
Alvin dan Kay keluar kamar bersama,setelah keduanya sudah mandi.dan mendekati Ibu yang sedang duduk di sofa sambil menggendong dedd Al.
"Tumben kalian sudah pada mandi ,biasanya kalau hari libur mandi siang,,malah suka malas mandi,,?"tanya Ibu saat melihat Kay dan Alvin terlihat segar dengan rambut basah.
"Kita kerah Bu makanya kita mandi,,"jawab Alvin,sedang Kay duduk dekat Ibu.
"Gerah,,"pandangan Ibu dengan rasa penasaran.
"Kita habis olahraga Bu,makanya gerah,,"
"Kapan kalian olahraga,,?"
"Tadi barusan di kam,,,"
"Mass,,"Kay langsung memotong pembicaraan Alvin.dan Kay tersenyum tipis saat Ibu menatapnya.
"Kay belum KB loh yah,jangan macam macam,,"
"Tenang Bu,,Alvin pintar kok,,"
"Bu,,sinih Al nya Kay gendong,Ibu belum sarapan kan,,?"
"Iya,,ini,,Ibu mau sarapan dulu,,ayo kita keruang makan,"sambil memberikan dede Al kepada Kay.
Lalu mereka pun masuk keruang makan untuk sarapan.
Di tempat lain Rara dan Bimo sedang bermalas malasan untuk bangun dari tempat tidur,karena mereka ingin bangun siangan.
"Sayangg,,Mas laper nih,,"
"Jam berapa sih Mas,,Rara masih ngantuk,"
"Jam 9,,"sambil membenamkan wajahnya ke dada Rara.
"Rara tumben banget sih Mas malas bangun gini,badan rasanya lemes,,"
"Kamu sakit Yang,,?"
"Ngga,cuman lagi males dan lemes doang,"
__ADS_1
"Eemmm,,ya udah Mas yang bangun aja dulu,kamu tidur lagi aja yah,"sambil mengangkat wajahnya dan menatap Rara.
"Ya udah sanah Mas bangun duluan aja dulu,Rara lima menit lagi ,"
Bimo lalu bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka,setelah itu Bimo keluar dan langsung ke dapur untuk membuat sarapan.
Rara sudah sebulan ini bekerja di kantor Alvin,makanya Rara sekarang kalau hari libur ingin bangun siang,karena setiap hari kerja jam 5 pagi sudah bangun.
Bimo membuat kopi,setelah itu membuat roti panggang.setelah jadi Bimo duduk di ruang tengah menikmati kopi dan roti panggangnya.
Tiba tiba terdengar Rara yang muntah muntah,Bimo dengan berlari cepat masuk ke dalam kamar.
"Sayang,,kamu kenapa,,sayang,,"Bimo masuk ke kamar dan di kasur kosong ,Bimo lalu ke arah kamar mandi.
"Sayangg,,,"Bimo melihat Rara di kamar mandi yang sedang berjongkok dan muntah muntah.
Bimo lalu membantu memijit tengkuk leher Rara,dan Rara terlihat lemas dan berkeringat.
Woeekkk,,,woeekkk,,,
"Masss,,,perut Rara ngga enak,,"Rara mencoba bangun tapi karena lemas Jadi susah,dan Bimo lalu membantunya untuk bangun.
Bimo lalu menggendong Rara ke kamar tidur,di kamar Rara di tidurkan di kasur.
"Mas buatkan teh hangat yah,biar perutnya enakan,,"Rara mengangguk.
Bimo lalu keluar dan menuju dapur untuk membuat teh manis hangat.setelah jadi Bimo membawanya ke kamar.
"ini tehnya minum dulu yah,,"Sambil membantu Rara untuk bangun.
Lalu Rara minum teh hangatnya dengan pelan,dan perutnya jadi lebih baik.
"Mau makan apa,biar Mas bikinkan,,?"
"Rara ngga mau makan ah,takut mual lagi,Rara mau tidur aja,,"
"Tapi kamu harus makan,nanti tambah sakit kalau ngga masuk makanan,,"
"Tapi Rara ngga mau Mas,,"Rara malah nangis,Bimo yang melihatnya jadi bingung.
__ADS_1
"Ya udah kalau ngga mau makan,tapi jangan nangis yah,,"Bimo mengusap air mata Rara.
Rara lalu tiduran lagi,dan tidak lama ahirnya tidur.Bimo mengusap wajahnya bingung dengan sakitnya Rara.
Bimo lalu keluar dari kamar dan duduk lagi di sofa.Bimo mengambil hpnya lalu menelfon Alvin.
"Ada apa,,tumben telfon ?"
"Rara sakit,Aku kuatir nih,,"
"Sakit apa,,?"
"Pagi pagi muntah muntah,ngga mau makan dan badanya katanya lemas,,"
"Kamu bujuk lah suruh makan,masa ngga bisa bujuk sih,,"
"Udah Aku bujuk,tapi dia malah nangis,,Aku jadi bingung kan,,"
"Ajak aja periksa ke dokter,"
"Iya nanti Aku bujuk untuk periksa ke dokter kalau Raranya sudah bangun,,tadi soalnya selesai muntah muntah Rara tidur lagi,,"
"Oh,,gitu,,"
"Hemm,,ya udah ya Vin,,makasih dah dengerin ceritaku,,"Alvin menjawab Iya.lalu telfonpun mati.
"Rara sakit Mas,,?"tanya Kay yang tadi denger obrolan Alvin dan Bimo.
"Iya,,katanya pagi pagi sudah muntah muntah"
"Jangan jangan Rara hamil Mas,,"Alvin langsung melihat Kay.
"Wah kalau Iya Bimo bakalan seneng banget,dia kan lagi pengin punya anak,,"
"Tapi Mas ngga usah bilang,takutnya ngga hamil nanti kasihan Mas Bimonya,Mas suruh aja Mas Bimo bawa Rara ke dokter biar jelas,,"
"Iya Mas akan menelfonya nanti,,"
Jangan lupa like,komen dan Votenya,trimakasih...
__ADS_1