
Setelah puas menangis, Kay lalu mencuci wajahnya dan memakai bedak tipis tipis.
"Lama amat sih Kay ke kamar mandinya,, "kata Anin.
"Iya,, Aku sakit perut, Maya sama cowoknya mana,,? "
"Maya sama cowoknya dah pulang duluan, katanya cowo Maya besok naik pesawat yang pagi, jadi takut besok telat jadi mau tidur cepat,, "Kay hanya mengangguk.
Lalu Kay dan Anin pun pulang setelah membayar makanan. Kay pulang langsung ke rumahnya.
"Sayang,, sinih duduk dulu, ini loh ada om samuel,, "kata Eva saat melihat Kay yang sudah pulang.
"Hai Kay,, wah makin cantik aja kamu,, "kata om Sam saat Kay menjabat tanganya.
"Makasih,, "jawab Kay dengan jutek, karena memang Kay ngga suka dengan adik laki laki mamahnya itu.
"Mah,, Kay cape. Kay mau istirahat dulu yah,, "
"Ngga makan malam dulu,,? "
"Kay udah makan,, "sambil berjalan ke arah kamar.
"Gila Kak,, anakmu makin cantik aja,, makin menggoda,, "
"Kamu jangan macam macam ya Sam,, atau kamu mau tidak akan bisa bekerja di perusahan miliknya,, "sambil mata Eva menatap tajam.
"Iya Kak,, tenang aja,"sambil tersenyum licik.
Keesokan harinya Kay pergi ke kantor dengan mata pandanya karena malamnya kurang tidur.
Sudah dua hari ini Kay berfikir akan perasaanya, ini lah buruknya dari sifat Kay, kalau ada masalah selalu di pendamnya sendiri.
Kay berfikir dan juga mengambil keputusan untuk menjenguk Alvin di kampung, karena Kay mendengar dari Maya, kata pacarnya Maya Alvin sudah sangat parah sakitnya, karena hanya di obati di rumah saja tanpa di rawat di rumah sakit.
Sehabis pulang kerja Kay langsung berangkat, karena tadi siangnya sudah membeli tiket pesawat. dan keberangkatanya jam 6 sore.
Sampai di Bandara Kay langsung masuk ke dalam pesawat, untung saja Kay tidak tertinggal pesawat. karena tadi jalanan macet membuatnya lama di jalan.
Penerbangan membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit, setelah sampai di bandara kota S, Kay langsung mencari taxsi untuk menuju rumah Alvin.
__ADS_1
Sebenarnya Kay merasa ngga enak pada Ibu Alvin dan adik adiknya, karena Alvin sudah sakit lama tapi Kay baru menjenguknya, Kay juga berfikir pasti Ibu sudah tau tentang permasalahnya dengan Alvin.
Saat taxsi sudah berhenti di depan rumah Alvin, Kay yang akan turun dari taxsi sedikit takut juga malu, Kay berjalan dengan pelan, saat sudah berdiri depan pintu Kay mengetuknya dengan pelan.
"Iya,, tunggu,, "suara dari dalam.
"Maaf,,, Cari siapa,,?"saat pintu sudah terbuka, dan yang membuka pintu itu adalah Rara.
"Sa,, saya Kay,ingin bertemu dengan Mas Alvin,, "kata Kay sedikit gugup.
"Maaf,, kaka Saya lagi sakit dan ngga bisa di ganggu,, "dan Rara langsung menutup pintu.
Kay yang kaget hanya bisa diam dan tidak berani mengetuknya lagi, Kay sudah tau kalau tadi itu adalah Rara, karena Kay pernah melihat fotonya di hp Tiwi.
Lalu Kay duduk di depan rumah Alvin sambil berdiam.
"Kak Kay,,, kok diluar, kaka kapan datang,, "kata Tiwi yang baru datang entah dari mana.
"Iya,, ini Kaka baru sampai, Tiwi dari mana,,? "
"Ini Tiwi habis beli obat buat ibu,,"
"Ibu sakit apa,,? "
"Ibu kalau banyak fikiran dan kecapean langsung sakit kak,, "
"Lalu Kak Alvin,, apa sudah sehat? "Tiwi menggeleng.
