MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Direktur Utama


__ADS_3

Kay sedang menyiapkan baju untuk Alvin pakai, hari ini Kay akan mengenalkan Alvin sebagai Direktur utama perusahaan dan akan menggantikan Kay.


Alvin tadinya tidak mau, Alvin inginya hanya membantu Kay dan cukup di belakangnya Kay saja, tapi Kay tidak mau seperti itu, karena kalau seperti itu berarti Kay akan tetap bekerja, karena yang di inginkan Kay adalah menikmati masa masa kehamilanya di rumah dan kalau bosan bisa ikut ke kantor.


Kay terus memaksa Alvin dan juga Kay sampai meminta bantuan mamahnya untuk bicara pada Alvin agar mau menerima jabatan itu.


Alvin ahirnya mau karena tidak tega juga melihat Kay yang tiap hari harus mengurus kerjaan kantor saat di rumah, orang kantor ada yang selalu mengantarkan berkas berkas yang harus di tandatangani Kay, dan juga yang harus di periksa oleh Kay.


Alvin keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk saja yang menutupi bagian bawahnya. lalu Kay mendekatinya.


"Mas,, Aku udah siapkan baju buat Mas, di pake gih,, Aku mau ke luar dulu yah mau siapin sarapan,, "


"Ngga usah keluar dulu,, bantu Mas bersiap saja,, "


"Kan Mas bisa pake sendiri,, kok jadi manja gini sih,, "sambil mengambil kemeja yang akan di pakai Alvin.


"Biarin maja sekali sekali,, sama istri sendiri kan,, "sambil tersenyum.


Kay dengan senang hati membantu Alvin memakai baju kemejanya, dan mengancingkanya juga.


Setelah selesai Kay juga membantu Alvin menyisir rambutnya.


"Udah selesai sekarang, lihat Mas ganteng banget kan,, "sambil keduanya melihat ke kaca.


"Iya jelas ganteng dong,, suami siapa dulu,, "Alvin bicara sambil menarik pinggang Kay agar mendekat. kay pun tersenyum.


"Cium dulu ,baru kita ke bawah untuk sarapan,, "sambil memonyongkan bibirnya.


Kay lalu sedikit berjinjit dan mencium bibir Alvin sekilas. Alvin lalu membalasnya dengan mencium kening Kay cukup lama.

__ADS_1


Alvin dan Kay turun ke bawah sambil bergandengan, sampai di meja makan sudah ada Mamah yang menunggunya.


"Pagi Mah,, "kata Alvin dan Kay bersamaan.


"Pagi sayang,, ayo sarapan, "


Kay hanya sarapan roti isi coklat serta su*su kusus ibu hamil, sedang Alvin dan Mamah sarapan nasi goreng.


Selesai sarapan Alvin dan Kay pamitan pada Mamah untuk pergi ke kantor.


"Hati hati,, semoga sukses yah,, "


"Makasih Mah,, "Mereka pun berangkat ke kantor.


"Sayang,, Mas akan carikan supir yah, buat kamu sama Mamah, biar saat nanti pergi pergi ada supir yang mengantar,, karena nanti Mas pasti jarang bisa antar kalian kemana mana, "mereka sedang ada di dalam mobil yang melaju.


"Terserah Mas aja gimana baiknya,, "Sambil tersenyum.


Sampai di kantor mereka keluar dari mobil, dan Kay langsung menyuruh semua karyawan yang ada di kantor berkumpul di aula.


"Pagi semuanya,,, Saya mengumpulkan kalian semuanya di sini karena saya ingin mengumumkan kalau jabatan sebagai Direktur Utama akan saya berikan ke pada suami saya, ini perkenalkan suami saya bernama Alvin Wijaya,kalian harus mematuhi dan menghormatinya, sekian dari saya terimakasih atas waktunya, "lalu Alvin pun memberikan sambutan juga.


"Selamat pagi semua,, salam kenal saya Alvin Wijaya ,semoga kita bisa bekerja sama dengan baik,"


Setelah itu semua karyawan memberikan selamat pada Alvin, setelah selesai karyawan semuanya kembali untuk bekerja.


Kay dan Alvin lalu masuk ke dalam ruanganya, Kay lalu membantu Alvin untuk mempelajari berkas berkas perusahaan.


Sedang di kota S, tepatnya di rumah sakit, Dokter sedang membuka perban yang ada di tanganya, sedang di kaki belum bisa di buka. karena masih belum kering luka lukanya.

__ADS_1


"Pak Bimo,perban di kaki akan di buka dua hari lagi ,karena di kaki masih belum kering,"


"Iya Dokter, trimakasih,, "


"Sama sama pak Bimo, kalau begitu saya permisi,, "


"Iya Dok silakan,, "


Dokter pun pergi, sekarang tinggal ada Rara dan Bimo, Bimo lalu menggerakan tanganya agar tidak kaku.


"Pelan pelan Kak,, jangan di paksakan, "kata Rara saat Bimo kesakitan saat menggerakan tanganya.


"Iya,, kaka akan pelan pelan, "Lalu Bimo menggerakan lagi.


Setelah latihan gerak, Bimo lalu mengambil tangan rara, dan menggenggamnya sambil membawanya ke dada Bimo.


"Makasih yah, kamu mau merawat kaka dengan sabar,,"


"Ini kan memang sudah tugas Rara kak,, "Bimo tersenyum .


"Kuliah kamu gimana ,?"


"Rara akan ambil cuti kak,, "


"Maaf sekali lagi yah,,"


"Kaka ngga perlu minta maaf terus,ini semua sudah takdir dari Tuhan ,jadi kaka ngga perlu merasa bersalah begitu, "Bimo senang mendengar jawaban Rara, lalu Bimo mencium tangan Rara.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


Maaf kalau ada typo, karena Aku ngga cek ulang,,,


__ADS_2