MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Alvin Ditawari Pekerjaan


__ADS_3

Kay langsung menunduk malu saat Tiwi mengatakan lehernya pada merah, sedang Alvin dan Ibu melihat ke arah Kay, itu membuat Kay tambah malu dengan wajahnya yang langsung memerah.


"Tiwi,, udah lanjut makanya, biar nanti seprei kasur Kakamu di ganti dengan yang bersih, "kata Ibu.


"Iya Bu,,"jawab Tiwi.


Kay makan dengan sangat pelan karena merasa sungkan pada Ibu, sedang Alvin melihat Kay yang masih merasa malu,hanya tersenyum melihat Kay yang seperti itu.


Selesai makan Kay dan Alvin langsung masuk ke kamar, lalu Kay melihat lehernya di cermin.


"Masss,,, kamu tuh iih bikin malu aja, ini banyak banget lagi,, "saat Kay melihat di kaca.


"Ngga papa,, "jawab Alvin yang duduk di kasur sambil melihat Kay yang sedang berdiri di depan kaca ,dan Kay yang sedang melihat tanda merah yang ada di lehernya sekitar ada 4 tempat.


"Kok ngga papa, Aku malu Masss,, "sambil melihat ke arah Alvin.


"Ya mau gimana lagi,, orang sudah merah gitu,, "Kay langsung mendekat ke Alvin.


"Trus hilanginya gimana ya Masss,, "Alvin menggeleng.


"Serius Mass,, kalau kelihatan begini Aku malu Mas untuk keluar dan bertemu orangg,, apa lagi besok Aku pulang ke kota, dan di kota banyak yang lihat,, dan Mamah kalau sampai lihat pasti Aku dalam masalahhh,, "Lalu Kay pun cemberut.


"Ya udah kita cari cara ngilanginya tanya ke mbah google aja yah,, "sambil menarik Kay agar jatuh di pangkuan Alvin.


Lalu Alvin membuka hpnya ke mbah google langsung, dan mengetik cara menghilangkan tanda merah bekas kecupan. Alvin dan Kay membaca bersama.


Tokkk,, Tokkk,,


"Kaka,,, Tiwi masuk yah,, "


"Iya,, "jawab Alvin, dan Kay yang akan bangun dari duduknya yang di panguan Alvin, Alvin menahanya dan tidak boleh bangun.

__ADS_1


"Iihh,, Mas awas ada Tiwi, Aku malu Masss,, "sambil melepaskan tangan Alvin yang memeluk pinggang Kay. tapi sebelum tangan Alvin lepas, Tiwi sudah masuk.


"Maaf Tiwi ganggu ya kak,,? "saat Tiwi masuk kamar Alvin, dan melihat Kay yang sedang di pangku Alvin.


"Ngga kok,, sinih masuk aja,, "kata Kay.


"Ada apa Dek,? "tanya Alvin pada Tiwi.


"Ini Tiwi bawakan seprei yang bersih kak, biar Kak Kay tidak gatal lagi,, "Alvin yang mendengar kata kata Tiwi hanya tersenyum tipis dan melepaskan pelukan tanganya di pinggang Kay. Kay pun turun dari pangkuan Alvin.


"Ya udah di ganti gih sepreinya,, "Lalu Alvin duduk di bangku, sedang Kay membantu Tiwi menganti seprei.


Hp Alvin bunyi tanda pangilan, dan ternyata dari Adit,Alvin berbicara sama Adit terlihat sangat serius, Kay melihatnya sekilas dan setelah itu membatu Tiwi memasang seprei lagi.


"Kak,, Kak Kay kapan pulang ke kotanya,,? "


"Besok sore,, "


"Kok cepat sih,, "


"Kenapa hemm,, Tiwi pengin apa, bilang ke kaka jangan malu,, "


"Tiwi besok ada undangan acara ulang tahun teman kak,, dan Tiwi belum beli kado bingung mau kado apa karena Tiwi ngga ada uang,, "Kay pun tersenyum.


"Oh gitu,, temenya cewe apa cowo,,? "


"Cewe kak,, "Kay lalu berjalan menuju meja, lalu mengambil dompetnya.


"Ini,, buat beli kado gih sanah,, "sambil memberikan dua lembar uang warna merah. Tiwi menggelengkan kepalanya karena takut, saat Tiwi melihat ke arah Alvin yang sedang menelfon, Alvin sedikit melototkan matanya.


"Udah ambil,, ngga papa, ngga usah takut ini kan uang kak Kay,, "sambil Kay menarik tangan Tiwi lalu memberikanya pada Tiwi.

__ADS_1


"Uang buat apa itu,, Adek kaka ngga suka yah kalau Adek minta minta kaya gitu,, "kata Alvin setelah mematikan telfon.


"Mas,, ini Aku yang kasih, Tiwi ngga minta kok,, "sambil Kai mendekati Alvin.


"Jangan terlalu memanjakanya, nanti takutnya jadi kebiasaan,, "kata Alvin pada Kay.


"Iya,, Aku juga ngga akan ngasih kalau uang itu untuk beli sesuatu yang ngga guna,, "


"Dek,, kamu butuh uang buat apa, besok besok minta uang sama Ibu apa sama Kak Alvin saja, jangan minta sama Kak Kay, kita sudah banyak merepotkanya,, "Tiwi mengangguk, tapi kepalanya tetap menunduk.


"Masss,,, Aku juga kakanya loh yah, jadi wajar aja kalau Adek munta uang sama Kaka,, Mas anggep Aku orang luar di rumah ini, jadi Aku bukan bagian dari keluarga Mas,"sedikit marah.


"Sayang,, bukan begitu maksud Mas, "


"Adek,, sanah keluar dulu,, "kata Alvin pada Tiwi, dan Tiwi langsung keluar.


"Sayang,,, Mas tidak bermaksud begitu, Mas hanya takut kamu justru punya fikiran kalau keluarga Mas cuman mau uangmu saja, sungguh,,, "sambil menggenggam tangan Kay.


"Jangan marah yah, Mas minta maaf kalau perkataan Mas menyinggung perasaan Kamu,, "sambil tangan Alvin memegang dagu Kay supaya Kay menatapnya.


"Kamu adalah istri Mas, pasti kamu juga bagian dari keluarga ini, tapi Mas yang merasa takut, karena Mas sebagai suami tidak bisa menafkaih Istinya dan istrinya lah yang selalu menafkahi Suami, Mas takut kalau nanti kamu ahirnya bosan dan pergi ninggalim Mas dan keluarga ini,, "


"Udah yah jangan marah lagi,, Mas sayang banget sama kamu, Mas takut kalau lihat kamu marah gitu,, "sambil menarik Kay dalam pelukanya. Kay pun mengangguk dan ikut memeluk Alvin.


"Tadi siapa yang menelfon,,? "tanya Kay saat melepaskan pelukanya.


"Si Adit,, "


"Ada apa,, kayanya serius banget,, "


"Adit menawari kerjaan pada Mas, di perusahaan tempatnya kerja sedang membutuhkan IT katanya,, "

__ADS_1


"Trus Mas mau,,? "


Jangan lupa like, komen dan Votenya, trimakasih..


__ADS_2