
Alvin lalu menyebutkan nama yang sudah di buatnya dari dua bulan lalu.
"Anak kita Mas kasih nama Alka Putra Sasongko,Alka di ambil dari nama kita,dan belakangnya dari nama keluargamu,,"
"Nama yang bagus,kita panggil dede Al dong Mas,,"Alvin mengangguk.
"Tapi kenapa belakangnya nama keluarga ku,bukan nama belakang Mas,,"
"Ngga papa ,Mas ingin saja nama belakang anak kita dari nama keluarga kamu,biar suksesnya nular ke anak kita,,"Kay tersenyum tipis.
Alvin mencoba menggendong anaknya,Alvin terlihat lemas tidak terlihat kaku,karena dulu saat Rara dan Tiwi bayi Alvin sering menggendongnya.
"Sayangnya Ayah,,,Dede Al,,"sambil mengusap pipi si dede.
"Papah,,,"kata Kay.
"Ayah,,"Kata Alvin.
"Ayo lah Mas,,Papah,,,"
"Kalau mau pangilnya Papah,harus ada sharatnya,,"
"Sharat,,apa itu sharatnya,,?"
"Mas ingin punya anak 3,jadi Mas mau dua anak lagi,,"Kay justru tersenyum.
"Ok,,Aku mau,setuju,,"
"Ok,,setuju,,"
"Anaknya Papah,,dede Al,,"kata Alvin Kay langsung tersenyum bahagia.
__ADS_1
Lalu Dede menangis seperti mau nen,Alvin lalu memberikanya pada Kay,kay lalu memberikan nenya.
Sudah 3 hari Kay di rumah sakit,dan hari ini Kay dan dede Al akan pulang,Rara dan Bimo sudah menghias rumah untuk menyambut kedatanganya,Ibu ikut menjemput kerumah sakit,biar di mobil dede di gendong Ibu, dan mereka ahirnya sampai rumah.
Kay tersenyum bahagia karena Rara dan Bimo menyambutnya dengan hiasan di rumah sangat bagus.
Lalu Dede Al di bawa ke kamar Kay yang sudah di ubah,di kamar Kay sekarang sudah ada Box bayi.
Satu minggu kemudian acara aqiqah dan sukuran nama anak Kay dan Alvin,Adit ikut membantu kelancaran acara.
Acara di hadiri anak anak dari panti asuhan,dan anak anak yatim piatu.dan acara berjalan lancar sampai ahir acara.
Tiwi tidak bisa pulang karena Tiwi sedang ada ujian semester,hanya vc saja.
Acara pun selesai,sekarang Bimo,Adit dan Bimo sedang merapikan rumah di bantu juga mba dan pak supir.
Keesokan harinya Alvin sudah mulai kerja lagi seperti biasa bersama Bimo.Adit lalu datang ke kantor Alvin.
"Tumben datang ngga telfon,,untung aja hari ini Aku ngga pergi keluar ,"kata Alvin saat Adit sudah duduk di depan mejanya.
Bimo lalu masuk juga ke dalam ruangan Alvin,mereka lalu mengobrol bersama.
"Gimana tawaranku kemarin,mau ngga kamu kerja di perusaahanku,tapi Aku tempatkan kamu di singapur,,"
"Aku takut ngga bisa Vin,,"
"Ngga bisa gimana sih,kamu itu udah biasa kerja kan,kamu pasti bisa,,"
"Kamu dapat apartemen di sana,dan mobil dari kantor pun nanti dapat,,"kata Bimo.
"Sudah jangan banyak fikir,masalahnya seminggu lagi sudah harus ada yang kesana,proyek sudah mau di buat ,"
__ADS_1
"Baiklah Aku akan berangkat,"Alvin dan Bimo.langsung tersenyum senang.
"Besok kamu ke sini lagi,kamu harus mempelajari tentang kerjaanya dulu,,"Adit mengangguk.
Mereka mengobrol sekitar satu jam,setelah itu Adit pulang sedang Alvin dan Bimo lanjut kerja.
Adit membereskan barang barang di kontrakanya,baju baju Maya di masukanya di koper dan juga baju bayi yang Maya sudah belikan untuk anaknya.Adit akan mengantarkanya ke rumah mertuanya.dan Adit juga menjual semua barang barang yang ada harganya melalui aplikasi.mobil Adit juga ikut di jual.Adit hanya menyisakan foto pernikahanya dan foto berduanya pas Maya hamil.
Pagi harinya Adit akan pergi ke kantor Alvin tapi mampir ke rumah orang tua Maya dulu untuk menitipkan barang barang Maya.
Sampai di rumah orang tua Maya,Ayah dan Ibu Maya sangat cuek pada Adit,mereka memang kurang suka pada Adit.
"Mau apa kamu datang ke mari,?"tanya Ayah.
"Saya ingin menitipkan barang barang milik Maya dan baju baju kesukaanya Yah,"
"Menitipkan,kamu sudah ngga mau menyimpanya lagi,,kamu sungguh keterlaluan tau ngga Dit,,dasar laki laki tidak bertanggung jawab,,"
"Bu,bukan, bukan Saya ngga mau menyimpanya Yah,tapi karena Saya mau kerja di luar negri jadi saya tidak bisa membawanya,saya menitipkanya di sini,nanti kalau saya pulang lagi saya akan ambil,,"
"Kerja apa di sana kamu,paling juga jadi laki laki penghibur,,"Adit merasa kaget,dan rasanya ingin marah tapi Adit menahanya.
Adit tidak lama di sana,di perjalanan menuju kantor Alvin air mata terus menetes di pipinya.
Sampai parkiran kanto Alvin Adit menenangkan diri dulu,untuk meredam emosinya.
"Tuhan ,,,doaku hanya satu padamu Aku hanya ingin bahagia,,"
Setelah lebih tenang,Adit keluar dari mobil dan langsung masuk ke kantor Alvin.
**Besok episode terahir yah,buat cerita Kay dan Alvin,nanti kalan lanjut ke cerita Tiwi dan Adit,tapi Bimo ,Rara,Alvin dan Kay juga masih sedikit aku munculin.
__ADS_1
Trimakasih yang sudah kasih ide nama,semua bagus bagus kok,,
Jangan lupa Like,komen dan Votenya,trimaksih**...