
Kay sampai di parkiran kantor Alvin, dan Alvin langsung masuk ke dalam mobil saat mobil Kay berhenti di depanya.
"Lama ya Mas nunggunya,,? "
"Ngga lama,, Mas baru 5 menit nunggunya, "
"Oh sukur deh, soalnya tadi sedikit macet,, "
Mobil pun melaju ke arah restoran yang Kay mau datangi.
"Mas,, besok ahir pekan kita pindahan yah, dan barang barang kan sudah ada di sana, jadi kita tinggal bawa baju aja,, "
"Apa tadi sudah selesai pembayaranya,, "
"Sudah, dan surat surat rumahnya udah di Aku,, "Alvin lalu mengangguk.
Ahirnya mereka sampai di Restoran, dan Kay memesan satu ruangan kusus untuk makan, Kay ingin makanya merasa nyaman berduaan dengal Alvin. dan makanan pun sudah siap di atas meja.
"Mas mau makan apa,,? "saat mereka berdua sudah duduk.
"Kamu pesan makanan banyak banget sih Yang,sayang loh kalau ngga habis,, "kata Alvin karena meja penuh dengan makanan.
"Ngga banyak ini mah Mas,, pasti habis nanti, orang Aku juga undang teman Mas kok,, "
"Teman Mas,, siapa,,? "
"Ya Bimo sama Adit,, "
"Kamu tau no mereka dari mana Yang, Mas ngga suka kamu nyimpen no laki laki lain, walau itu teman Mas sendiri,, "
"Kenapa emangnya Mas kalau Aku punya no tlfon mereka,,? "tanya Kay, sedang Alvin sudah mengambil hp Kay untuk melihat kontak di hp Kay, padahal sebelumnya Alvin tidak pernah melakukanya.mengecek hp Kay atau kepo pada hp Kay.
__ADS_1
"Ada ngga no telfon mereka,ngga ketemu,,? ya ngga bakalan ketemu lah Mas, orang Aku nyuruh Maya yang telfon ke mereka untuk datang ke sini, Aku ngga punya no telfon mereka kok,, "Alvin langsung meletakan hpnya Kay di meja.
"Maaf Mas sudah lancang membuka hp kamu, Mas ngga suka kalau kamu punya no tlfn mereka, "
"Kenapa emangnya,,? Mas takut kalau mereka mengatakan sesuatu rahasia yang Aku belum tau apa,,? "
"Bukan masalah itu,, Mas ngga takut kalau mereka mengatakan sesuatu pada kamu, kalau memang kenyataanya Mas ngga merasa melakukan Mas ngga takut, Mas hanya takut kamu akan berpaling dari Mas karena mereka penampilanya lebih keren dari Mas,, "Kay yang tadinya sedikit tegang dan kesal langsung tersenyum mendengar kata kata yang Alvin katakan.
Alvin semenjak habis sakit memang badanya belum pulih dan berisi ,,dan kemarin waktu di kroyok pun kualahan karena tenaganya juga tidak sekuat dulu, Alvin merasa takut dan cemburu saat Kay bilang mengundang temanya, karena Adit dan Bimo itu cukup ganteng juga dan badan yang cukup bagus.
"Kenapa,, kok senyum, ada yang lucu,,? 'tamya Alvin saat melihat Kay tersenyum.
"Mas,, kamu cemburu sama temen mu,, ya Tuhann,, "sambil geleng geleng kepala.
"Udah jangan di bahas, Mas sudah lapar, ayo makan,, "Alvin langsung mengambil piring untuk mulai makan, Alvin sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Mas,, Aku mencintai Mas itu bukan dari fisik, tapi dari sikap dan ketulusan cinta Mas pada ku, jadi jangan merasa Mas itu kurang ini kurang itu, bagi ku Mas sudah sangat sempurna,, "Alvin hanya mengangguk sambil tersenyum .
"Iya,, cium dulu itu hukuman buat Mas karena telah curiga padaku,, "sambil menujuk ke pipinya.
Alvin lalu mencium pipi Kay, saat bibir Alvin masih menempel di pipi Kay, kedua teman Alvin masuk.
"Woyyy,,, masih siang,, "Kata Adit.
"Aduhh,, mataku tercemar ini,, "kata Bimo.
Alvin langsung menegakan duduknya.sedang Kay cuek aja.
"Asik makan enak nih kita Bim,, "sambil duduk di kursi.
"Iya,, dan gratis lagi,, "jawab Bimo.
__ADS_1
"Udah jang berisik kalian, ayo makan Aku dah laper tau ngga,gara gara nunggu kalan yang ngga datang datang,"
"Ok bos kita sikat,, "
Mereka berempat makan bersama, Kay seperti biasa setiap makan pasti meladeni Alvin, sedang dua temanya merasa iri, karena Kay yang tampangnya kaku tapi saat meladeni Alvin untuk makan sangat lemas, dari tutur kata juga cara mengambilkan makananya.
"Jadi ada apa nih kalian ngundang kita ke sini,,? "tanya Adit setelah selesai makan. Alvin langsung melihat ke arah Kay karena jujur Alvin tidak tau apa tujuan Kay mengundang mereka datang.
"Maaf sebelumnya ,Kay mengundan kalian berdua kesini karena Kay ingin minta bantuan kalian,,? "
"Bantuan apa tuh,, kita sih kalau bisa mau aja, tapi di usahakan jangan sampai minta bantuan uang, karena kita aja ngga punya,, "kata Bimo. Kay menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis.
"Bukan masalah uang kok tenang aja,, "jawab Kay.
"Kay minta bantuan kalian berdua untuk menyiapkan pernikahan Kay dengan Mas Alvin, "Adit yang sedang minum sampai terbatuk saat mendengar perkataan Kay yang mengatakan pernikahan.
"Menikah,,, "kata Adit dan Bimo bersamaan.
"Iya Kay dan Mas Alvin akan menikah, buat Mas Bimo tolong ahir pekan jemput Ibu dan adik adik Mas Alvin di kota S dan minta surat keterangan dari desa sana untuk Mas Alvin yang akan menikah di sini, untuk Mas Adit daftarkan pernikahan kita ke pengadilan agama, dan rencananya kita nikah hari rabu minggu depan, dan acaranya di rumah baru kita, nanti akan Kay tulis alamat rumahnya,, "dua teman Alvin mendengarkan setiap Kay bicara, sedang Alvin duduk dengan santainya sambil tangan bersidakep di dada sambil mendengarkan.
"Apa Mas berdua mengerti dan faham,, "mereka berdua mengangguk. setelah Kay selesai bicara dua temanya melihat ke arah Alvin.
"Ada apa,,? "mereka hanya geleng geleng kepala. Alvin yang tidak tau apa apa hanya diam, dan mengikuti kemauan Kay, Alvin bisa berbuat apa, karena Kay yang sudah memutuskanya.Alvin sih cukup senang tapi kenapa Kay tidak bicara dulu denganya.
"Ini ongkos buat Mas berdua, "Kay menegeluarkan dua amplop buat Adit dan Bimo yang cukup tebal.
"Ambil lah,,, "kata Kay karena mereka berdua cuman melihatnya saja.
"Udah ambil dan pergi sanah,,, "kata Alvin, lalu. mereka berdua mengambil satu satu, setelah itu pamitan untuk pergi duluan.
"Kenapa ngga ngomong Mas dulu mau ada kaya gini, kamu menyusun rencana pernikahan kita tanpa memberi tau Mas dulu,apa pendapat Mas tidak di butuhkan lagi, apa karena Mas ngga punya uang,? "
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...