MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Kelakuan Fitri Membuat Alvin Kesal


__ADS_3

Rara mengantar Bimo ke Bandara, sebelumnya Bimo berpamitan pada Ibu dan Tiwi untuk pulang ke kota.


Di Bandara Rara dan Bimo sedang duduk, karena menunggu jam keberangkatan pesawat. Rara dan Bimo dari tadi tidak melepaskan genggaman tangan mereka, dan Rara bersandar di pundak Bimo, seperti tidak iklas untuk berpisah.


Setelah menunggu 20 menit ahirnya pengumuman keberangkatan pesawat yang akan menuju kota Jakarta di umumkan.


Bimo memeluk Rara dengan sayang, dan lalu mencium keningnya.


"Mas berangkat yah,, pulangnya hati hati,, "kata Bimo setelah melepas pelukanya.


"Iya,, Mas juga hati hati yah, nanti kalau sudah sampai telfon Rara ya Mas,, "


"Iya,, nanti Mas telfon kalau sudah sampai,, "Rara lalu mencium tangan Bimo.


Bimo lalu masuk ke dalam, dan Rara melihat ke Bimo sampai Bimo tak terlihat.


Setelah Bimo tak terlihat lagi, Rara pun langsung pergi dan langsung pulang.


Sampai di Kota Bimo sudah di telfon Alvin dan di suruh langsung ke kantor. sampai di kantor Alvin ,Bimo langsung masuk ke ruanganya setelah mba Fitri mempersilakanya.


"Wiihh jadi Bos mah beda sekarang,,"


"Apa sih,, ayo duduk,, "Bimo langsung duduk.


"Besok kamu harus langsung kerja di sini, "


"Besok,, kenapa buru buru sih Vin,, "


"Lagian kamu juga mau ngapain kalau ngga kerja, inget yah sekarang kamu sudah menikah dan istri kamu itu adiku, jadi kamu harus bertanggung jawab untuk keperluanya, kalau kamu sampai menelantarkanya akan aku ambil adiku dari kamu,, "


"Idihhh,,, serem amat sih,, "sambil tersenyum meledek.


"Oh iya Vin,, itu perempuan yang di depan penampilanya wow gitu, kamu ngga tertarik,, "

__ADS_1


"Brengsek kamu,, Aku justru ngga suka lihatnya bangkee,, di rumah Aku punya yang lebih bagus,, dan hanya Aku yang ngelihatnya, Aku ngga suka sama yang sudah di lihat lihatin kaya gitu, hihhh,,, "Bimo hanya tertawa.


"Kamu juga mata harus di jaga loh yah, kalau sampai mata kamu jelalatan kesana kemari, Aku bilangin sama adiku nanti,, "


"Woyyy,,, ngga lah,,, tapi sekali sekali ngga papalah,, "


"Berengsek kamu tuh Bim,,, "sambil melempar pulpen yang ada di tanganya.


"Hahaa,, becanda kaka ipar,, tenang aja Aku udah tobat, dan udah cinta mati sama istriku jadi ngga mungkin mataku ngeliatin yang ngga pantes,, "


"Ya Tuhan Vin,, Aku lupa telfon Rara, untuk mengabarinya kalau Aku sudah sampai,, "saat hp Bimo bunyi tanda panggilan dan ternyata dari Rara. Bimo lalu bangun dari duduknya dan pindah ke sofa.


"Hallo Sayang,,, maaf Mas lupa untuk ngabarin kamu kalau Mas udah sampai,, "


"Gimana sih Mas,, Rara tuh di sini kuatir tau ngga,, nyebelinn,, "


"IYa maaf yah,, jangan marah, soalnya saat Mas turun dari pesawat, kakamu telfonin Mas terus sampai Mas lupa trlfon kamu,, ini aja Mas lagi di kantor kakamu,, "


"Makasih sayang,, "


"Ini Rara sudah sampai kampus, Rara mau kuliah dulu ya Mas,, "Bimo pun menjawab Iya lalu Rara mematikan telfonya.


"Aku pulang dulu ya Vin, mau istirahat,, "


"Ngapain cepet cepet sih,, "


"Lah ngapain Aku di sini,, kan mulai kerjanya besok,, "


"Ya udah hati hati,, oh iya Bim,, Adit dari kita pulang bareng dulu sampai sekarang ngga ada kabar, coba gih kamu lihatin atau telfon, tanyain gitu ada apa,, "


"Iya nanti akan Aku telfon, pulang yah,, "Alvin pun mengangguk, Bimo lalu keluar dari ruangan Alvin.


Sore harinya Alvin bersiap mau pulang,saat membuka pintu ternyata Fitri juga sudah bersiap pulang. saat Alvin berjalan kearah lif Fitri berjalan cepat dan langsung menekan tombol.

__ADS_1


"Silakan Pak duluan,, "kata Fitri saat pintu lif terbuka. Alvin pun langsung masuk dan hanya diam.


Saat di dalam lif Fitri sengaja membuka kancing kemejanya satu lagi, agar dadanya makin terlihat, Alvin tidak melihatnya tapi tau pergerakan tanganya. Alvin pura pura sibuk memainkan hpnya.


Saat pintu lif terbuka, Fitri pura pura tersandung, agar dadanya menabrak Alvin.dan benar saja Fitri yang oleng ahirnya menabrak Alvin. Alvin yang ingin marah tapi tidak enak karena banyak orang di sana.


"Kalau jalan hati hati, kalau ngga bisa pakai hak tinggi lebih baik ganti saja, saya harap jangan lakukan seperti ini lagi,, ngertii,, "Alvin langsung pergi dengan sedikit kesal, karena takut ada orang yang berfikiran jelek.


"Blagu banget sih kamu jadi orang, sok jual mahal,, Aku tuh tau siapa kamu,, jadi jangan sok soan,, "kata Fitri dalam hatinya yang melihat kearah Alvin dengan kesal.


Alvin sampai rumah dengan wajah capenya langsung mencari istrinya, dan sekarang sudah ada Bibi dan Mba yang bekerja di rumah Kay. yang Bibi sudah tua karena sudah kerja lama dari Kay masih kecil dan mengenal Ibu Linda, sedang Mba masih muda dia keponakanya Bibi.


"Bi,, Kay di mana,, ?"saat melihat Bibi yang baru keluar dari dapur.


"Lagi di kamar Den,,"


"Oh,, Makasih ya Bi,, "


Alvin langsung naik ke atas menuju kamarnya, sampai di kamar Alvin buka pintu dan melihat Kay yang sedang duduk di sofa sambil memainkan hpnya.


"Sibuk amat sih,, lagi lihatin apa,,? "Kay yang kaget langsung menengok. dan tersenyum.


"Ini Aku lagi lihat artikel tentang ibu hamil,, "jawab Kay.


Alvin lalu ikut duduk di sofa, dan mengusap perut Kay yang sudah menonjol dikit.


Lalu Alvin yang kurang puas hanya mengusapnya, lalu ganti posisi dengan Alvin tiduran di pangkuan Kay, lalu membuka kaos yang Kay pake dan menciumi perut Kay.


"Haii,, sayang,, yang sehat sehat yah di dalam, Papah sayang dede sama Mamah,, "kay tersenyum sambil mengisap rambut Alvin.


**Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih..


Mampir ke ceritaku yang baru yuk, ceritanya ngga kalah seru loh,, menceritakan tentang suaminya yang punya kelainan dalam berhu*bungan ba*dan atau bisa di bilang kelainan s*ex .dan jangan lupa tinggalkan jejak,, trmakasih**...

__ADS_1


__ADS_2