
Hari pun berlalu, Bimo hari ini sudah bisa pulang, perban di kaki Bimo sudah di lepas, dan lukanya juga sudah kering.
Rara sedang merapikan barang barang, dan setelah siap, Rara mau ke bagian administrasi untuk mengurus pembayaran rumah sakit.
"Kak,, Rara tinggal bentar yah, Rara mau ke bagian administrasi dulu,, "
"Iya,, pake uang yang ada di ATM Kaka yah, semoga cukup untuk membayar,, "
"Tapi Rara tadi di trfer uang oleh kak Alvin, dan kata kak Alvin buat biyaya rumah sakit kak, "
"Apa Alvin tarfer, buat biyaya rumah sakit,,? "Rara mengangguk.
"Jangan pake uang dari kakamu,Pake uang yang ada di ATM kaka aja, ngga enak kalau pake uang kakamu,, "
"Tapi ini uang kak Alvin buat apa,,?"
"Terserah buat apa,, yang penting jangan buat biyaya rumah sakit, "Rara mengangguk.
Lalu Rara keluar dan sebelum ke bagian administrasi, Rara menelfon Alvin. dan mengatakan kalau Kak Bimo menolak uang yang di tranfer ,katanya ngga enak merepoykan.
"Tetap pake uang yang kaka kirim, jangan pakai uang Bimo, biar kaka telfon Bimo untuk menjelaskanya, udah sanah urus administrasi nya, "
"Iya kak,, "telfon pun di matikan.
Rara lamgsung menuju bagian administrasi. sedang Alvin menelfon Bimo.
"Itu uang yang Aku kirim buat biyaya rumah sakut kamu, kamu jangan menolaknya, karena Aku berterimakasih karena kamu kemarin mengantarkan orang tuaku dan adik adiku pulang,, "
"Tapi Aku ngga enak Vin,, Aku juga tidak minta karena Aku sudah dapat bayaran, eh malah hadiah terindah dalam hidupku, yaitu menikah dengan adikmu, jadi Aku ngga butuh uang mu, lagian kamu pasti pake uang istrimu itu,, tambah ngga enak Aku,, "
"Enak aja uang istriku, Aku sekarang kerja yah, kamu ngga tau Aku sekarang seorang Direktur,, uangku banyak,, "
__ADS_1
"Sombong amattt,,, iya Pak Direktur,, trimakasih kalau gitu, semoga sukses selalu, "
"Amin,, "Alvin sambil tertawa.
"Oh iya Bim,, kalau kamu nanti balik ke kota,, kamu kerja bareng Aku aja, jadi semertarisku dan merangkep asisten,, "
"Wah,, dua kerjaan gajih dobel dong,, "
"Jangan gitu lah,, perhitungan amat,, soal gajih nanti bisa kita bicarakan,, "
"Baik lah Bos,, kenapa Aku jadi sekertaris, bukanya sekertaris itu cocoknya cewe,,
yang cantik, yang sexsi dan menggoda, "
"Ngga Aku ngga mau pakai sekertaris cewe, enakan cowo,, nanti sekertaris cewe suka bikin ribed, apa lagi istriku pencemburuan banget, bisa tampah pusing ini kepala, "Bimo mendengarnya malah tertawa.
"Ya udah dulu yah, Aku mau kerja dulu, "Bimo pun menjawab Iya. dan tlfon pun mati.
"Ya udah ngga papa,, kakamu tadi sudah menelfon kaka,, ya udah yuk kita pulang,, "Rara mengangguk.
Bimo duduk di kursi roda, dan suster membantu mendorang sampai depan rumah sakit, sedang Rara membawa tas, Ibu menunggu di rumah, tadinya mau datang tapi sendiri karena Tiwi sekolah, Dan Rara langsung melarangnya karena ngga mau ngerepotin dan Rara juga kuatir karena mau datang cuman sendiri.
Sekarang Rara dan Bimo sudah di dalam taxsi, dan menuju rumah.
"Motornya gimana Ra,,? kaka sampai. lupa nanya,,? "
"Kak Alvin nyuruh ngga usah di ambil, dan katanya biarin aja, lagian kak Alvin udah beliin yang baru sekarang,, "
"Oh gitu,, maaf yah motor kamu jadi rusak,, "
"Ngga papa kok Kak, kan sekarang sudah di ganti sama yang baru,, "Sambil Rara tersenyum dan membuat Bimo senang melihatnya karena jarang melihat Rara tersenyum.
__ADS_1
Lalu taxsi pun sampai rumah, Ibu sudah berdiri di teras menyambut kedatangan Bimo dan Rara. Ibu membantu mbawakan tas, sedang Rara membantu menuntun Bimo, karena kakinya masih terasa sakit.
"Kak ajak langsung kekamar aja, biar istirahat,, "kata Ibu dari belakang.
"Iya Bu,, "
Lalu Bimo dan Rara masuk ke kamar, dan ahirnya keinginan Bimo terkabul, kamar yang kemarin di tidurinya menjadi kamarnya sekarang, dan bersama Rara.
Rara lalu menyurh Bimo naik ke kasur, dan saat sudah duduk Rara dengan pelan membantu kaki Bimo naik ke atas.
"Sekarang sudah sampai Rumah, dan nak Bimo semoga bisa istirahat dengan nyaman yah,, "
"Iya Bu,, trimakasih,maaf saya selalu merepotkan,,"
"Tidak merepotkan kok,, nak Bimo kan sekarang juga anak Ibu, jadi anggaplah rumah ini rumah sendiri, jangan sungkan yah,, "
"Iya Bu,, "
"Ya udah Ibu keluar dulu,, nak Bimo istirahat lah,, "Bimo mengangguk.
Lalu Rara merapikan tas yang tadi isinya barang barang Bimo, tas ransel Bimo yang di Hotel sudah di ambil, jadi sekarang Rara merapikanya juga.
Bimo menatap Rara yang sedang sibuk menata baju,dan sambil tersenyum, rasanya Bimo ngga menyangka kalau Rara sekarang benar benar jadi istrinya.
Sedang di kota, Alvin sibuk dengan kerjaanya, karena belum punya asisten.memang ada sekertaris lama yang bernama Fitri walau sudah kenal tapi Alvin sedikit jaga jarak, karena cara berpakean Fitri membuat Alvin takut,baju yang Fitri pakai kurang bahan.
Apa lagi kalau bicara, selalu menempel nempel, Alvin takut kalau nanti ada yang salah faham.
**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..
Insaaloh nanti aku akan up hbs traweh, karena mau nyicil Rara dan Bimo**,,
__ADS_1