
Kay terus menangis melihat Mamahnya yang terus berjalan dan tidak menghiraukanya. Alvin lalu melepaskan pelukanya dari Kay,lalu Alvin mengejar Bu Linda.
"Bu,, tunggu Bu. Tolong Bu temui Kay dia sangat merindukan Ibu,, "sambil Alvin menghadang jalanya Bu Linda.
"Saya tidak punya anak, kalian pergilah,, "sambil menyingkirkan Alvin agar tidak menghalangi jalanya.
"Seorang Ibu tidak mungkin lupa pada anaknya sendiri, ibu jangan bohongi diri sendiri, Ibu pasti juga sangat merindukanya kan, ayo Bu peluklah dia, dia anakmu yang sangat merindukanmu, jauh jauh dari kota datang kesini hanya ingin bertemu Ibu, dia mencari keberadaan Ibu dengan sangat susah dansekarang sudah bertemu Ibu malah menghindarinya,jangan buat hatinya semakin hancur Bu, dia sudah kehilangan Papahnya yang selalu menyayanginya,apa dia juga harus kehilangan Ibu kandungnya juga,"
Deggg,,
Perasaan Bu Linda saat mendengar kata Papahnya sudah ngga ada langsung seperti terhantam benda keras.
Dan tangisan Bu Linda pun pecah seketika.
"Apa yang kamu maksud dengan Papahnya sudah tidak ada,?apa Mas Panji sudah meninggal,, ?"Bu Linda bicara dengan sangat pelan.
"Iya,, pak Panji telah meninggal karena kecelakaan mobil,"jawab Alvin.
"Ya Tuhan Mas,, kenapa kamu pergi secepat ini,, "kata Bu Linda sambil berbalik melihat ke arah Kay.
"Kayra,,, anak Mamahh,,, "sambil berjalan dengan masih menangis untuk mendekati Kay.
"Sayanggg,, maafin Mamahhh,, mamah ngga bermaksud untuk menghidarimu,, Mamah hanya takut kalau nantinya akan timbul masalah,, dengan pertemuan kita ini,, "kata Bu Linda yang sudah ada di depan Kay.
"Kay kangen Mah, Kay kangen Mamah,, papah sudah pergi ninggalin Kay Mah, Kay ngga mau di tinggal Mamah,, "Bu Linda langsung memeluk Kay. mereka berpelukan sambil menangis.
"Mamah juga kangen Kayra, Mamah ngga pernah sekalipun melupakan Kayra, Mamah sayang sama Kayra,, sangat,,, "
Alvin yang melihatnya tersenyum lega, ahirnya Kay menemukan Ibu kandungnya.
"Kita kerumah Mamah aja yuk, ini sudah sore, "Kay mengangguk, lalu menggandeng Mamahnya untuk menuju rumahnya.
Sedang Alvin berjalan di belakang mereka.sampai di warung Bu Linda menyuruh Mba Titin untuk membagikan makanan yang masih ada ke pada para tetangga, karena Bu Linda ingin menutup warungnya.
Setelah itu Kay dan Alvin ikut masuk ke dalam rumah Bu Linda, jadi itu bukan rumah Bu Linda, tapi Bu Linda ngontrak warung, dan di belakangnya di buat untuk tidur dan untuk memasak.Tempatnya sangat sempit tapi kalau hanya satu orang yang tinggal sih cukup aja.
"Kalian duduk aja dulu, Mamah mau bikin minum buat kalaian,, "
__ADS_1
"Ngga usah Mah,, biar nanti kalau kita haus,kita ambil sendiri, Mamah sedang sakit, Mamah tiduran aja yah,, "kata Kay sambil melarang Mamahnya untuk bangun dari duduknya.
Kay lalu menyuruh Mamahnya untuk tiduran, dan Kay meminta tolong pada Alvin untuk mengambil makanan, karena Kay ingin menyuapi Mamahnya.
Kay menyuapi Mamahnya makan, tadinya ngga mau tapi Kay merayu dan membujuknya, ahirnya mau makan walau cuman benerapa sendok.
