
Saat ini Alvin sedang menelfon Bimo, sambil tanganya sibuk bekerja, Kay saat ini ada di kamar, setelah tadi menangis karena merasa kesal pada Alvin gara gara banyak wanita di ruang rapat memperhatikanya terus, dan menuduh Alvin terbar pesona, padahal Alvin sedang presentasi dengan ide idenya saja.
"Jadi kan besok berangkat, Aku butuh kamu banget sekarang,, "
"Iya,, besok Aku berangkat,, kenapa sih kamu tuh,sibuk banget apa,,? emang kamu ngga ada yang bantuin di situ,,? "
"Aku ada sekertaris sih sebenernya, cuman ya gitu deh, besok kamu lihat aja sendiri,Aku lagi pusing sama tingkah istriku,, "Bimo terdengar ketawa.
"Ngga usah tertawa kamu Bim, ini Aku pusing beneran,, "
"Emangnya ada apa sama istrimu, bukanya dia orangnya ngga banyak tingkah yah,, "
"Semenjak hamil dia jadi lebih manja dan perasa, dikit dikit nangis,, pusing,, "saat Alvin bicara seperti itu Kay sudah ada di depan Alvin, dan Alvin langsung kaget,Mata Kay sudah melotot.
"Bim,, Aku sibuk udah dulu yah,, "Alvin langsung mematikan telfonya .
"Oh jadi gitu,, ngga suka Aku yang manja, yang perasaan dan suka nangis,, "
"Sayang bukan gitu, bukan ngga suka, Mas suka kok,, suer,,, "sambil mengacungkan jarinya seperti huruf v.
"Trus tadi apa,, Aku dengar semuanya tau ngga sih Mas,, Mas tuh jahat,, ngga ngertiin Aku, Aku tuh lagi hamil anakmu, Aku jadi aneh gini juga karena anakmu,, Aku benci sama Mas,, Aku keselll,, "sambil memukuli dada Alvin.
"Iya sayang Mas salah maaf yah, soalnya Mas tuh bingung dengan sikap kamu sekarang,, tiba tiba nangis, tiba tiba kesel sama Mas,, jadi Mas bingung sendiri,, Mas jadi serba salahh,,, maaf yah,,, "sambil memegang tangan Kay yang terus memukuli dadanya, lalu Alvin memeluk Kay.
"Huhuuu,, Aku juga ngga tau Mas,, Aku ngga tau jadi gini,, huhuuu,,, "sambil terus menangis, dan sampai ingusnya menempel di baju Alvin.
"Udah jangan nangis lagi yah,, Maafin Mas yah,, "sambil mengambil tisu untuk mengusap air mata Kay dan ingusnya.
"Tapi Mas jangan bicara kaya gitu lagi,, ini juga karena Aku sedang hamil anak Mas,, "
"Iya Mas janji ngga akan bicara kaya gitu lagi, Mas seneng kok kamu manja, jadi Mas berguna buat kamu,, "sambil tersenyum agar Kay mutnya kembali.
"Mas,, kita pulang aja yuk,, "sambil memeluk Alvin.
__ADS_1
"Tapi kerjaan Mas masih banyak, gimana kalau kamu pulang sendiri dulu di antar supir,"
"Ngga mau,, maunya pulang sama Mas,, kerjaanya bawa pulang aja kan bisa,,lagian ini kan udah sore, "
"Tapi,,, "
"Ngga ada tapi tapian,, ayooo,, "sambil menggoyang goyangkan tangan Alvin seperti anak kecil.
Ahirnya Alvin pun mau pulang, dan merapikan meja dan berkas yang mau di bawa pulang.
"Mba Fitri,, Aku sama Mas Alvin mau pulang dulu yah, dan kalau ada apa apa kirim lewat email aja,,"saat keluar dari ruangan, dan Kay yang bicara sambil merangkul lengan Alvin.
"Baik Bu,, "jawab Mba Fitri.
Lalu Kay dan Alvin pergi dari situ dan masuk ke dalam lif dengan masih Kay merangkul lengan Alvin. sedang mba Fitri setelah Kay dan Alvin masuk ke dalam lif langsung menghentakan kakinya ke lantai dan memukul meja dengan map.
"Iihh,, apaan sih mereka, sok mesra banget, "kata Mba Fitri yang merasa kesal.
🌺🌺🌺
"Mas kenapa senyum senyum gitu,, Mas macam macam yah,,? "kata Rara yang curiga. Rara baru keluar dari kamar mandi karena baru mandi.
"Apa sih Ra,, ini tadi kakamu telfon dan bilang katanya semenjak hamil istrinya jadi aneh,, "
"Masa sih,, aneh gimana,,? "
"Katanya jadi lebih manja,dan jadi cengeng gitu,, "
"Serius,, "Bimo mengangguk.
"Mungkin karena hormon hamilnya kali ya Mas,, "
"Emang kalo hamil bisa gitu,,? "
__ADS_1
"Iya,, "sambil Rara mengambil baju di lemari.
"Kamu tau dari hemm,, "Bimo memeluk Rara dari belakang.
"Iihh,, Mas lepas Rara mau pakai Baju,, "Rara memakai jubah mandi saat ini.
"Jawab dulu,, kamu tau dari mana soal sifat orang sedang hamil itu bisa berubah,,"sambil menciumi leher Rara.
"Masss,, geli,,, gimana mau jawab orang Mas ngga bisa diem gini,, "
"Ya udah Mas diam,, "tapi tetap memeluk Rara.
"Rara dengar dari teman Rara yang sudah menikah, dan Rara juga tanya sama Ibu saat itu, memang katanya wanita hamil itu kadang jadi lebih sensitif, dan sifatnya berubah ubah,, kadang manja, kadang bisa marah marah ngga jelas gitu,, "Bimo langsung melepaskan pelukan nya pada Rara.dan langsung membaliknya agar menghadap kearahnya.
"Wah dah paham banget sama sifat wanita hamil,, kayanya udah siap nih kalau hamil,, "Rara langsung melotot dan memukul lengan Bimo.
"Awww,,sakit sayang,, "Rara lalu pergi dari depan Bimo, dan Bimo lalu mengejarnya.
"Mass,, udah yah,, Rara mau pakai baju dulu, "
"Mendingan ngga usah pakai baju, Mas lebih seneng lihatnya,, "sambil menarik baju yang ada di tangan Rara.
"Iihh,, apa sih Mas,, jangann ,awas ,,"mereka masih tarik menarik baju, ahirnya Rara justru yang tertarik dan di peluk Bimo.
"Sayang,,, besok kan kita mau LDR an,, malam ini Mas mau yah,, "
"Tapi,,, "
"Ngga ada tapi tapian,, dan ngga ada penolakan, kaki Mas sekarang sudah sembuh, jadi kita bisa main sampai pagi,, "sambil kedua tangan Bimo memegang pipi Rara.
"Tapi tetap ngga bisa Mas,, soalnya Rara lagi datang bulan,, "Bimo yang mendengarnya langsung lemas.
"Apes amat sih,, "
__ADS_1
Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...
Aku udah ada cerita baru loh,, klik aja profilku semoga kaka kaka semuanya suka...