MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Maya Hamil


__ADS_3

Alvin dan Kay berangkat ke kantor bersama, hari ini Kay ikut ke kantor karena ingin memindahkan Fitri ke bagian yang lain. semalam Alvin sudah bicara pada Kay, untuk memindahkan Kay ke bagian lain karena Bimo besok sudah mulai kerja.


Sampai di ruang kerja Alvin, Kay duduk di sofa, sedang Alvin langsung menuju bangkunya. dan menyalakan komputer.


Tokkk,, Tokkk,,


"Masuk,, "kata Alvin. Rupanya Bimo yang datang.


"Pagi Vin,, "


"Pagi silakan duduk,, "Bimo mengangguk dan lalu duduk di bangku depan meja Alvin.


"Ini kamu isi dan tandatangani,, "sambil memberikan dua lebar kertas.


"Harus juga kaya ginian,,? "tapi Bimo sambil mengisinya.


"Harus lah, kalau kamu ngga isi itu, kamu mau kerja ngga dapet gajih dan tunjangan,, "


"Eeettt,, itu ya ngga bisa,, harus dapat dong, masa kerja cape cape ngga dapet duit sih,, "


"Ya makanya diam dan isilah,, "Bimo langsung mengisinya.


"Mas,, Nanti Aku mau ketemu Anin sama Maya yah,?"sambil jalan mendekati Alvin.


"Eh ada bu Bos rupanya,, "Bimo dari tadi membelakangi Kay makanya ngga melihat ada Kay. Kay hanya tersenyum ramah.


"Mata kamu dari tadi di taro mana,?istriku dari tadi juga ada,, "


"Ya di depan lah,, di mana lagi emangnya, "


"Udah,, ngga usah banyak ngomong,, isi dulu baru ngomong,, "Bimo hanya tersenyum dan mengangguk.


"Mau ketemuan di mana,, kamu ngga boleh cape cape loh,, "


"Kita cuman mau makan siang kok Mas di restoran biasa kita ngumpul, boleh kan,, "


"Boleh,, tapi harus di antar supir yah,, "


"Iya Mas,, "


Bimo sudah selesai, lalu Alvin menelfon Fitri untuk masuk ke dalam ruanganya. semuanya sudah duduk di sofa, dan Kay yang mulai bicara.


"Mba Fitri saya mau mengatakan kalau Mba Fitri saya akan pindahkan jadi sekertarisnya Pak Waluyo, "Fitri langsung kaget.


"Apa saya bikin kesalahan,, "

__ADS_1


"Ngga Mba,,Mba Fitri ngga bikin kesalahan, cuman Suami saya ingin sekertarisnya laki laki, karena ingin sekalian merangkap menjadi asisten pribadinya, jadi Mba Fitri saya pindahkan,, soal gajih tenang aja, gajih Mba Fitri masih sama kaya kerja di sini kok,, "


"Tapi kenapa mendadak begini sih Bu,, "


"Ngga mendadak kok, saya dan suami sudah merencanakanya ,karena belum dapat orang makanya kita belum bicara sama Mba Fitri,dan sekarang sudah dapat orang ,jadi Mba Fitri hari ini pindah jadi sekertarisnya Pak Waluyo,, "


Fitri dengan muka kesal melirik ke arah Alvin, setelah itu langsung pergi keluar.


"Bim,, kamu bantuin Fitri dan tanya masalah kerjaan yang harus kamu pelajari gih,, "kata Alvin.


"Iya,, Baiklahhh,,, "Bimo pun keluar.


Jam pun berlalu, Kay pamitan. pada Alvin untuk pergi bertemu teman temanya.


"Hati hati yah, apa mau Mas antar ke mobil,? "


"Ngga usah Mas,, Aku sendiri aja,, "lalu Kay mencium pipi Alvin dan tanganya sebelum pergi.


Kay langsung masuk mobil, dan pak supir langsung membawa mobilnya menuju ke cafe di mana tempat jajian bertemu dengan kedua temanya.


"Maaf Aku telat yah,, "kata Kay pada ke dua temanya yang sudah sampai duluan.


"Ngga papa,, cuman telat 5 menit dong mah, "


"May,, kamu lagi sakit apa? kok kayanya kamu pucet gitu,,? "


"Ngga kok,, masa sih pucat, padahal Aku ngga sakit,, "


"Aku aja tadi tanya gitu, tapi kata dia ngga sakit, padahal wajahnya aja pucat gitu,, "kata Anin.


"Mungkin Aku karena kecapeaan, soalnya semalam Aku kurang tidur, banyak kerjaan soalnya,, "Anin dan Kay pun mengangguk.


Saat sedang makan, tiba tiba Maya mau muntah, lalu Maya lari menuju toilet. Anin mengejarnya, dan membantu Maya saat sedang muntah.


"Kan bener kamu tuh lagi sakit,, Aku antar ke dokter aja yuk,, "Anin bicara sambil memijit leher Maya.


"Ngga usah, Aku ngga papa kok,nanti juga sembuh kalau istirahat,, "jawab Maya.


Maya lalu mengambil tisu di tasnya, tapi saat mengambil tisu karena buru buru ada yang terjatuh dari tas Maya, Anin lalu melihatnya dan mengambilnya.


"Ini apa May,,?"Tanya Anin, Maya langsung diam.


"Apa kamu sedang hamil,,? "Maya pun ahinya mengangguk karena tidak bisa berbohong lagi, yang jatuh dari dalam tas Maya adalah alat tes kehamilan.


"Anak siapa,,? "

__ADS_1


"Adit,,, "dengan pelan menjawabnya.


"Ya Tuhan,,, ayo kita keluar, "


Anin dan Maya lalu keluar, dan menjuju. meja lagi.


"Kamu ngga papa kan May,,apa mau ke Dokter aja,,? "Maya menggeleng.


"Dia ngga sakit Kay,, dia lagi hamil,, "


"A,, apa Hamil,,be,, benar May,,? "Maya hanya mengangguk


"Anaknya siapa,,? "


"Ya anak si brengsek Adit itu, siapa lagi kalau bukan dia,, "


"Suttt,, jangan kencang kencang Nin,, "kara Kay.


"Sudah periksa ke Dokter,, "Maya menggeleng.


"Aku takut,,, "


"Takut kenapa,,? "


"Adit ngga percaya kalau ini anaknya, "


"Brengsek,, "Anin dengan kencangnya.


"Ya Tuhannn,, "kata Kay.


"Kok Bisa,,, "Maya menggeleng.


"Coba temui dia dan ngomong baik baik,, "


"Sudah,, sering Aku bicara padanya, tapi dia selalu marah,, "air mata Maya pun mengalir.


"Dan sekarang Aku ngga tau dia ada di mana, karena koskosanya kosong dan no ku di blokir,, "


"Kita lapor polisi aja kalau gitu, "Anin yang sudah terlihat kesal.


"Nin,, sabar dulu jangan pakai emosi, biar nanti Aku tanyain sama Mas Alvin yah,, siapa tau dia tau dimana Adit sekarang,, "Maya mengangguk.


**Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih,,,


Yang udah mampir ke cerita baruku trimakasih, smoga suka**,,

__ADS_1


__ADS_2