di angkat oleh pak supir juga tetangga untuk di bawa kemobil.
Setelah Alvin masuk ke dalam mobil ,Ibu, Kay juga Tiwi pun ikut masuk ke mobil. Rumah sakit rupanya cukup jauh, Ibu membalurkan minyak kayu putih di perut Alvin juga di kening dan hidung, Kay pun menggenggam tangan Alvin yang sangat kurus, beda dengan waktu masih sehat.
Sekitar 40 menit, sampailah mereka di rumah sakit, dan Alvin langsung masuk UGD.
Ibu, Kay dan Tiwi menunggu di depan ruangan di mana Alvin sedang di periksa.
"Bu,, kak Rara Tiwi kabarin yah, biar nanti kalau kak Rara pulang ngga bingung,, "Ibu pun mengiyakan.
Dokter pun keluar, dan bilang kalau Alvin kekurangan cairan dan tipusnya sudah sangat parah, dan untungnya cepat di bawa ke rumah sakit, karena Alvin sudah sangat kritis. Dan Dokter juga bilang kalau Alvin sudah bisa di pindah kan ke kamar rawat, Kay langsung memesan kamar no satu dengan meminta ruangan yang paling luas.
Ibu menangis lagi, dan Ibu pun sampai jatuh terduduk.
"Ibu,, ibu jangan nangis terus, ibu juga sedang tidak sehat,, "kata Tiwi.
Setelah Alvin di pindahkan di kamar rawat yang no satu, Ibu dan Tiwi pun sedikit kaget, karena ruanganya benar benar bagus, kata Tiwi mirip hotel.
__ADS_1
"Nak Kay Ibu sungguh sungguh berterimakasih, kalau Nak Kay tidak datang entah apa yang akan terjadi pada Alvin,, "sambil menggenggam tangan Kay.
"Ibu,, semua bukan karena Kay, tapi karena Tuhan,Tuhan sudah mengatur semuanya, jadi Ibu jangan katir dan jangan banyak fikiran yah,, sekarang Ibu istirahat aja,, atau Ibu mau pulang sama Tiwi biar Kay yang jagain Mas Alvin,"
"Iya Bu,, kita pulang aja yuk, biar Ibu istirahat, "kata Tiwi.
"Ibu masih pengin di sini,Ibu ingin melihat Alvin sampai sadar, Ibu sehat kok ngga sakit, ini juga sudah malam, "
"Ya udah Ibu ,kalau mau Ibu begitu. tapi sekarang Ibu istirahat aja yah, nanti kalau Mas Alvin sadar Kay akan bangunkan Ibu, "Ibu pun menurut, Dan ibu tidur di sofa panjang, sedang Tiwi di sofa yang satuan.
Kay juga sebenarnya merasa lelah dan mengantuk, tapi kalau Kay ikut tidur, nanti siapa yang akan menjaga Alvin, pikir Kay.
Lalu Kay duduk di bangku dekat ranjang pasien, Kay sambil memainkan hpnya. tapi lama kelamaan Kay pun tertidur.
Kay terbangun saat mendengar suara.
"TiWi,,, Ibu,, Ra,, kaka haus,, "karena lampu di matikan Alvin pun tidak tau kalau di sampingnya itu adalah Kay. dan Alvin pun masih merasa lemas.
"Kaka di mana De,, apa kaka di bawa ke rumah sakit lagi,, kita sudah ngga ada uang, kenapa kaka di bawa lagi kesini, nanti bayarnya gimana, Kaka ngga mau jadi beban kalian, biar Kaka di rawat di rumah saja, walau pun kaka nantinya harus pergi itu semua sudah takdir Tuhan, dari pada begini nanti kalian bingung membayarnya,, "Kay hanya diam sambil menahan tangisnya.
"De,,kaka kok mencium bau kak Kay yah, apa kaka segitu merindukanya sampai baunya aja dia ada di sini,, "ahirnya Kay pun tidak bisa membendung air matanya lagi, Kay pun menangis sambil menggigit bibirnya agar suaranya tidak terdengar.
"Kaka,, apa kaka sudah sadar,,? "tanya Tiwi mendekat pada Alvin. Kay pun bangun dari duduknya dan berdiri, sambil mengusap air matanya. lalu membiarkan Tiwi duduk.
"Hemm,,, udah, Kaka besok pulang aja ya Dek,, kita takutnya ngga bisa bayar,, "
"Jangan Kaka,, kaka tadi pingsan,dan kata Dokter kaka sudah sangat parah sakitnya,, "sambil mengusap tangan Alvin.
"Tapi kita ngga punya uang buat membayar rumah sakitnya Dek,, "
"Kan ada Kak Kay yang mau bayarin,, "
"Siapa Dek,, Kak Kay,, ?"sambil menengok ke samping dan Alvin melihat orang yang berdiri di belakang Tiwi yang duduk.
__ADS_1
"Iya Kak ,Kak Kay dah datang, Kak Kay ingin menjenguk Kaka,, "sambil Tiwi berdiri dan Menyuruh Kay untuk duduk lagi, tadinya Kay ngga mau tapi Tiwi menariknya agar duduk.
Alvin pun ingin bangun, tapi karena badanya masih lemas, Alvin pun susah untuk bangun.
"Kak Tiwi tidur lagi yah,,trus Ibu ngga usah di bangunin aja ya Kak, biar Ibu istirahat,, "Kay pun mengangguk.
Setelah Tiwi tidur lagi, Kay dan Alvin hanya saling diam, dan ngga ada yang mulai bicara.
"Maaf jadi merepotkanmu, nanti kalau Aku dah sehat Aku akan kembalikan uang mu yang buat biyaya rumah sakit ini,, dan tenang saja Aku akan membayarnya dengan uang halal,karena Aku sudah berjanji pada diriku sendiri juga pada Ibu untuk bekerja mencari uang yang halal,,,"Kay masih tetap diam.
"Kamu tidur lah,, Aku juga akan tidur lagi,, jangan sampai kamu sakit,, "kata Alvin sambil memejamkan matanya.
Kay tetap diam sambil melihat ke Alvin.
"Maaf Aku belum bisa menerima kenyataan ini, Aku masih butuh waktu untuk menata hatiku, hatiku masih terasa sakit . tapi Aku juga merasa hatiku sakit seperti di sayat sayat pisou melihatmu yang seperti ini,jadi cepat lah sembuh, biar hatiku tidak merasa sakit lagi,,"air mata Kay pun jatuh lagi.
Begitu juga dengan Alvin, Alvin hanya bisa menangis dalam diam, untungnya lampu mati jadi mereka sama sama tak melihat kalau masing masing menangis.
Pagi harinya Ibu terbangun, dan melihat Kay yang tidur di bangku.
"Nak Kay,, bangun,,, pindah ke sofa gih tidurnya, "
"Ngga papa Bu,, Kay di sini aja,, "
"Di sini ngga nyaman,, ibu sudah bangun dan akan susah lagi tidur, ini juga sudah pagi kok,, sanah pindah,, "
Lalu Kay pun pindah ke sofa, saat Kay baru duduk Alvin bangun.
"Bu,,, "kata Alvin.
"Kaka,, gimana mananya yang sakit, kaka sekarang di rawat di kelas no satu loh, dan pasti obatnya juga yang bagus,biar kaka cepat sembuh,Ibu senang sekali Nak Kay datang dan mau bantu kaka buat bayar rumah sakit, jadi kaka cepat sembuh yah,, "kata Ibu, sedang mata Alvin melihat ke arah Kay. sedang yang di tatap pura pura sibuk dengan hpnya.
Jangan lupa like, komen dan votnya trimakasihh...
__ADS_1