
Bimo membawa mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cukup cepat, karena sudah di tol, dan jalanan cukup sepi, membuatnya leluasa menyetir.
Tapi tidak di dalam mobil, karena di dalam mobil Bimo merasa sesak, gimana tidak sesak, Bimo seperti kambing congek, yang sedang melihat kemesraan antara Alvin dan Kay.
"Kalau mengantuk tidurlah,,
Di rumah sakit Maya sedang menyuapi Adit, saat ini Adit sedang makan malam. Adit makanya sangat pelan, karena kalau mengunyah terlalu cepat kepalanya akan sakit.
Setelah habis makanya Maya dengan telaten mengelap mulut Adit.
"Terimakasih sudah mau merawatku, apa dia rewel,, ?"sambil mata Adit melihat ke arah perut Maya. Maya lalu menggeleng pelan dan beberapa detik mata Maya mengeluarkan air mata.
"Kenapa menangis,, maafkan Aku yang waktu kemarin meninggalkanmu saat kamu mengatakan kalau kamu Hamil, waktu itu Aku hanya belum percaya kalau kamu Hamil Anaku, tapi saat di jalan Aku selalu berfikir kenapa Aku begitu bodoh tidak percaya kalau itu anaku karena memang nyatanya Aku yang menghamiliku, pasti kamu sangat marah padaku sekarang, kalau ingin marah, maralah kalau itu bisa membuatmu memaafkan Aku,, "Maya hanya diam sambil sesekali mengusap air matanya, Adit sebenarnya ingin sekali memeluk Maya, tapi karena tangan yang sakit dan di perban,membuatnya kesulitan bergerak.
"Dan besoknya Aku sudah punya rencana pulang kerja ingin menemuimu dan meminta maaf, tapi Aku dari kantor di tugaskan untuk mengecek kerjaan yang ada di kota ini, karena kerjaan sangat banyak Aku sampai malam baru selesai, saat Aku akan pulang ke jakarta di jalan sepi mobilku di hadang dua motor perampok ,Aku tadinya melawan tapi karena mereka banyak Aku pun tidak bisa melawan mereka, untung saja Aku masih bisa selamat, kalau tidak Aku pasti akan sangat tidak tenang karena telah menyakiti hatimu ,dan mungkin ini adalah teguran dari Tuhan atas perbuataku padamu dan dia karena telah menyakiti kalian, sekali lagi maafkan Aku,, "Maya pun menangis makin kencang, bukanya marah atau kecewa pada Adit, karena Adit telah mengakui anak yang ada di perutnya itu adalah anaknya.
"Sudah jangan menangis, takut ada Dokter atau suster yang melihat, Aku tidak enak,,apa kamu tidak mau memaafkanku,? "sambil bersusah payah ahirnya Adit bisa memegang tangan Maya.
"Aku hanya merasa bahagia karena Mas Adit mengakui ini anak Mas, Aku tadinya sangat takut,karena Mas tiba tiba pergi selama 4 hari dan ngga ada kabar lagi setelah Aku mengatakan hamil, Aku pikir Mas sengaja meninggalkan Aku karena tidak percaya dengan Anak yang Aku kandung adalah anak Mas,, "sambil sesegukan.
"Ya sudah jangan menangis,Kita akan menikah nanti setelah Aku sembuh, kita tidak akan berpisah, dan selalu bersama untuk membesarkan anak anak kita,, "Maya mengangguk sambil tersenyum.
Maya pun sudah lebih tenang, dan sekarang sudah tidak menangis lagi.
"Kamu dari tadi belum makan, pergilah beli makanan di luar, kamu harus makan,kasihan anak kita,,, "Maya pun mengangguk memang dari tadi sebenarnya Maya pun merasa lapar. hati Maya saat ini tambah senang karena Adit mengatakan anak kita.
Lalu Maya pergi keluar rumah sakit, di depan rumah sakit banyak penjual makanan lumayan banyak, Maya lalu memilih mau membeli apa. Maya lalu memutuskan untuk membeli martabak manis dan martabak telor, setelah itu membeli es lemon tea.
__ADS_1
Maya membawa masuk ke dalam ruang rawat Adit ,lalu membuka bungkusanya.
"Kok belinya kaya gitu, kenapa ngga beli nasi?"
"Aku mau ini Mas, dan sepertinya sangat enak,,"dan langsung mengambil martabak coklat untuk di makanya.
Maya tidak sadar ada Adit yang dari tadi sedang melihatnya, dan Maya terus saja memakan martabak itu, karena masih panas dan memang Maya lapar juga mungkun karena nyidam, Maya sampai habis 6 potong.
Maya lalu baru sadar saat matanya tidak sengaja melihat ke Adit, dan Adit sedang melihat ke arahnya sambil tersenyum.
"Lapar apa doyan, sampai ngga nawarin sama sekali,,? "Maya tersenyum malu.
Malam pun makin larut, Maya tidur di sofa dengan meringkuk karena hawa dingin, dan terlihat tidurnya kurang nyaman, Adit yang melihatnya merasa kasihan.
Lain halnya dengan Bimo yang juga tidurnya kedinginan, padahal sudah punya istri.
"Kan ada guling sama selimut, pakai itu juga bisa bikin hangat,, "
"Tapi lebih enak pakai selimut yang hidup, rasanya beda,, "Rara hanya tersenyum.
"Kapan kamu sekripsi Ra,,? "
"Masih dua bulan lagi, dan ini Rara sambil lagi nyicil buat,, "
"Kok lama banget sih,,, udah kangen nih, "
"Katanya ahir pekan mau ke sini,, "
__ADS_1
"Kayanya Mas ngga jadi kesitu ,,"
"Kenapa,,? "
"Ahir pekan Mas sama kakamu mau jemput Adit di rumah sakit di kota B,, "
"Mas Adit kenapa memangnya Mas,,? "
"Adit kecelakaan,, tepatnya sih kerampokan, "
"Ya Tuhan,,kasihan banget, "
"Iya,, dan koma selama 3 hari lagi, "
"Tapi sekarang sudah sadar kan,, "
"Sudah, sekarang sudah sadar dan sudah lebih baik,, "
Mereka berdua masih terus saja mengobrol, dan beda dengan Alvin dan Kay. Mereka berdua justru baru selesai menikmati surga dunia. Dengan nafas yang masih sama sama belum teratur, mereka tergeletak di kasur dengan badan penuh keringat.
"Ada yang sakit,,? "tanya Alvin, kay hanya tersenyum dan menggeleng.
Alvin lalu mencium perut kay yang sudah terlihat membuncit, lalu Alvin menyelimuti badan Kay dengan selimut.
**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...
Jangan lupa baca ceritaku yang baru yah, trimakasih**...
__ADS_1