
Alvin dan Bimo langsung pergi saat mendengar Adit mengenaskan, rupanya Adit ada di rumah sakit, dan sedang koma di daerah kota B.
Yang tadi menelfon Bimo adalah teman kantor Adit, dan tadi di telfon bilang Adit kerampokan.
Kay tadinya ingin ikut, tapi karena sudah malam, Alvin melarangnya karena kondisi Kay pun sedang hamil muda.
Bimo dan Alvin gantiyan menyetir, karena perjalanan ke kota B membutuhkan wakut kurang lebih dua jam.
Jam setengah dua belas ,Alvin dan Bimo sudah sampai di rumah sakit, lalu mereka berdua mencari ruangan Adit, teman kerja Adit tadi memberi arahan di mana ruangan Adit berada.
Sampai di ruangan Adit mereka pun bertemu dengan teman kerja Adit.
"Gimana keadaan Adit,, ?"
"Sudah sadar ,tapi masih lemas, "
"Gimana cerita kejadianya,,? "
"Adit dapat tugas dari kantor untuk ke kota B ,tapi saat akan pulang ke jakarta, Adit di begal, dan semua barang miliknya hilang, termasuk dompet, hp, laptop dan mobilnya juga, untung ada yang menolongnya untuk di bawa ke rumah sakit, karena keadaan Adit waktu itu sangat parah, Adit terkena sabetan senjata di lengan dan di pundak depan, untung kata Dokter tidak mengenai lehernya, dan kepalanya juga seperti terkena hantaman, itu yang membuatnya koma sampai 4 hari,, "
"Ya Tuhan,, "Jawab Bimo dan Alvin barengan.
"Karena kalian udah ada di sini, Saya mau balik ke jakarta yah, kasian anak istri saya nungguin di rumah, tadi sialnya saya pulang kerja langsung ke sini,, "
"Iya,, makasih yah, hati hati di jalan,, "
Lalu teman Adit pun pergi, Bimo dan Alvin lalu melihat ke ruang rawat Adit. terlihat Adit yang penuh dengan perban di bagian tangan, kepala danpundak.
Lalu Alvin menelfon Kay, agar Kay tak kuatir, dan menceritakan juga apa yang terjadi dengan Adit. setelah menelfon kurang leboh setengah jam,telfon pun di matikan, lalu menyuruh Kay untuk tidur.
Pagi harinya Kay langsung menelfon Maya, dan juga menceritakan kejadian yang menimpa Adit, Maya di rumahnya langsung menangis.
"Udah jangan menangis, kamu datang lah kesini kerumahku naik taxsi, kita bicarakan mau gimana nanti,, "
Maya langsung menjawab iya, dan bersiap kerumah Kay, dan kay juga menelfon Anin.
Maya sudah sampai di rumah Kay, dan Anin sudah sampai duluan, karena Anin naik ojek.
__ADS_1
"Kay,, Aku harus kesana, kasihan Mas Adit, "saat mereka sudah duduk bersama.
"Iya May,, Aku ngerti, tapi kondisi kamu lagi kurang sehat, "
"Iya,, nanti bukanya kamu jagain Adit, malah kamu juga ikut di rawat lagi,, "kata Anin.
"Aku kuat,, Aku pasti kuat,, dari pada Aku di sini, malah lebih setres karena tidak bisa melihat dan merawat Mas Adit, "
"Sayang,, benar kata Maya, siapa tau anak yang di kandungan Maya bisa merasakan, dan siapa tau malah tidak mual mual saat ada dekat Ayahnya,, "kata Mamah.
"Emang Bis ya Mah,,?"
"Ya bisa aja sih,, di coba aja dulu kesana, nanti kalian bisa lihat gimana kondisi Maya, kuat atau ngganya, yang penting Maya sudah melihat Adit,, "
"Iya sih benar juga,, ya udah Aku mau telfon Mas Alvin dulu untuk minta alamat rumah sakitnya,, "
Lalu Kay menelfon Alvin, tadinya Alvin keberatan kalau Kay ikut ke kota B, tapi kasian juga Maya kalau sendiri, karena Anin tidak bisa libur kerja.
Ahirnya Kay dan Maya berangkat ke kotaB, Alvin juga meminta di bawakan baju ganti untuknya dan untuk Bimo.
"Pak,, bapa pulang aja, biar nanti ibu pulang sama saya, ini uang buat beli makan bapa, "
"Terimakasih pak, kalau gitu saya langsung pulang saja,, "
"Iya silakan dan hati hati di jalan,, "
"Ayo masuk,, "Kay dan Alvin bergandengan, dan Maya berjalan di belakang mereka.
Sampai di ruangan Adit, mereka langsung masuk, Adit sudah di pindahkan di kamar rawat.
Maya langsung menangis melihat kondosi Adit, dan menggenggam tanganya langsung, sedang kay mencoba menenangkan Maya.
Sedang Alvin dan Bimo bergantian ganti baju, karena baju yang meraka pakai sudah sangat lengket karena kotor ,karena dari kemarin tidak ganti.
Adit membuka matanya dengan pelan, dan melihat Maya di sampingnya.
"Ma,, maya,, "
__ADS_1
"Mas,,, "sambil menangis.
"Ma,, maaf,, "Maya hanya menggeleng dan terus menangis.
"Terimakasih kalian ada di sini,, "saat melihat kearah Alvin, Bimo dan Kay. bicaranya dengan sangat pelan.
"Ya namanya teman harus saling bantu, ngga usah bilang terimakasih,, yang penting kamu cepat sembuh,, "kata Alvin. Adit tersenyum tipis.
Sekitar jam 4 sore, Alvin pun berpamitan.
"Dit kita pulang dulu yah, di jakarta banyak kerjaan soalnya, besok ahir pekan kita kesini lagi,, "
"Iya,, kalian hati hati dan terimakasih,, "
"Kamu juga harus cepat sembuh Dit,, biar ngga repotin,, "kata Bimo.
"Ya elah Bim,, Aku juga penginya cepat sembuh, siapa sih yang mau kaya gini, buat makan aja susah mau lama lama di sini, bisa miskin langsung nanti Aku,, "semua tersenyum.
"Masalah biyaya udah Aku urus, sekarang kamu kosentrasi sama kesembuhanmu aja dulu yah,, "
"Vin,, ngga usah repot repot,, Aku masih ada uang kok,, kalian ada di sini aja Aku merasa senang,, "
"Udah Dit ngga usah banyak basa basi, kamu sebenarnya seneng kan di bayarin, tenang aja,, teman kita yang satu ini sekarang orang kaya,, kamu ngga tau apa istrinya dia itu pemilik perusahaan, jadi bantu kamu itu bagi diamah nih,, seujung kuku,, "kata Bimo sambil menujukan jarinya.
"Apa sih Bim,, yang kaya itu istriku, ini Aku bantu Adit uang dari gajihku,, "
Semua tersenyum, dan berpamitan.
"May Aku pulang yah, kalau ada apaapa telfon Aku,, dan ini uang buat pegangan,, "Kay berpamitan pada Maya, sambil memberikan amplop warna coklat pada Maya.
"Ngga usah Kay, Aku udah banyak repotin kamu,, "
"Udah terima,, kita kan teman,,jadi harus saling bantu,, "ahirnya Maya menerimanya.
**Jamgan lupa like komen dan votenya, trimakasih...
Mampir juga yah ke cerita baruku,, ceritanya ngga kalah seru loh**...
__ADS_1