"Ayo kak masuk, pasti Ibu dan kak Alvin senang lihat kaka datang,, "
Tiwi pun membuka pintu dan mengajak Kay masuk.
"Kamu ngapain suruh dia masuk juga,, "Rara di dari belakang langsung berbicara.
"Ka Rara ini tuh Kak Kay,, istrinya kak Alvin,, "
"Istri,, kapan kak Alvin nikah,, ngga mungkin kak Alvin udah nikah, kalau sudah nikah ngga mungkin sebagai seorang istri tega menelantarkan suaminya yang sedang sakit,, "dengan nada sedikit tinggi.
"Suruh dia keluar,, Kaka ngga mau melihatnya, kamu jangan belain orang yang sudah membuat Kak Alvin sakit Dek,, "
__ADS_1
"Kak,, jangan kencang kencang bicaranya, nanti ibu bangun,,"
"Ada apa sih kok pada ribut, kaka kalian lagi sakit loh,, "kata Ibu yang keluar dari kamar dan berjalan dengan memegang kepalanya.
"Nak Kay,, kapan datang,,? "kata Ibu saat melihat Kay, Kay pun mendekat dan memeluk Ibu.
"Maafin Kay Bu,,"mereka masih saling peluk.
"Ngga,, Nak Kay ngga salah,, "
"Bu Rara ngga suka dia datang,, suruh dia pergi Bu,, "
"Rara Ibu ngga pernah ngajari kamu berbicara ngga sopan seperti itu, minta maaf pada Kaka iparmu,, "
"Cihhh,, kaka ipar,, ngga sudi Rara punya Kaka Ipar seperti dia,, "
"Raraaa,, "Ibu langsung marah.
"Apa,, Ibu mau marah, silakan. Ibu ngga ingat kemarin saat kak Alvin baru datang dari kota dia sakit Bu, dan Kaka pulang sendiri dengan wajah pucat juga sakit, mana ada Istri yang membiarkan suaminya yang sedang sakit pergi sendiri,, Rara ngga terima Bu,, Kaka bukan sekedar kaka, tapi dia adalah pengganti Ayah bagi kita, dia tulang punggung keluarga kita, dia berkorban untuk kita semua dan tanpa mempedulikan betapa tersiksanya kaka bekerja hanya untuk mencukupi kita sekeluarga,, semua orang punya masalalu, orang ngga ada yang sempurna tapi dia yang Ibu sebut Kaka ipar dia orang ngga punya hati,hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa mempedulikan perasaan orang lain,, "
"Rara,,, cukup,, cukup,,!! "Ibu dengan menangis,, Rara pun langsung pergi dari rumah.
"Kak jangan pergi kaka,, "Tiwi mengejarnya, tapi Rara tidak mempedulikanya.
"Maafkan Rara,, Dia sebenarnya anak baik, dia ngga pernah bicara sekasar tadi,, Ibu minta maaf untuknya pada Nak Kay,, "Ibu sambil menangis tersedu sedu.
"Rara benar kok Bu,, Kay memang salah,, Kay ngga papa,jangan minta maaf Bu,, "kata Kay sambil menggenggam tangan Kay.
Lalu Kay di ajak untuk masuk ke kamar Alvin, dengan pelan Kay mengikuti dari belakang, saat masuk ke dalam kamar, Kay sangat kaget melihat ke adaan Alvin.Alvin benar benar kurus dan sangat pucat.
"Ka,,ka,, kaka,,"Ibu mencoba membangunkan Alvin tapi Alvin tidak ada reaksi.
"Kak,, Alvin,, sayang,, ini ada Nak Kay,, ayo bangun,, "tetap tidak bergerak.
"Wi,, bangunkan kaka, kaka ngga mau bangun,, "suara Ibu bergetar, Tiwi langsung menggoyangkan badanya tapi tetap ngga mau bangun.
"Bu,, Kaka ngga mau bangun,, "kata Tiwi.
"Kaka,, bangun,, jangan tinggalin kita,, kakaaa,, "kata Tiwi sambil menangis begitu juga dengan Ibu.Kay pun langsung mendekat ke Alvin.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...