"Mamah minum obatnya dulu yah, biar cepat sembuh,, "sambil memberikan obat ke tangan Mamahnya.
Bu Linda pun meminum obatnya, setelah itu Kay menemaninya untuk istirahat.
"Tidurlah di sini dekat Mamah, "sambil menepuk kasur sebelahnya.
Alvin tidak di kamar, tapi Alvin sedang di warung, Alvin membantu Mba Titin untuk menutup warungnya.
"Apa dia benar suamimu sayang,,? "tanya Bu Linda pada Kay.
"Iya Mah, dia suami Kay, namanya Mas Alvin, "sambil memeluk Bu Linda. posiai Kay memiringkan badanya.
"Kelihatanya dia orangnya sangat baik,, "
"Iya Mah, dia orangnya sangat baik, sayang dan perhatian banget sama Kay,, "
"Apa kalian sudah lama menikah,,? "Kay menggeleng.
"Belum Mah, baru sekitar dua bulan lebih lah,"
"Oh masih baru, "
"Tapi kita baru menikah secara agama Mah, "
"Loh kenapa,, kenapa ngga langsung di sahkan secara negara saja,,"
"Mamah Eva ngga setuju Kay dengan Mas Alvin Mah,, "
"Kenapa ngga setuju,,? "
"Ceritanya panjang Mah,, besok Kay ceritakan kalau Mamah dah sembuh yah, kita akan mengobrol sampai puas,, sekarang Mamah istirahat dulu aja, "Bu Linda lalu mengusap kepala Kay.
__ADS_1
"Iya sayang,,, "
Setelah Bu linda tertidur, Kay turun dari kasur dan mencari Alvin, ternyata Alvin sedang cuci piring dan bekakas lainya.
"Mas,, biar Kay bantu yah,, "
"Ngga usah, ini tinggal sedikit, kamu duduk aja yah,, "Kay pun menurut dan duduk di bangku plastik yang ada di dapur.
"Sudah lega kan sekarang, sudah ketemu Mamah kamu Yang,, "
"Iya Mas,, Aku dah lega dan merasa senang, juga sangat bahagia,, "
"Mas,, kita besok bawa Mamah ke kota yah, Aku ngga mau pisah lagi sama Mamah,, "
"Mas sih terserah kamu sama Mamah.apa kamu dah tanya sama Mamah mau ikut ke kota,,?"Kay menggeleng.
"Nanti setelah Mamah bangun Aku akan bilang, akan mengajaknya ke kota,, "
"Kalian udah ngobrolin apa aja,,? "
"Aku Belum banyak mengobrol Mas, dan Aku juga belum berani banyak tanya dulu sama Mamah, biarlah nanti saja, Aku takut Mamah belum mau menceritakanya, "
"Iya,, jangan buat mamah tertekan dengan banyaknya pertanyaan, yang penting sekarang kalaian sudah berkumpul,, "
"Iya Mas,, "
"Oh iya Mas,, nanti kalau Mamah ikut ke kota, kita bawa ke apartemen dulu yah,dan nanti kita cari rumah buat kita tinggal bareng,, "
"Kan besok Mas mau sewa rumah buat kantor, dan nanti kita bisa tempati juga, buat sementara kita tinggal dulu, nanti kalau usaha Mas udah lancar dan sukses,baru Mas akan cari ruko buat kantor, dan rumah itu kusus buat rumah kita tinggali,, mau ngga kalau kaya gitu,, "
"Aku sih terserah Mas aja maunya gimana, asal ada Mas dan Mamah, Aku akan ikut,, "Alvin tersenyum sambil memgangguk.
"Mas tas baju kita masih di mobil yah,,? "
"Iya,, kenapa,, "
"Aku mau mandi,Aku mau ambil dulu ya Mas tasnya di mobil,, "
__ADS_1
"Ngga usah kamu yang ambil Yang, biar Mas yang ambilkan, ini Mas udah selesai cuci piringnya,, "
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..