
"Maksud Kamu,,? "
"Yah Vin,, masa kamu ngga tau maksud Aku sih,, Aku pengin jadi adik iparmu,, boleh yah Aku serius loh ini,, "yang ada di situ langsung kaget mendengarnya, apa lagi Rara.
"Aku ngga izinkan,! Rara masih kecil dan belum boleh pacaran,, "
"Kecil dari mananya sih, orang udah mau lulus kuliah di bilang anak kecil,, "
"Bagiku dia tetap anak kecil,, "
"Mas,,, ngga usah gitu,, kalau mereka sama sama suka ya ngga papa lah,, "kata Kay.
"Tapi Mas ngga izinkan, Mas ngga mau Rara menikah dengan Dia itu, kamu tau kan Dia itu gimana Yang,,, "Alvin bicara ke Kay sambil menujuk dengan mata kearah Bimo.
"Vin,, Aku udah insaf yah,, kamu juga udah tau itu,, Aku serius ini ,Aku ngga bakalan macam macam janjii,,, "
"Baik lah,, sekarang coba tanya sama Rara, emangnya dia mau sama kamu,,? "lalu semuanya melihat ke Rara. Rara yang di tatap menundukan wajahnya karena malu.
"Ra,, Aku suka sama kamu, walau kamu galak dan jutek padaku, tapi Aku yakin jutekmu itu karena terpaksa kan,, jadi apa kamu mau jadi pacarku,, eehh,, bukan pacar tapi apa kamu mau jadi calon istriku,,? "Rara tetap diam sambil meremas tanganya.
"Dek,, kalau kamu memang ngga mau dan karena kamu juga ngga suka, bilang aja jangan takut, ada kaka di sini,jadi kawab lah sekarang biar Bimo tau apa inginya kamu,, "kata Alvin.
"Rara sekarang kan sudah besar dan sudah pantas punya kekasih, siapa tau dengan Rara punya kekasih Rara jadi ada teman curhat dan ada yang perhatiin Rara, tapi kalau Rara memang belum siap punya kekasih katakan saja,, biar Mas Bimo tidak berharap lagi pada Rara,, "Kay bicara pada Rara sambil mendekati Rara.
"Maaf,, Rara ingin lulus kuliah dengan nilai terbaik, dan juga Rara ingin merasakan bekerja, jadi saat ini Rara belum bisa,, "
"Tapi kalau Aku ingin dekat denganmu boleh kan, biar kita saling mengenal gitu, Aku tidak akan mengganggumu untuk belajar kok, Aku akan menunggu kamu sampai siap, tapi jangan larang Aku untuk mendekatimu yah,, "Rara diam saja.
"Aku hanya ingin kita saling kenal aja dulu, kalau nanti kamu tetap ngga mau denganku, Aku ngga papa yang penting Aku sudah berusaha, dan mungkin kita bukan jodoh, tapi sekarang izinkan Aku untuk mengenalmu lebih dekat dulu,, boleh yah, "Rara melihat kearah Alvin dan Kay, mereka berdua mengangguk pelan sebagai jawaban.
__ADS_1
Lalu Rara melihat ke Bimo yang dari tadi melihat ke arahnya terus. Rara lalu menganggukan kepalanya. Bimo langsung tersenyum senang.
"Tapi inget ya Bim, kamu dan Rara belum ada setatus, jadi jangan macam macam, karena kalau kamu sampai membuat Adeku tertekan dan ngga nyaman, kamu langsung berhadapan denganku, "Kata Alvin.
"Iya Vin tenang aja,, Aku ngga bakalan macam macam sama Rara sebelum halal, Aku akan menjaganya seperti kamu yang menjaganya,,"
"Kak,, kata Ibu semuanya di suruh makan malam dulu,, "kata Tiwi yang keluar dari dapur.
Lalu semua pun makan malam bersama, Rara yang biasanya ikut mengobrol, sekarang lebih banyak diam.
Setelah selesai makan, Bimo dan Alvin menata barang di mobil.
"Ibu pulang dulu yah nak, jaga kesehatan agar bayi dan ibunya selalu sehat,, "Ibu bicara pada Kay.
"Iya Bu,, Ibu juga harus jaga kesehatan, biar nanti saat dede lahir Ibu bisa kesini,, temani Kay,, "mereka lalu saling peluk.
Alvin lalu membawa mobilnya menuju bandara, sampai Bandara Bimo langsung menurunkan koper koper dari mobil.
Karena tadi di jalan sedikit macet, jadi sampai Bandara terdengar keberangkatan pesawat dan sudah di umumkan.
"Ibu jaga kesehatan yah, jangan banyak fikiran, kalau Ibu sudah ngga nyaman tinggal di kampung, Alvin akan carikan rumah di kota, biar kita selalu dekat,, "sambil memeluk ibunya.
"Iya,, Ibu akan selalu sehat, dan ibu nyaman kok tinggal di kampung,, "sambil; elepas pelukan.lalu Alvin memeluk adeknya satu satu.
"Kalian harus jaga Ibu baik baik yah, dan kalau ada apa apa kamarin kaka langsung,, "
"Iya kak,, "jawab Rara dan Tiwi barengan.
"Bim,, titip keluargaku yah,, dan makasih, "
__ADS_1
"Iya Aku akan menjaga mereka, tenang aja, "
Lalu semuanya masuk ke dalam, dan Alvin langsung pulang.
Di pesawat Ibu duduk ditengah antara Rara dan Tiwi, sedang Bimo duduk dekat Rara. pesawat pun mengudara dan banyak penumpang yang tidur termasuk Ibu dan Tiwi, tapi tidak dengan Rara dan Bimo, mereka berdua justru merasa canggung satu sama lain.
"Kamu ngga ngantuk Ra,, kalau ngantuk tidur lah,, "Rara hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Perkiraan kamu kuliah kapan kelulusanya,? "
"Kalau ngga ada halangan sekitar 6 bulan lagi"
"Oh itu mah sebentar lagi, nanti selesai kuliah mau kerja di mana,, "
"Penginya sih kerja di perusahaanya kak Kay, biar bisa deket sama sodara,, "
"Iya benar juga sih,, "
"Ra,, kamu belum punya pacar kan,,? "Rara menggelengkan kepalanya.
"Mana ada sih kak yang mau sama orang miskin kaya Aku ini,, "
"Ada kok yang mau sama kamu,, "
"Tapi emang ngga ada kak,, "
"Ada,, buktinya kaka suka sama kamu,, "Rara yang mendengarkan perkataan Bimo langsung membuang muka karena malu, dan pasti pipinya merah.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1