MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Jutek


__ADS_3

Siang hari Rara pun datang ke rumah sakit,saat Rara masuk ke ruangan rawat Alvin, Rara langsung mendekat ke Alvin.


"Gimana kak,, apa sudah lebih enakan,, ?"tanya Rara yang berdiri dekat Alvin, sedang Ibu pun duduk di kursi.


"Udah,, kamu ngga kuliah,,? "


"Ini baru pulang, Dosenya ngga masuk hari ini, makanya pulang cepat,,"


"Bu kita pulang yuk,, Ibu jangan kecapean nanti sakit lagi, lagian di sini sudah ada orang yang memang harusnya jagain kaka,, "sambil Rara melirik ke arah Kay yang sedang duduk di sofa, sedang Tiwi lagi pergi keluar untuk membeli makanan.


"Ra,, sudah ,,"sambil Ibu menggelengkan kepalanya.karena tau arah ucapan Rara.


"Makanya Ibu pulang yah, besok ke sini lagi kan bisa,, "


"Ya udah Iya,, Ibu ikut pulang, tunggu Tiwi datang dulu,, "jawab Ibu.


Rara, Ibu dan Alvin mengobrol,dan sepertinya sedikit serius,lalu Kay yang merasa ngga enak di dalam ahirnya keluar dari ruang rawat Alvin.


Kay lalu mendatangi Dokter yang menangani Alvin.


"Siang Dok,, "


"Siang,, mari silakan duduk, "kata Dokter.


"Ada yang perlu saya bantu Ibu,,? "


"Hemmm,, gimana perkembangan suami saya ya Dok,,? "


"Pak Alvin sudah ada kemajuan walau baru sedikit, karena sakitnya cukup parah jadi harus di rawatnya sedikit lama Bu,, "Kay pun mengangguk.


"Dok Saya ingin melakukan tes kesehatan pada suami saya, tapi saya ingin di rahasiakan dari keluarganya juga suami saya sendiri, Apa bisa,,? "


"Kalau boleh tau pemeriksaan apa itu Bu,, ?"


Lalu Kay berbicara pada Dokter tentang ke inginanya, dan tadinya Dokter menolaknya, tapi setelah Kay memohon karena ini demi rumah tangganya, ahirnya Dokter pun mau melakukan pemeriksaan itu pada Alvin.

__ADS_1


Selesai bicara pada Dokter, Kay kembali ke ruang rawat Alvin.


"Nak,, Ibu mau pulang dulu yah, besok Ibu datang lagi, dan nanti sore Tiwi datang ke sini lagi buat temenin nak Kay,, "saat Kay masuk ke dalam.


"Iya Bu,, Ibu istirahat yah di rumah,jangan lupa minum vitaminya,, "kata Kay.


Tiwi juga pamitan pada Kay saat pulang, tapi tidak dengan Rara, jangankan menyapa Kay melihat pun Rara ngga mau. Kay pun tidak marah dan benci pada Rara karena tidak baik kemarahan di lawan kemarahan, jadi Kay pun biasa saja.


Setelah semuanya pulang, sekarang tinggal ada Alvin dan Kay yang ada di ruangan. mereka berdua sedikit canggung dan hanya saling diam, memang dari pagi pun mereka tidak tegur sapa, hanya saling melirik sekilas sekilas saja.


Lalu suster pun datang datang membawakan obat dan juga makan siang buat Alvin.


"Ibu,, ini obatnya bapa yah, dan tolong di usahakan makanya harus habis, agar bapanya cepat sehat dan sembuh,,"kata Suster, sedang Kay hanya tersenyum dan menjawab Iya.


Kay pun lalu mengambil tempat makanya, dan duduk di sebelah Alvin.


"Biarkan taro di sini saja, Aku bisa makan sendiri kok,, "sambil menujuk di kasur yang kosong, sedang Alvin mencoba untuk bangun agar bisa duduk.


Tadi pagi saat makan Ibu yang menyuapinya, dan Tiwi yang membantu Alvin untuk duduk. Melihat Alvin yang ke susahan,Kay pun membantu Alvin untuk duduk lalu menaro bantal di punggungnya biar nyaman duduknya.


