
Bimo langsung berjalan cepat menuju kamar yang biasa di tempati oleh Rara. Alvin yang melihat Bimo berjalan cepat pun menghentikanya.
"Bim,, kamu mau ke mana,,? "
"Kamu ngerjain Aku ya Vin,, Rara datang kan,, ?"Alvin lalu tersenyum.
"Brengsek kamu tuh ngerjain Aku,, awas Aku balas nanti,, "sambil berjalan meninggalkan Alvin Bimo berkata.
Bimo langsung masuk ke kamar Rara tanpa mengetuk pintu. dan ternyata Rara baru selesai mandi dan baru keluar dari kamar mandi.
"Dasar pembohong,,, "kata Bimo pada Rara. dan Bimo langsung mendekati Rara. Rara hanya tersenyum.
"Maaf,,, sengaja pengin buat kejutan,, "sambil senyum senyum.
Bimo langsung memeluk Rara dengan kencangnya, dan menciumi kening Rara.
"Mas kangen banget,,, "setelah melepaskan pelukanya.
"Rara juga kangen,,, "Saat mendengar kata kangen dari mulut Rara, Bimo. langsung menciumi seluruh wajah Rara, dan itu membuat Rara kegelian.
"Mas,, Rara mau pakai baju dulu yah,, "
"Ngga usah,, biar kaya gini aja,,"
"Ih,,, nantikan ada acara 4 bulanan kak Kay, masa Rara pakai kaya gini,, "
"Kita ngga usah keluar, kita di kamar aja,, "
"Kita kalau tetap di kamar, pasti nanti di marahin kak Alvin,,"sambil berjalan menuju koper dan mengambil baju.
"Mau kemana,, "
"Pakai baju,, "sambil menujukan baju di tanganya.
"Iya,, mau pakai di mana emangnya,, "
"Di kamar mandi,, "
__ADS_1
"Ngga usah di kamar mandi, ganti bajunya di sini aja,, "Rara menggelengkan kepalanya.
"Rara malu,, "
"Malu sama siapa, Mas kan suami kamu,, udah ganti di sini aja,, "
"iihh,, Mas,, "
"Nurut sama suami itu pahalanya besar loh,, udah di sini aja pakai bajunya, "Bimo lalu mengunci pintu dulu takut ada yang tiba tiba masuk.
Ahirnya Rara pun menurut, Bimo duduk di pinggir kasur, dan Rara berdiri di depan Bimo lalu melepaskan baju handuknya, dan Bimo langsung membulatkan matanya saat mata Bimo melihat badan mulus Rara yang polos. Rara pun sebenarnya malu tapi karena Bimo sudah jadi suaminya ,jadi Rara mencoba menghilangkan rasa malunya.
Saat Rara mau pakai cel*ana dal*am,tiba tiba tangan Bimo menghetikanya, dan Bimo lalu dengan mata tak berkedip melihat kearah inti tubuh Rara, tanganya dengan pelan bergerak dan mengusap inti tubuh Rara, Rara langsung tegang dan bulukuduknya sampai berdiri.
"Mass,,, "kata Rara pelan.
"Sebentar saja,, Mas hanya ingin mengusapnya,, "Rara lalu diam dan menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara dari mulutnya. karena Rara merasakan geli nikmat.
"Nanti sore setelah acara selesai ikut ke kos kosan Mas yah,, "sambil melepas tanganya dari inti tubuh Rara. Rara pun mengangguk.
Bimo lamgsung menjatuhkan badanya di kasur sambil mengusapnya dengan kasar.
Sore pun tiba,acara di mulai. Alvin mengundang anak anak panti asuhan cukup banyak. karena Alvin mengundang dua panti asuhan sekaligus.
Adit dan Maya pun datang, juga ada banyak dari jajaran direksi dari kantor milik Kay yang datang .
Setelah dua jam,acara pun selesai. sekarang tinggal keluarga inti saja yang ada.
"Kak itu yang di samping kak Adit emang istrinya yah,,? "tanya Tiwi pada Rara dengan pelan.
"Iya,, itu istrinya ,kenapa emangnya,,? "
"Ngga kenapa napa,, cuman nanya,karena setau Tiwi Kak Adit belum nikah, tapi tadi Tiwi kaya dengar kalau Kak Adit sudah menikah,, "
"Oh,, kak Adit baru menikah satu mingguan ,"Tiwi hanya mengangguk.
Setelah itu Tiwi masuk ke dapur dan mendekati Ibu yang sedang menata kue buat di bawa para tamu.
__ADS_1
"Bu,, Adit sama istrinya mau pulang, kuenya mana yang mau di bawakan buatnya,? "tanya Alvin yang masuk ke dapur.
"Oh ini bentar lagi ,,"
"Ya udah Alvin keluar dulu, nanti Adek yang antarkan ya Bu,, "Ibu pun menjawab Iya.
"Adek ini kasih buat Nak Adit,, "sambil memberikan kantong yang berisi kue.
"Malas ah Bu,, "
"Ehh,, kok malas, udah sanah antar,, "
"Itu suruh Mba aja sih Bu,, "
"Loh kok suruh Mba, kamu ngga lihat Mba lagi pada sibuk,, udah ini sanah antar,, "
Tiwi dengan malas lalu berjalan keluar sambil membawa kantong.
"Kak,, ini kuenya,, "Tiwi memberikan kantongnya pada Alvin.
"Oh iya,, itu kasih ke Adit,, Dit ini kue buat kamu bawa pulang, Ibuku yang membuatnya,, "kata Alvin dan Tiwi langsung mengacungkanta pada Adit tanpa melihatnya.
"Makasih ya Vin, bilangin ibumu juga kuenya makasih,, "Alvin mengangguk.
"Ya udah Aku pulang yah,, sayang ayo kita pulang,, "Maya pun bangun dari duduknya lalu berpamitan pada semuanya.
"Wi,, itu istri kaka, "kata Adit menujuk ke Maya yang sedang berpamitan pada Kay.
"Tau,,,"jawab Tiwi.
"Oh,,kamu kata siapa,, "
"Ngga penting,, "sambil berjalan pergi.
Adit yang melihat Tiwi langsung pergi hanya menggelengkan kepalanya karena merasa aneh. Lalu tamu satu persatu pun pulang.termasuk Adit dan Maya .
Jangan lupa like komen dan votenya.terimakasih...
__ADS_1