
Dokter masuk ruang oprasi sedang Maya sudah di bawa Suster masuk ke ruang oprasi lebih dulu.sedang Adit ,Alvin dan Bimo menunggu di depan ruang oprasi.
"Dit orang tua Maya sudah di kabari belum,,?"tanya Bimo
"Sudah,mereka sedang ada di perjalanan ke sini,soalnya sudah satu minggu ini mertuaku sedang ada di luar kota,,"
"Bagus lah kalau mereka sudah tau,setidaknya kalau nanti ada apa apa dengan anak dan istrimu,mertua kamu ada di sini,"Adit hanya mengangguk.
Satu jam lebih Dokter belum juga keluar,Adit sudah merasa gelisah ,Adit mondar mandir ngga jelas.
Bimo yang merasa pusing melihat Adit memutuskan keluar rumah sakit untuk membeli kopi agar tidak mengantuk,dan juga roti.
Sedang Alvin dari tadi Kay menelfonya,terhitung sudah tiga kali telfon ,Kay sangat mencemaskan temanya,dan selalu menanyakan keadaanya.
Anin teman Maya dan Kay pun datang,Anin di beri tau tentang kondisi Maya oleh Kay,dan Kay menyuruh Anin datang biar tau perkembanganya.
"Dit,,duduk lah,,Aku pusing lihat kamu jalan mondar mandir ngga jelas gitu,,"kata Bimo saat sudah masuk lagi dari luar.
"Aku ngga bisa duduk Bim,Aku sangat takut,"
__ADS_1
Tidak lama Dokter pun keluar,dan memberi kabar yang kurang bagus,Maya kritis dan bayinya ternyata keracunan air ketuban,dan bayi pun sudah biru,dan si bayi tidak selamat,Anak Adit meninggal saat masih di dalam perut.
Adit langsung jatuh di lantai dan menangis,Semua temanya mencoba menenangkanya,tapi Adit yang shok tidak bisa menahan tangisnya.
Adit lalu di suruh Dokter untuk mengurus anaknya untuk segera di makamkan.
"Rasanya Aku ngga sanggup Vin,Bim,,melihat Anaku yang sudah tiada,"
"Sabar Dit,semua sudah takdir Tuhan ,kamu harus iklas,anakmu sudah bahagia di surganya Tuhan,,"Alvin terus saja menguatkanya.sedang Bimo langsung pergi ke pemakaman untuk meminta pada pihak makam membuatkan lubang pemakaman untuk aNak Adit.
Saat Adit ,Alvin dan Anin sedang melihat si bayi yang sudah meninggal,orang tua Maya datang,dan mereka sungguh kaget saat mendengar cucunya telah meninggal dan Maya yang kritis,Ibu Maya langsung menangis sambil melihat ka cucunya yang sudah di bungkus mori oleh pihak rumah sakit.
Sore hari semuanya sudah selesai,dan kondisi Maya masih sama,belum ada perubahan,masih kritis.
Adit dan Bimo lalu pamit pulang karena sudah sore,dan Anin juga pamit pulang.
Saat sampai rumah Alvin kaget melihat Istrinya yang matanya bengkak.
"Sayang,,kamu kenapa,,?kok matanya bengkak gitu,,"sambil mendekati Kay.lalu memeluknya.
__ADS_1
"Kak Kay dari tadi nangis terus Kak,makanya matanya bengkak,,"
"Sayang kamu jangan sedih berlarut larut,semua sudah kehendak Tuhan,,"
"Tapi kasihan Maya Mas,,pasti dia nanti akan sedih,,dan Aku juga takut Mas,,nanti kalau anak kita,,"
"Suttt,,ngga usah di teruskan,ucapan adalah doa,,kita ke kamar aja yuk,Mas mau mandi,"Alvin lalu bangun dari duduknya sambil mengajak Kay.
"Vin Aku juga pulang dulu yah,ayo sayang kita pulang,,"Bimo berpamitan dan mengajak Rara pulang.
"Kalian ngga mau makan malam disini makan malam aja dulu di sini,nanti baru pulang setelah makan,,"kata Ibu.
"Iya Mas,makan malam dulu aja yah,Mas kalau cape istirahat aja dulu di kamar,"kata Rara.
"Ya baiklah,kita makan malam di sini,"
Alvin lalu ke kamarnya bersama Kay,Rara hanya mengantar Bimo ke kamar untuk istirahat,sedang Rara keluar lagi untuk bantu Ibunya masak buat makan malam.
Padahal ada Mba,tapi Ibu seneng masak jadi Ibu yang memasak untuk semua orang,mba hanya bantuin bersih bersihin sama potong potong.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...