Lalu Kay pun menyuapi Alvin.


"Makan lah, dan habiskan biar cepat sembuh dan cepat pulang,, "kata Kay sambil menyodorkan sendok ke mulut Alvin.


Alvin pun menurut dan tidak banyak bicara lagi, setidaknya Alvin sudah cukup senang karena Kay sudah mau datang menjenguk dan membawanya kerumah sakit, dan sekarang mau menyuapinya walau dengan juteknya.


Ahirnya nasi pun habis, Alvin dari tadi hanya menurut setiap Kay menyuapinya. setelah nasi habis lalu Kay juga menyiapkan obatnya, setelah Alvin meminum obat, Kay mengupaskan buah apel untuk Alvin juga.


"Aku sudah makan dan sudah minum obat juga, sekarang giliran kamu, sanah makan siang dulu, kamu juga harus makan, "kata Alvin setelah Apel telah di iris iris dalam piring.


"Aku belum laper,, Mas makan buah dulu aja nih,, "sambil mendekatkan piring yang berisi buah ke dekat Alvin.


"Nanti aja dulu, Aku masih kenyang, tadi kamu suapin sampai habis gitu,, "


"Mau ke mana,,? "tanya Alvin saat Kay bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Mau keluarin ini tempat makan,, apa Mas butuh sesuatu,,? "Alvin menggeleng.


Setelah Kay duduk, Dokter pun datang ingin memeriksa Alvin.


"Gimana Pak Alvin, sudah lebih baik,, "


"Sudah lebih baik Dok,,"


"Pak Alvin, Saya akan memeriksa Bapa lebih lanjut, apa Bapa bersedia, karena ini demi kesehatan Bapa,,? "


"Apa itu harus Dok,,? "


"Iya Pak Alvin,, biar kita bisa tau kondisi tubuh Bapa,, "


"Biar Dokter memeriksanya Mas,, Aku akan temani Mas,, "kata Kay agar Alvin tidak curiga.


Ahirnya Alvin pun mau, Alvin di bantu perawat laki laki untuk duduk di kursi roda. lalu Kay pun mendorong kursi rodanya ke ruang pemeriksaan.


Kay selalu menemani Alvin yang sedang di periksa oleh Dokter, dan selalu memberinya semangat.


Setelah Satu jam setengah, pemeriksaan Alvin pun selesai, dan Alvin bersama Kay kembali ke ruang rawat Alvin.


"Apa kamu takut kalau Aku terkena penyakit dan akan menularimu,,? "Kay pun yang tadinya akan pergi ke arah sofa berhenti mendengar perkataan Alvin.


"Aku tidak tersinggung atau marah,Aku justru berterimakasih padamu. itu mungkin memang lebih baik,biar Aku juga tau tentang kesehatan badanku,,"Kay hanya diam dan menundukan wajahnya.


"Kesinilah,,dan duduk di sini,, Aku merasa sakit di sini,, "kata Alvin sambil menujuk ke dadanya, Kay yang takut Alvin kenapa kenapa langsung mendekat ke Alvin.


"Mananya yang sakit Mas,, biar Aku panggil Dokter,, ?"sambil Kay mengusap dada Alvin dan Alvin langsung menggenggam tangan Kay.


"Sakitnya ada di dalam dada, hatiku lah yang sangat sakit,karena sangat merindukanmu,, "Kata Alvin,lalu Mata mereka pun bertemu dan saling pandang.


"Jangan tinggalkan Aku.Aku mohon,, Aku sangat mencintaimu,, "lalu Alvin mencium tangan Kay yang di genggamnya.Kay pun terduduk di ranjang pasien dekat Alvin.


"Aku ngga butuh balasanya sekarang, karena Aku akan selalu menunggu sampai kamu mau menerimaku,, "Dan Alvin langsung memeluk Kay dengan tangan satunya. Badan Kay menolak sentuhan Alvin karena di lihat dari badan Kay yang kaku, tapi beda dengan hatinya, Kay merasakan debaran di dalam dadanya dan Kay memang merindukan pelukan Alvin.

__ADS_1


Jangan lupa, like komen dan votenya,, trimakasihh...


__ADS_2