MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
100 juta


__ADS_3

Maya baru saja selesai menelfon Adit, dan menceritakan semuanya, Adit di rumahnya lalu bersiap akan kerumah Maya, dan menyiapkan mental nantinya untuk menghadapi orang tua Maya.


Dengan menaiki taxsi, Adit langsung berangkat menuju rumah Maya, sebenarnya Adit deg degan juga sedikit takut, tapi Adit sebagai laki laki yang bertanggung jawab akan menghadapinya.


Sampai di rumah Maya, Adit turun dari taxsi dan Maya sudah menunggunya, dengan wajah pucat Maya mendekati Adit.


"Mas,,, "Adit hanya tersenyum, dan mereka masuk kedalam bersama.


Ayah Dan Ibu Maya sudah menunggu sambil duduk, Adit lalu menyalami mereka. setelah itu Adit pun duduk.


"Kamu sudah tau kamu di panggil kesini untuk apa,,? "tanya Ayah dengan sedikit wajah kesal.


"Sudah Pak,, "Adit menjawab dengan pelan.


"Bawa kedua orang tuamu ke sini, dan tentukan tanggal pernikahan kalian, secepatnya,, "


"Tapi Saya sudah tidak punya orang tua Pak, saya hanya sendiri dan hanya punya teman saja,, "


"Ya Tuhan,,, asal kamu dari mana,,? "


"Dari kota S Pak,, "


"Trus mau kamu sekarang bagaimana,,? "


"Saya mau menikahi Maya secepatnya Pak,, "


"Bagus,, saya yang akan atur semuanya, kamu tinggal diam saja, tapi kamu harus beri saya uang 100 juta,, "Adit yang mendengarnya langsung kaget.


"Ayah,,, "kata Maya yang kaget juga.


"Kamu diam,, kalau dia memang mencintai kamu, pasti dia akan usaha mencari uang itu, biyaya pernikahan itu mahal, dan kamu kita besarkan dengan susah payah, sekarang mau menikah pun masih saja merepitkan, jadi biar dia cari uang itu,,, "Adit hanya mengangguk dengan rasa bingung.


"Kalau kamu sudah punya uang 100 juta, kamu baru boleh balik kesini, dan kamu akan saya nikahkan dengan Maya, tapi kalau kamu tidak mendapatkan uang 100 juta itu, jangan harap kamu akan bertemu dengan Maya dan bayi yang ada di perutnya,, "

__ADS_1


Maya langsung menangis dan memeluk ibunya, karena menurut Maya Ayahnya sungguh keterlaluan, karena Adit pasti tidak punya uang sebegitu banyaknya.


Setelah selesai mengobrol, Adit pun pulang dengan kebingunganya, karena dia bingung mau mencari uang segitu banyaknya di mana.


Kalau minta bantuan Alvin, Adit merasa tidak enak karena kemarin aja dia yang bantuin biyaya rumah sakit, sedang Bimo pun sama, pasti juga ngga punya uang karena baru kecelakaan dan baru menikah.


Di dalam taxsi Adit sedang kebingungan,apa lagi melihat Maya tadi yang tidak berhenti menangis dengan wajah yang pucat.


Maya di kamarnya masih saja menangis, dan Maya menelfon kedua temanya, Kay yang mendengar curhatan Maya yang sambil terus menangis ikut bersedih. Kay tidak bicara ingin membantunya, tapi Kay mau bicara pada Alvin mau gimana baiknya.


Kay lalu pergi ke kantor untuk menemui Alvin, dan sampai di kantor Kay langsung masuk ke dalam ruangan Alvin.


"Siang Mas,, "Kay berkata sambil masuk.


"Sayang,, kesini kok ngga bilang bilang,, ada apa,,? "Alvin langsung bangun dari duduknya, dan mendekati Kay lalu mencium kening Kay.


"Ada yang ingin Aku katakan sama Mas,, "


"Ya udah bicaranya di sofa yuk,, "


"Ada apa,,coba katakan,,? "


"Adit sedang dalam ke susahan,, "


"Adit,, kenapa lagi dia, dan bagaimana kamu bisa tau,,? "


"Maya yang cerita padaku Mas,, "Alvin pun mengangguk.


Lalu Kay menceritakan semuanya pada Alvin dengan masalah yang sedang di hadapi Adit dan Maya.


"Trus Mas harus gimana, apa boleh Mas membantu Adit,,? "


"Iya Mas,, boleh. Bantu Mas Adit karena Maya juga temanku,, "

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi orang sangat baik,, uang 100 juta itu tidak sedikit, apa kamu ngga takut uangmu akan habis,, "Kay tersenyum dan menggelengkan kepala.


"Aku ngga takut Mas,, karena uang yang Aku pakai itu untuk kebaikan, Tuhan pasti tau dan akan menggantinya suatu hari nanti,, "Alvin langsung memeluk Kay dari samping dan mencium keningnya berkali kali.


"Mas sangat beruntung bisa menikah denganmu sayang,, kamu adalah wanita yang sangat baik,, semoga rumah tangga kita akan selalu bahagia sampai maut memisahkan,, "


"Amin Mas,, "sambil tersenyum dan mendongakan kepalanya.


Kay lalu pulang di antar supir, sedang sore harinya saat pulang kerja Alvin mengajak Bimo untuk kerumah Adit, Bimo tadi pagi baru sampai dan langsung kerja.


"Apa Adit hari ini menelfonmu Bim,, ?"tanya Alvin.


"Ngga,, kenapa emangnya,,? "


"Dia lagi ada masalah,, orang tua Maya sudah tau kalau Maya sedang hamil, dan orang tua Maya menyuruh Adit untuk segera menikahinya,,"


"Ya bagus itu,, masalahnya di mana,,? "


"Masalahnya orang tua Maya meminta Adit untuk membawa uang 100 juta, baru bisa menikahi Maya,, "


"Apa,,, gila,, ini sih namanya pemerasan,, "


"Makanya kita sekarang ke sana untuk memberikanya bantuan,, "


"Al,, kamu tau kan Aku baru nikah dengan adikmu, dan Aku juga baru kerja, jadi Aku ngga bisa bantu kalau masalah uang,, "


"Iya Aku tau ,,kamu cukup kasih dia semangat aja, soal uang biar Aku yang urus,, "


"Gile bener,,, orang kaya mah bebasss,,, "


"Ngga usah ngeledek kamu Bim, ini tuh Aku juga di suruh istriku, karena kasihan sama temanya,Maya nangis nangis curhat sama istriku, Istriku dasar orangnya baik dan ngga tegaan, jadi nyuruh Aku untuk membantunya, dan uangnya ya uang istriku, mana punya Aku uang segitu,, "Bimo hanya mengangguk.


Mereka berdua pun sampai di kos kosan Adit, dan mereka pun langsung turun dari mobil.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2