
Kay pun ahirnya ikut tidur di dalam pelukan Alvin,karena memang Kay sudah merasa mengantuk juga lelah.dan Kay juga merasakan nyaman dalam pelukan Alvin
Saat sudah terdengar bunyi Ayam berkokok yang menandakan waktu sudah pagi, Alvin pun terbangun,tapi dengan masih mata yang tertutup,Alvi merasakan badanya yang terasa hangat .
Dengan pelan Alvin membuka matanya,lalu Alvin mengucek matanya karena sepertinya ada yang salah dengan pandangan matanya.
Setelah mengucek matanya,Alvin melihat Kay yang sedang tertidur dengan pulasnya sambil berbatalkan dengan tanganya.
"Sayang,,,ini benar kamu,,"sambil mengusap pipinya lalu mencium keningnya.
"Hemmmm,,,"Jawab Kay hanya dengan deheman dan makin mengencangkan pelukanya ke badan Alvin.
"Kapan datang,?,kok Mas ngga tau dan kenapa ngga ngasih tau kalau mau datang,?"
"Semalam jam 10,dan sengaja ngga ngabarin karena mau bikin kejutan,,"Alvin langsung memeluk Kay dengan kencangnya karena rasa senang.
"Mass,,jangan kekenjangan peluknya,Aku engap,,"Alvin langsung melepaskan pelukanya.
"Maaf,,"sambil tersenyum.
Sedang di luar kamar tepatnya di dapur , Ibu kebingungan.karena di meja makan banyak sekali makanan,karena seinget Ibu tidak ada yang membelinya semalam.
"Tiwi,,,Rara,,,"teriak Ibu memanggil anaknya.
"Apa sih Bu,,pagi pagi teriak teriak,berisik tau,,"kata Rara karena Ibu saking anehnya.
"Itu lihat makanan segitu banyaknya,siapa yang beli,,?"Ibu menujuk ke arah meja makan pada Rara.Rara langsung mendekat.
"Wah,,banyak banget Bu,ada ayang panggang,ayam kriyk dan ada pizza juga,,"kata Rara sambil melihatnya.
"Ini lagi Bu,,ada jajanan lagi,,"
"Itu Kak Kay Bu yang bawa semalam,,"Tiwi yang masuk ke dapur.
"Hah,,Nal Kay semalam datang,kenapa Ibu ngga dibangunin,terus sekarang di mana,,?"
"Semalam Kak Kay datang sudah malam,jam 10 an lah,jadi semuanya udah pada tidur,"
"Iya terus Nak Kay nya di mana sekarang Wi,,?"
__ADS_1
"Ya di kamar kak Alvin lah Bu,,emang mau tidur di mana lagi kalau bukan di kamar Kaka,,"Ibu pun tersenyum mendengarnya.
Sedang Rara bodo amat,dan mengambil sebungkus makanan lalu memakanya,saat Ibu mau ke kamar Alvin Tiwi melarangnya.
"Ibu mau ke mana,,?"
"Mau ke kamar Kakamu lah,,"
"Eehh,,mau ngapain,,?Bu kaka sudah lama ngga ketemu Kak Kay,jadi biarkan mereka berdua melepas rindu,nanti juga mereka keluar dari kamar kok kalau lapar atau haus,mendingan sekarang Ibu masak aja buat sarapan,"kata Tiwi sambil menahan badan Ibu agar tidak pergi.
"Oh iya benar juga yah,,"
Ibu pun memasak,sedang Rara dan Tiwi bergantian mandi,karena mereka berdua mau berangkat sekolah dan kuliah.
Sedang di kamar,Alvin dan Kay masih saling peluk.
"Mas,,Aku keluar dulu yah mau bantu Ibu buat sarapan,,"
"Ngga usah,,di sini aja,pasti Tiwi apa Rara sudah membantu Ibu,,"
"Tapi Aku ngga enak Mas,,masa tamu kok bangunya siang,,"
"Mas kangen banget sama kamu,,kayanya seminggu itu seperti satu tahun aja,,"
"Alahh,,,gombal,,"
"Serius,,mau berapa hari di sini,,"
"Besok sore Aku harus sudah kembali ke kota,,"
"Gimana sama kantor,,"
"Aku merasa sudah ngga kuat Mas,,otaku rasanya mau pecah,,"
"Apa ada masalah,,,"Kay menganggukan kepala.
"Mas ikut ke kota aja yuk,bantu Aku di perusahaan,,"
"Jangan sembarangan deh kalau ngomong,Mamahmu sudah pasti akan sangat tidak setuju Mas kerja di kantor lagi dan pasti hubungan kita juga akan di tentangnaya kalau sampai ketahuan,,"
__ADS_1
"Tapi Aku butuh kamu Mas,,Aku merasa saat ini hidupku hanya sendirian,,"sambi mata Kay sudah berkaca kaca.
"Suttt,,,jangan seperti ini,,Kay yang Mas lihat kuat,mandiri dan pintar itu mana hemmm,,"sambil mengusap pipi Kay.
Air mata Kay ahirnya tumpah juga,Karena memang saat ini hatinya Kay sedang tidak baik baik saja.
"Jangan menangis,,cerita ada apa hemmm,,siapa tau Mas bisa bantu,,?"Kay menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah kalau ngga mau cerita,,tapi Mas akan selalu ada buatmu,jadi jangan berfikir kalau kamu hanya sendiri,"sambil mencium kening Kay.
Lalu mereka pun saling peluk,Kay memang mempunyai pribadi yang tidak bisa mencurahkan isi hatinya pada orang,dan selalu memendamnya sendiri.
"Kita keluar yuk,,ini sudah jam 8 pagi,"Kay lalu turun dari kasur dan sebelum keluar dari kamar Kay melihat wajahnya di kaca dulu,karena takut kelihatan habis menangis,malu ketahuan Ibu.
Setelah itu Alvin dan Kay keluar dari kamar.
"Pagi Bu,,"kata Kay saat masuk kedapur,dan Ibu sedang mencuci piring.Kay mendekati Ibu dan mencium tanganya.
"Pagi Nak,,kok mau datang ngga bilang bialang sih,Ibu jadi ngga siapin apa,,"
"Ngga apa Bu,,Kay ngga mau ngerepotin Ibu,,"
"Ya udah sanah sarapan sama Alvin,Ibu selesaiin cuci piring dulu,,"Kay pun mengangguk.
Alvin tadi langsung masuk ke kamar mandi ,dan saat Kay sedang mengambil minum Alvin keluar dari kamar mandi.
"Mau pakai apa Mas,,?"tanya Kay saat Alvin sudah duduk.
"Kok ada ayam bakar dan banyak lauh gini Bu,,Ibu kapan belanja,,?"
"Itu Nak Kay yang bawa semuanya,,?"Alvin.langsung melihat Kay,sedang Kay hanya tersenyum.
"Ini cukup ngga Mas,,?"
"Iya sudah segitu aja,,"Lalu mereka pun makan bersama.
Selesai makan Kay membantu Ibu cuci baju,padahal Kay belum pernah yang namanya mencuci baju,tapi Kay ingin belajar karena Kay ingin tau gimana cara mencuci pakai tangan.
Alvin duduk di dekat Kay dan Ibu yang sedang asik mencuci baju,Alvin rupanya sibuk dengan hpnya tapi rupanya sambil bekerja.Alvin sedang mengerjakan pekerjaan yang di beri oleh Bimo.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih...