
Setelah menunggu Rara lebih baik, Bimo pun melanjutkan kegiatanya.
Mereka berdua saling menikmati, Bimo sangatlah lihay dalam melakukanya, sampai sampai membuat Rara merasakan nikmat.
Rara Dan Bimo ahirnya sama sama merasakan pelepasan bersama, dengan mengeluarkan suara kemenangan pun bersama sama.
Mereka berdua terkapar lemas di atas kasur dengan keringat yang membasahi badan mereka.
"Makasih sayang,, "kata Bimo sambil mencium kening Rara. Rara hanya mengangguk karena merasa lelah. lalu Bimo menarik selimut untuk menutupi badan Rara.
Bimo turun dari kasur langung ke kamar mandi, Bimo lalu bersih bersih dan saat keluar dari kamar mandi sudah memakai baju dan celana pendek.
Bimo lalu minum dan setelah itu lanjut ikut tiduran di samping Rara. mereka berdua ahirnya terlelap tidur bersama karena sama sama merasa lelah.
Bimo terbangun karena ada telfon masuk di hpnya, Bimo lalu melepaskan pelukan Rara dan mengambil hpnya.
Rupanya Adit yang menelfon, dan Adit hanya iseng aja menelfon Bimo, Adit tertawa saat mendengar suara Bimo yang kesal.
"Brengsek lo Dit, ganggu aja, "dan Bimo langsung mematikan telfonya.
"Siapa sih Mas yang telfon,,,? "tanya Rara.
"Adit,, dia cuman iseng,, "Sambil Bimo tiduran lagi dan memeluk Rara.
"Jam berapa sih Mas,, Rara kok lapar,, "
"Jam 9 malam,, mau makan apa biar Mas pesanin,, "sambil tangan Bimo mengambil hpnya lagi.
__ADS_1
"Nasi goreng sepesial,, "
"Ok,, "sambil Bimo menelfon restoran dan minta antar makananya juga.
"Mau lanjut tidur apa mau bersi bersih,, ?"tanya Bimo pada Rara.
"Rara sebenarnya sudah merasa ngga nyaman pengin bersih bersih, tapi rasanya lemes banget Mas,, apa lagi tulangnya, kaya remek gitu,, "sambil mendongakan wajahnya. Bimo pun tersenyum sambil mengusap pipi Rara.
"Mas gendong yah ke kamar mandinya, mau,? "Rara pun ahirnya mengangguk.
Bimo menggendong Rara di depan, selimut pun masih menutupi badan Rara. Bimo membawanya masuk ke kamar mandi. di dalam kamar mandi Rara di dudukan di closet.
"Makasih ya Mas,, Mas keluar dulu yah, Rara malu,, "masih menutupi badanya dengan selimut.
"Kenapa mesti malu, kan Mas udah lihat semuanya,, "sambil menaik turunkan alisnya.
"Iya udah iya,, Mas keluar, kalau udah selesai panggil Mas yah,, "Rara mengangguk.
Bimo pun keluar dan Rara lalu mulai dari melepas selimut, setelah itu Rara mencoba bangun untuk berdiri, dan ternyata Rara kesakitan.
"Aawww,,sakit banget sih,, "sambil terduduk lagi.
"Gimana mau ambil sowernya ini,, buat berdiri aja sakit banget, mau pangil Mas Bimo malu, tapi kalau ngga di bantu Mas Bimo Aku ngga bisa mandi,, "Rara bicara sendiri karena kebingungan.
Ahirnya Rara memanggil Bimo karena merasa benar benar sakit dan tidak bisa melakukanya sendiri.
"Mass,, Mas Bimo,, "teriak Rara.
__ADS_1
"Iya sayang,, tunggu bentar Mas lagi bayar makanan dulu,, "Jawab Bimo dari luar.
Lalu setelah menunggu 5 menit Bimo pun masuk ke dalam kamar mandi.
"Ada apa sayang,,,? udah bersih bersinya,, "Rara menggeleng.
"Trus ada apa,, "
"Sakit,, Rara ngga bisa bangun,, "Bimo tersenyum.
"Mas harus apa buat bantuinya,, "
"Ambilin sower,, "Bimo lalu mengambilkanya.
"Mas bantu aja yah, biar cepet, ini udah malam takut dingin nanti malah masuk angin, "Rara ahirnya mengangguk.
Bimo membantu Rara menyabuni badanya juga, dan mengkramasi rambutnya, Rara hanya diam duduk di closet, Bimo yang bekerja, tapi Bimo merasakan sedikit tersiksa karena miliknya bangun.
Tapi Bimo menahanya, karena waktunya tidak tepat. setelah selesai Bimo lalu menggosok rambut Rara dengan handuk dan juga menggulungnya. setelah itu Bimo mengelap badan Rara dengan handuk juga.
Bimo menggendong Rara keluar dari kamar mandi dan membawanya ke kasur, Bimo lalu mengambil baju untuk Rara pakai.
"Mas suka lihat kamu pakai baju ini, pakai lagi yah,, "rupanya Bimo mengambil baju yang tadi di pakai Rara, baju kurang bahan. Rara hanya mengangguk.
Rara tidak memakai BH tapi memakai cela*na dala*m. dan setelah itu Bimo menggendong lagi untuk duduk di lantai karena mereka akan makan bersama.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih..
__ADS_1