MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Makin Cantik


__ADS_3

Sekitar jam 9 pagi, Ibu, Rara dan Tiwi sampai di rumah Alvin, Ibu lalu mendekati Kay.


"Ibu,,,, "Kay langsung memeluk Ibu sambil menangis, Ibu pun memeluknya dengan sayang.


"Yang sabar dan iklas ya sayang,, semua sudah takdir dari Tuhan,, "Kay hanya mengangguk.


Lalu Rara dan Tiwi pun memeluk Kay dengan bergantian.


Adit pun datang bersama Maya,dan setelah itu Anin juga datang.


"Yang sabar ya Kay,, Mamah orang baik pasti di tempatkan di tempat terindah oleh Tuhan, "Kata Anin yang duduk di sebelah Kay dan Maya.


Sedang Adit, Alvin dan Bimo sedang mengobrol untuk keberangkatan zenazah ke TPU.


"Mau kemana,,? "tanya Bimo saat Adit bangun dari duduknya.


"Aku mau ambil minum buat istriku,, "Bimo mengangguk.


Lalu Adit masuk ke dapur dan akan mengambil minuman hangat, karena Maya sebenernya juga sangat lemah semenjak hamil, jadi minum pun harus yang hangat.


"Hai Wi,, lama ngga ketemu makin cantik aja, "kata Adit yang melihat Tiwi di dapur. sedang Tiwi diam saja.


"Kamu sariawan yah Wi, kok di sapa diam aja,"Tiwi sedang sibuk memotong kue buat suguhan tamu yang melayat.


"Karena ngga penting pertanyaanya, "

__ADS_1


"Oh gitu,, kamu kok jadi jutek gitu, "


"Kak,, udah sanah pergi, ngapain di sini sih, bikin risih tau ngga,, "


"Iya udah, Kaka pergi, tapi kaka minta kue nya dulu buat istri kaka yah,, "Tiwi diam saja, apa lagi saat Adit bilang kata istri.


Adit mengambil kuenya dan di letakanya di piring, setelah itu Adit bilang terimakasih lalu pergi sambil membawa minumnya juga.


Tiwi melihat ke arah Adit yang sedang berjalan ke luar, dan saat Adit mau belok, ternyata Adit melihat ke belakang, Adit melihat Tiwi yang sedang melihatnya, lalu Adit pun tersenyum dengan manisnya.


Tiwi yang ketahuan sedang melihatnya, langsung menunduk dan pura pura langsung sibuk.


Jam setengah 11 Zenazah di berangkatkan menuju pemakaman di mana Papah Kay di makamkan, Kay pun menuruti keinginan terahir Mamahnya untuk menguburkanya di samping Papah saat meninggal.


"Mah sekarang Mamah sudah ada di dekat papah, semoga kalian berdua di tempatkan Tuhan di tempat paling nyaman dan indah, Kay sekarang hanya bisa mengirimi kalian Doa, Kay sudah iklas melepaskan Mamah dan papah,, "saat zenazah Mamah sudah di kuburkan, dan orang orang pun sudah banyak yang pulang. tinggal ada Kay, Alvin Bimo, Rara, Anin dan Adit.


"Nak Maya sudah hamil berapa bulan,? "tanya Ibu saat mereka sedang duduk di sofa.


"Sudah 6 bulan Bu,, "


"Oh,, berarti ngga jauh beda dengan Kay yah, "


"Iya Bu,, "Ibu sambil mengusap perut Maya.


"Semoga lahiranya lancar yah, Ibu dan anaknya sehat,, "

__ADS_1


"Amin Bu,,makasih doanya,, "


Tiwi tidak ikut gabung, Tiwi sibuk berberes membantu mba dan yang lain membereskan rumah.


Tidak lama yang dari pemakaman sudah pulang, dan Kay di ajak Alvin untuk istirahat ke kamar. sedang Anin, Maya dan Adit pun berpamitan untuk pulang.


Tiwi yang sedang menyapu di teras depan melihat Adit begitu perhatianya pada istrinya, dengan merangkul pundaknya mereka ke arah mobil, lalu Adit juga membukakan pintu untuk Maya, setelah itu Adit pun masuk ke dalam mobil untuk pergi.


"Wi,,, kaka pulang dulu yah,, sampai jumpa lagi cantikk,, "sambil melambaikan tanganya, Tiwi yang di bilang Cantik bukanya seneng dia malah terlihat sebal karena ada istrinya kok ngomongnya gitu.


"Kamu suka sama adeknya Alvin Mas,,? "kata Maya bertanya saat mobil sudah melaju, Adit hanya tertawa mendengar pertanyaan Maya.


"Ngaco kamu Yang, ya ngga lah,, dia itu anak kecil dan adeknya Alvin lagi, jadi ya kaya adeku sendiri,, "sambil tersenyum bicaranya.


"Kecil gimana sih Mas, orang sudah SMA gitu, dan cantik lagi,, pasti sudah banyak cowo yang suka tuh,, "


"Tapi bagi Mas dia tuh masih kecil, dan Mas seneng ledekin dia,karena dia itu kalau di ledekin suka jawabnya sadis, karena anaknya jutek, "Maya hanya mengangguk.


"Tapi awas loh Mas,, jangan bikin dia baper, wanita itu suka ngga pake logika, tapi pakenya perasaan, nanti Mas suka bilang cantik cantik dia fikir kamu suka lagi padanya"


"Iya sayang,, lagian kita juga jarang bertemu sama dia kan, "


"Iya juga sih,, "


**Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...

__ADS_1


Nanti setelah cerita Kay dan Alvin selesai, Aku akan buatkan cerita buat Adit dan Tiwi, dengan judul terpisah**.


__ADS_2