
Bimo sudah dua hari di rawat di rumah sakit, luka lukanya sudah banyak yang sudah kering, tapi bagian kaki belum bisa jalan, dan hari ini tepatnya siang nanti Bimo dan Rara akan menikah di rumah sakit, Rara kemarin sudah menjawab atas apa yang di usulkan Alvin untuk menikah dengan Bimo.dan hasil tes kesehatan Bimo pun sudah keluar dan hasilnya baik semua.
Alvin lalu menyiapkan semuanya, Alvin juga mengundang pak Rt juga Rw kampungnya untuk menyaksikan pernikahan Rara dan Bimo. agar nanti tidak ada gosip macam macam di kampunya.
Rara sudah berdandan cukup cantik di rumahnya, ada MUA yang mendandaninya. saat sudah selesai Alvin memberikan hpnya, ternyata Kay melakukan panggilan vc dan ingin bicara dengan Rara.
"Wah yang mau nikah udah cantik aja nih,, selamat yah Dek,, "kata Kay. Rara tersenyum malu.
"Makasih ya kak,, Rara minta doanya aja,, "
"Iya,, kaka doakan supaya acara pernikahanya lancar tidak ada halangan apapun, dan samawa yah,, "
"Makasih ya kak,, "
Setelah itu telfon di berikan ke Alvin lagi eh Rara.
"Mass,,, Mas kapan pulang,,? "
"Mungkin besok,, kenapa,? "
"Iihh,, kok besok, kan Rara nikahnya siang, jadi sore udah selesai kan, pulang kesininya Sore dong ,,,"
"Ngga tau nanti ya Yang,,"
"Ngga pokoknya harus pulang nanti sore, "
"Iya Mas usahakan,, "
"Ngga boleh usahakan, pokoknya harus pulang nanti sore, "
"Sayang lagi kenapa, tumben,, "
__ADS_1
"Aku dah kangen Mas,, "Alvin pun tersenyum saat mendengar alasan Kay yang menyuruhnya untuk cepat pulang.
"Iya udah iya Mas akan pulang nanti sore, tapi ngga pasti sore ya Sayang, takutnya Mas ngga dapet tiket Sore,, "
"Ya udah nanti Aku yang pesanin tiketnya, "Alvin hanya tersenyum.
"Ya udah,, pesan gih. vcnya udah dulu yah, Mas mau ke rumah sakit,, "
"Iya,, hati hati ya Mas di jalan nanti,, "Alvin mengangguk, lalu mematikan telfonya.
Rara, Ibu dan Tiwi berangkat bersama dengan Alvin menggunakan taxsi, sedang pak Rt dan pak Rw menggunakan motor.
Di rumah sakit ada Adit,rupanya Adit datang karena ingin menyaksikan temanya menikah.
Adit membantu Bimo bersiap, karena sebentar lagi acara ijab akan di mulai. setelah Adit membantu memakaikan kemeja juga topi pada Bimo, rombongan Alvin pun datang.
Rara berjalan dengan pelan saat masuk ruang rawat Bimo, Rara terlihat malu karena banyak orang. tidak lama juga rombongan penghilu datang, Ada Dokter juga suster yang menjadi saksi pernikahan.
Acara pernikahan pun di mulai, Bimo yang grogi salah mengucap ijab sampai dua kali.
"Santai Bim,, ngga usah grogi, tenang aja yah, "kata Alvin sambil menepuk pundak Bimo.
Lalu ijab di mulai lagi, Bimo kali ini sedikit santai, dan terlihat tenang, sampai ahirnya kata Sah pun di ucapkan oleh para saksi.
Semua mengucap sukur, lalu saling membeikan selamat. setelah semuanya selesai, satu persatu semuanya undur diri, sekarang hanya keluarga inti saja, lalu mereka juga berfoto bersama.
"Dit,, Aku mau pulang nanti sore, kamu mau ikut sekalian atau mau besok,, ?"tanya Alvin.
"Bareng aja, ngapain di sini lama lama, nanti Aku jadi kambing conge lagi, "jawab Adit.
"Kalau mau ikut pulang nanti sore, berarti kamu ikut Aku pulang kerumah, biar nanti dari rumah kita langsung ke Bandara,, "
__ADS_1
"Oh,, ya udah Aku ikut aja,, "
"Bim,, kita balik yah, cepat sembuh, masalah kerjaan jangan di fikirkan, kalau kamu nanti di pecat, nanti keja aja di perusahaan Kay, dan Aku titip Adeku, kalau kamu menyakitinya Aku akan mengambilnya,,ingat sekarang Aku kakamu jadi harus sopan, "Alvin sambil tersenyum diahir kata.
"Iya kakaku yang baik,, tenang aja Aku pasti tidak akan menyakiti adikmu,,dan terimakasih yah untuk semuanya,"sambil berjabat tangan.
"Bim Aku juga balik, cepat sembuh biar bisa menikmati indahnya malam pertama,, "sambil tertawa Adit bicara.
"Brengsek,, dasar, iya makasih udah mau datang kesini,, "sambil tos tangan yang saling genggam.
lalu Ibu dan Tiwi juga pamitan akan pulang, setelah mereka semua keluar,sekarang tinggal Bimo dan Rara, mereka yang canggung hanya saling diam.
"Duduk sini Ra,, kenapa berdiri,, sinih,, "kata Bimo, Rara tadi habis mengantar keluarganya sampai pintu, dan setelah pintu tertutup Rara hanya diam berdiri karena malu.
Rara dengan pelan berjalan mendekati Bimo, lalu duduk di dekatnya.
"Apa kamu bahagia Ra,,? "Rara mengangguk pelan.
"Sukurlah,, Kaka juga sangat senang, "sambil menggenggam tangan Rara lalu menciumnya.
Sedang yang di rumah, Alvin masuk ke kamarnya untuk istirahat, sedang Adit tiduran di Sofa .Ibu dan Tiwi memasak untuk makan sore, karena Alvin dan Adit akan pulang sore jadi harus siapkan makan dulu, karena sebelum pergi harus makan.
"Adek, itu Nak Adit kasih bantal dulu, kasihan tidurnya kaya ngga nyaman gitu, "kata Ibu, yang tadi melihat Adit tidurnya seperti ngga nyaman.
"Iya Bu,, bantal siapa yang Tiwi kasihin Bu,?"
"Bantal Adek juga ngga papa,, "Tiwi mengangguk dan langsung ke kamarnya.
Tiwi mengambil bantal, lalu mengantarkanya pada Adit, Tiwi dengan pelan membangunkanya.
"Mas,, Mas Adit,, ini pake bantal tidurnya, biar lebih nyaman,, "kata Tiwi. karena Adit ngga bangun bangun Tiwi sambil menggoyangkan tanganya Adit.
__ADS_1
"Iya sayang makasih,, sinih tidur bareng aja,, "Adit menarik tangan Tiwi, dan Tiwi yang tidak siap langsung jatuh di dada Adit.
Jangan lupa, like komen dan vorenya, trimakasihh...