
Rara dan Bimo melihat ke arah Ibu, dan Rara yang sangat takut juga malu pada Ibunya tidak berani menatapnya lama, Rara langsung menundukan kepalanya lagi.
"Ada apa ini,,? "tanya Ibu.
"Ibu silakan duduk dulu, nanti kita jelaskan,, "
Lalu Ibu pun duduk dekat Rara, setelah satu Dosen meletakan kursi dan menyuruh Ibu duduk.
"Begini Ibu,, saya selaku Dekan di sini ingin meluruskan masalah yang sedang Rara hadapi,, "Ibu melihat ke Rara dengan penuh pertanyaan.
"Jadi ada yang melihat Rara di Hotel dengan laki laki, lalu di fotonya Rara yang sedang ada di Hotel itu, dan ini fotonya,, "sambil memberikan fotonya pada Ibu, Ibu yang melihatnya langsung melihat ke arah Bimo dan Rara.
"Kalian harus jelasin ke Ibu, kenapa ada foto seperti ini, dan bukanya nak Bimo sudah kembali ke kota,,? "
"Ibu jangan marah sama Rara,ini saya yang salah dan saya akan jelas semuanya pada Ibu, "kata Bimo.
"Kak Bimo,, biar Rara yang jelasin pada Ibu, Bu ini tidak seperti yang Ibu fikirkan, Kaka di Hotel bersama Kak Bimo hanya untuk mengantarkan kak Bimo yang akan menginap saja, dan kaka tidak melakukan hal hal yang tidak tidak, Ibu percaya sama Kaka, dan nanti akan kaka jelaskan lebih detailnya di rumah saja ya Bu,, "kata Rara berbicara pada Ibu dengan pelan.
"Tapi kenapa harus tidur di Hotel, kenapa tidak tidur di rumah aja,,? "
"Apa Ibu sudah kenal dengan Bapak ini yang kata Rara dia ini adalah calon suaminya,,? "Ibu melihat ke Rara, dan Rara dengan pelan sedikit mengangguk.
"Iya saya kenal, memang dia calon suami Rara, dan dia dari kota,, "
"Jadi berarti ini hanya salah faham aja ,"kata Dekan.
"Nama Rara di kampus ini jadi tercemar, apa Bapak bisa mengembalikan nama baik Rara lagi,dan Bapak harus menangkap siapa yang sudah menyebarkan foto ini, karena kalau sampai Bapak tidak bisa saya akan lewat jalur hukum untuk mengusut masalah ini, ini bisa di laporkan ke pihak berwajib dengan pencemaran nama baik, "kata Bimo.
__ADS_1
"Tenang Pak, kita pasti akan cari orang yang menyebarkan foto ini,saya harap jangan di laporkan kepada pihak berwajib, saya akan mengumumkan pada mahasisawa dan mahasiswi kalau foto ini adalah salah, dan tidak benar,, "
"Baik kalau begitu kita tunggu kabar baiknya, sekarang kita bisa pergi dari sini kan Pak,,? "
"Iya silakan, kami sebagai Dosen di sini minta maaf atas ketidak nyamanan ini,, "
"Iya pak,, ngga papa,, "jawab Bimo.
Lalu mereka berempat keluar dari kantor Dekan, dan Rara yang masih merasa malu dan takut hanya menunduk, Ibu yang tau anaknya tidak baik baik saja lalu menggenggam tanganya.
"Tidak usah takut kalau kaka memang tidak salah, tunjukan pada mereka kalau Kaka baik baik saja karena semuanya itu tidak benar,, "Rara yang di beri kata kata oleh Ibunya seperti itu langsung tersenyum.
"Biar kaka yang bawa motor, kamu pulang naik taxsi bareng Ibu sama Tiwi,, "saat sudah di depan Bimo berkata sambil meminta kunci motor.
Rara pun memberikanya, dan Bimo langsung keparkiran motor untuk mengambil motor.
Bimo sampai rumah duluan, dan menunggu di teras rumah, sekitar 5 menit kemudian taxsi pun datang. Mereka semua lalu masuk kedalam.
"Iya Bu,, "Tiwi lalu masuk ke dapur.
Sedang Rara dan Bimo di suruh duduk oleh Ibu.
"Sekarang jelaskan semuanya kepada Ibu kenapa Nak Bimo tidak jadi pulang ke kota, dan tentang foto itu,,"Bimo akan menjelaskan tapi lagi lagi Rara yang ingin menjelaskan.
Rara menjelaskan pada Ibu dari mulai Rara mendapat pesan dari Tiwi, dan lalu Rara yang langsung menyusul Bimo ke bandara, dan meminta Bimo untuk tinggal sehari lagi di sini, lalu yang menganyar Bimo ke Hotel untuk menginap, dan cerita ahirnya selesai saat Bimo mengatar Rara sampai parkiran. Ibu yang mendengarkan menganggkukan kepalanya.
"Jadi sekarang kalian sudah memutuskan jadi sepasang kekasih,,? "keduanya mengangguk.
__ADS_1
"Ini saran Ibu, lebih baik kalian menikah saja, dari pada nantinya buat fitnah lagi kaya sekarang, lagian kaka Rara kan bentar lagi juga lulus kuliah kan,, "Rara dan Bimo langsung saling pandang.
"Kalau Bimo sih siap kapan aja Bu,, Bimo terserah Rara maunya kapan,"lalu Ibu melihat ke Rara.
"Kaka ngga bisa putuskan sekarang Bu, Kaka juga harus bilang Kak Alvin dulu,, "
"Kalau masalah kak Alvin biar Ibu yang bilang padanya,Ibu lebih tenang kalau kak Rara menikah, jadi nanti kalau kak Rara mau pindah ke jakarta Ibu tenang, karena sudah ada yang menjaga Kak Rara,, "
Tiwi pun datang dan membawa minuman, setelah itu mereka semua meminumnya.
"Ya udah kalian mengobrol lah, Ibu mau masak dulu buat makan siang ,ini sudah waktunya makan siang kan,, "sambil bangun dari duduknya.
"Bu,, Ibu ngga usah masak,biar Bimo belikan makanan aja yah, Ibu pasti cape karena habis dari kampus Rara, sekarang Ibu istirahat aja, biar saya beli makanan di luar,, "
"Benar kata Kak Bimo Bu, Ibu istirahat aja yah, "kata Rara.
"Apa ngga merepotkan Nak Bimo,, "
"Ngga kok Bu,, "
"Wi,, temani Ibu ke kamar gih,, biar Ibu istirahat, "
"Iya Kak,, "
"Bu,, saya ajak Rara yah, buat temani saya beli makanan,, "
"Iya silakan, kalian hati hati yah,, "Bimo pun menjawab Iya.
__ADS_1
Rara dan Bimo lalu pergi menggunakan motornya untuk membeli makanan.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..