
Rara yang tidak tau dengan maksud dari perkataan Bimo,lalu menatap Bimo.
"Mas akan ajarkan,jadi tenang aja ngga usah bingung,, "Rara hanya tersenyum tipis.
Setelah 15 menit istirahat, Bimo lalu melanjutkan aksinya, Bimo pertama mencium kening Rara dengan cukup lama, setelah itu Bimo melepaskan ce*lana pendeknya.
Rara masih memejamkan matanya, sedang tangan Bimo mengambil tangan Rara, dan di arahkan ke miliknya. Tangan Rara terasa dingin dan kaku karena merasa takut dan malu.
"Sayang,, tanganya jangan kaku gini, pegang aja milik Mas,, "karena saat jari Rara menempel di milik Bimo, jari Rara tidak mau memegangnya. hanya menempel saja.
"Lemaskan, dan genggamlah,, "Rara pun mengikuti perkataan Bimo.
Bimo lalu tersenyum tipis saat Rara mau menggenggamnya,Bimo pun membiarkanya dulu, agar Rara merasa nyaman.
Bimo tidak tinggal diam, Bimo sambil memainkan dada Rara dengan mulutnya. itu membuat genggaman tangan Rara makin kencang di miliknya.
"Sayang ooww sakit,, jangan kencang kencang megangnya,, "Rara yang melihat Bimo kesakitan langsung melepaskan genggamanya.
"Ma,, maaf,, "kata Rara.
"Ngga papa kok,, sinih lagi, "Bimo mengambil tangan Rara lagi, lalu Bimo mengajarkan cara memegang dan memainkanya.
__ADS_1
"Seperti itu iya benar sayang,, uuuhhh enaknya,, "saat tangan Rara bergerak turun naik di miliknya.
Rara menggigit bibirnya, rupanya Rara menyukainya karena Rara merasa gemas.
Bimo lalu memcium bibir Rara, dan mereka saling membalas, lama lama tangan Rara makin cepat menggerakanya, itu membuat Bimo merasa kelojotan.
"Sayang kamu duduk gih di pinggir kasur sini, "kata Bimo yang menyuruh Rara bangun. Rara pun menurut.
Setelah Rara mengikuti arahan Bimo, Bimo lalu berdiri di depan Rara, dan di depan mata Rara terlihatlah senjata milik Bimo yang berdiri tegak dengan gagahnya, Rara yang belum pernah melihat milik laki laki dengan dekat seperti itu hanya bisa menelan ludah.
Tangan Bimo mengambil tangan Rara,dan di suruh memegang miliknya lagi, Rara pun mengikutinya.
"Sayang,,, buka mulutmu,, "Rara pun menurut.
"Mas,,, Rara mual,, "Rara berkata setelah mendorong badan Bimo, dan milik Bimo pun keluar dari mulut Rara.
"Maaf yah,, "sambil mencium bibir Rara sekilas.
"Coba pakai lidah aja,julurkan lidahnya, dan coba lakukan seperti kamu makan es krim, "Tangan Rara lalu memegang milik Bimo, dan Rara langsung mempraktekan seperti makan es krim.
"Uuhhh,,, iya sayang benar seperti itu,, oohh,, enaknya,,, "kata Bimo sambil mengusap pipi Rara.
__ADS_1
Setelah Rara bermain sekitar 10 menit, Bimo pun langsung menyudahinya.
"Sayang,, sudah setop, punya Mas sudah ngga kuat ingin keluar,, "Bimo menarik miliknya dari tangan Rara.
Lalu Rara di suruhnya tiduran, dan kakinya pun di lebarkan, Bimo menji*latinya sebentar agar basah.Setelah basah Bimo lalu memposisikan miliknya di inti tubuh Rara. Rara yang merasa takut memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya.
"Sayang,, ini akan terasa sakit, jadi tahan yah, Mas akan melakukanya dengan pelan,, "Rara hanya mengangguk pelan.
Lalu Bimo menekan miliknya secara berlahan, dan Rara sudah merasakan sakit ,lalu tangan Rara mencengkram punggung Bimo dengan kencangnya.
"Massss,,, sakitttt,,,, setop Massss,,, "kata Rara yang kesakitan sambil mendorong badan Bimo.
"Tahan sayangg,, ini udah masuk sedikit,, "
"Tapi sakit Masss,,, aaawww,,sakittt,,,,"teriak Rara saat Bimo mendorong miliknya dengan paksa untuk masuk. kepala Rara sampai terangkat ke atas.
Rara menjatuhkan kepalanya lagi ke bantal, dan mata Rara langsung mengeluarkan air mata. Bimo pun mendiamkan miliknya yang sudah masuk semuanya.
Rara masih memejamkan matanya, dengan nafas sedikit memburu, Bimo lalu mengusap air mata yang mengalir dari mata Rara.
"Maaf,,, "kata Bimo sambil mencium kening Rara.
__ADS_1
Besok lanjut lagi... tarik nafas dulu yah,,
Jangan lupa like komen dan votenya,, terimakasih,,,,