
Linda mulai menceritakan pada Kay tentang kejadian dan masalah yang membuat Linda meninggalkan Anak dan suaminya.
"Mamah dan Eva adalah teman juga sahabat, kita berteman dari Kuliah.selesai kuliah Eva meneruskan kuliah ke luar negri, sedang Mamah menikah dengan Papah,saat Mamah sedang hamil Kay, Eva pulang dari luar negri dan menemui Mamah, dan Mamah juga mengenalkan Papah pada Eva, dan ternyata Eva menyukai Papah,Eva jadi sering main ke rumah dan Mamah pernah mergokin Eva sedang mencuri foto Papah, "
"Mamah menegurnya saat Papah pergi dan Eva marah sama Mamah karena tidak terima dengan teguran Mamah, katanya Mamah terlalu pencemburu,, dan semenjak itu Eva jadi jarang main ke rumah, tapi kata Papah Eva sering menelfonya,, Mamah yang ngga suka dengan kelakuanya langsung menegur Eva, dan Eva makin membenci Mamah, Eva lalu pergi ke luar negri lagi, setelah 4 tahun Eva datang lagi, Eva rupanya belum juga menikah dan sepertinya sangat terobsesi dengan Papah, karena ke pulangan Eva kali ini berniat menghancurkan rumah tangga Mamah dengan Papah,, "
"Rupanya Eva merencanakan kejahatan untuk menjebak Mamah, Mamah di jebaknya dengan cara memberi obat bius di minuman Mamah, saat itu Eva menyuruh teman kuliah Mamah dan Eva untuk menjebak Mamah,Mamah di ajak ketemuan di cafe,dan tau tau kepala Mamah sedikit pusing, setelah itu Mamah ngga ingat apa apa lagi,"Linda mengeluarkan air mata saat bercerita.
"Dan saat Mamah tersadar sudah ada di kamar Hotel, dan dalam keadaan tidak memakai baju.dan di samping Mamah ada laki laki yang Mamah ngga kenal sedang memeluk Mamah, saat Mamah akan bangun tiba tiba pintu kamar Hotel terbuka, ternyata Papah yang masuk bersama Eva, Papah yang melihat keadaan Mamah dalam keadaan seperti itu langsung marah dan Papah juga langsung menalak Mamah,,dan mengusir Mamah, keluarga Mamah yang tau juga tidak mau menerima Mamah lagi, ahirnya Mamah pergi dan hidup sendiri sampai sekarang, "Linda menangis tersedu sedu, Kay yang melihatnya langsung meminta Mamahnya untuk mengentikan ceritanya. Kay langsung bisa menebak semua ceritanya sehingga Kay tidak mau mendengarnya lagi.
Kay langsung memeluk Linda, mereka berdua menangis bersama, Alvin yang mendengarkan cerita Linda tadi ikut merasakan kesedihanya juga.
Setelah Kay dan Mamahnya sudah berhenti mensngis juga sudah lebih tenang, Alvin lalu menyuruh Kay dan Mamahnya untuk makan malam.
Dengan mata yang lembab dan bengkak karena habis menangis,Kay mengambilkan makan buat Mamahnya.
__ADS_1
"Biar Mamah makan sendiri aja, Kay temani Alvin makan sanah, kasihan Alvin makan sendiri,, "
"Tapi Kay pengin suapin Mamah, Mamahkan masih sakit,, "
"Mamah sudah sembuh, dan Mamah bisa makan sendiri kok,, sanah temani Alvin makan,, kasian masa Suami mau makan istrinya ngga mau temani sih, "
Kay lalu menurut dan keluar dari kamar Mamahnya, Kay mendekati Alvin yang sedang makan sendiri.
"Kenapa,, apa ada yang kurang makananya,,? "tanya Alvin yang melihat Kay duduk di sebelahnya. Kay menggelengkan kepalanya.
"Memangnya Mamah sudah selesai makanya,, "Kay menggeleng lagi.
"Aku pengin gantian di suapin, Aku pengin Mas suapin Aku,, "
"Oh gitu,, siap tuan putri yang manis,, "
__ADS_1
Alvin lalu menyuapi Kay makan, mereka berdua makan sepiring berdua.
"Mass,, jika nanti kita ada kesalah pahaman, tolong kita selesaikan dengan kepala dingin dan jangan dengan emosi yah, Kay jadi takut mendengar cerita Mamah, Aku ngga mau kita berpisah, Aku sangat mencintai Mas ,dan Aku ngga mau pisah dengan Mas apa pun yang terjadi,, "sambil menyenderkan kepalanya di pundak Alvin.
"Justru Mas lah yang takut kalau nantinya kamu yang ninggalin Mas, masalalu Mas terlalu suram, apa Mamahmu kalau tau tentang masalalu Mas akan merestui hubungan kita,justru Mas yang saat ini merasa takut,dan pastinya karena masalalu Mas pasti banyak orang akan memandang Mas dengan sebelah mata, pasti nantinya kamu akan malu mempunyai suami seperti Mas ini, Mas akan selalu mempertahankan hubungan kita asalkan kamu masih mau hidup dan menjadi istri Mas, tapi kalau suatu hari nanti kamu tidak mau lagi hidup dengan Mas karena merasa malu dan tertekan karena masa lalu Mas, Mas akan siap mundur walau rasanya akan menyakitkan,, "Kay menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak peduli dengan omongan orang, asal Mas berjanji dan tidak akan kembali ke dunia itu, Aku tidak akan mendengarkan omongan orang, karena Aku yang merasakan dan menjalani hidup dengan Mas, jadi ngga perlu Mas takut dengan omongan orang yang akan mempengaruhi Aku, Aku hanya ingin bukti kalau Mas sudah berubah dan insaf, "
"Mas akan buktikan, karena Mas juga dari lama memang sudah ingin insaf,,, "
"Sukur lah Mas,, sekarang kita tidak perlu dengar omongan orang, karena kita yang menjalaninya,, semoga kita selalu bersama ya Mas sampai tua nanti ,,"
"Iya,, kita akan bersama sampai tua dan merawat juga membesarkan anak anak kita bersama sama,, "
"Amin,, "kata Kay, Alvin lalu memeluk dan mencium kening Kay.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...