
Kay sangat malu melihat hasil fotonya,dan Hp langsung di ambil oleh Alvin.
"Makasih,,,"kata Alvin sambil melihat hasil fotonya.
"Nanti di kota jangan keseringan ke clab yah,mending banyakin istirahat di rumah,karena kamu kan pasti cape habis kerja,,"
"Dan hati hati di kota,,walau pun dia teman, sodara apa lagi orang lain,kita harus tetap hati hati,karena dalam hati seseorang kita ngga pernah tau,,"sambil menggenggam tangan Kay dan posisi Kay masih duduk di atas kasur.Kay hanya mengangguk.
"Apa nanti Aku boleh main ke rumah Mas lagi,?"sambil menatap Alvin.
"Boleh,,rumahku selalu terbuka untukmu,,tapi jangan terlalu sering sering yah, takut uang kamu nanti habis,,"sambil tersenyum.
"Apaan sih Mas,,Kay kan kerja tenang aja ,cukup lah gajih Kay buat beli tiket pulang pergi ke sini mah,,"lalu mereka berdua pun tersenyum bersama.
"Apa Aku boleh memelukmu,,?"tanya Alvin.Kay pun mengangguk.
Lalu Alvin pun dengan rasa senang langsung memeluk Kay dan mencium keningnya,sedang Kay dengan kaku juga sedikit deg degan mencoba untuk biasa aja.
Sore pun tiba,Ibu datang bersama Rara juga Tiwi.Ibu juga membawa makanan untuk Kay makan malam.
"Ini Ibu masak buat Nak Kay,makan gih,,"
"Makasih Bu,Kay jadi ngerepotin,,"
"Ngga kok,,Ibu justru makasih,tadi Ibu kaget saat ada orang yang mengantar belanjaan,saat Tiwi lihat ternyata atas nama Nak Kay,,Ibu jadi merasa ngga enak,,"
"Emangnya Kay blanjain Ibu apa,,?"tanya Alvin.
"Kak Kay belanja sembako kak buat di rumah,ada beras minyak dan masih banyak lagi,juga ada baju,celana sepatu juga buat kaka,,"Tiwi yang menjawab.
"Wi,,udah,,ngga usah di bahas yah,"Kata Kay,dan Kay tau karena Alvin pasti ngga suka dengan tindakanya.
"Bu,,Kay makan yah,,"
"Iya silakan,semoga suka yah,,"sambil Ibu membantu membuka kantong keresek.
__ADS_1
"Wah hp kaka baru,,?"tanya Rara.
"Kak Kay juga tuh yang beliin Ka,,"kata Tiwi.
"Enak ya kak punya cewe tajir,,paling juga nanti pas balik ke kota sudah lupa lagi sama kaka,ngga mungkin kan dia mau setia sama kaka yang orang ngga punya,dan ngga ada kerjaan lagi,,"Kay yang mendengarnya hanya pura pura ngga dengar.
"Rara,,ngga sopan kamu ngomongnya,,jaga siakap kamu,,"Kata Alvin sedikit marah.
"Lah emang benar kan kak,kemaren kalau kaka ngga sakit ,mana dia mau datang,dan.."
"Rara,,cukup,,"Alvin langsung membentaknya.
"Kaka,,,"Ibu yang mendekati Alvin.
"Ra,,Kaka kamu lagi sakit, jangan bikin keributan ,sudah cukup,,"
"Semuanya sama aja,selalu belain dia,,"sambil Rara keluar dari ruang rawat Alvin dengan kesal.
"Maaf kan Rara,,"Kata Alvin Kay hanya mengangguk.
"Dia sebenarnya sedih lihat kamu yang kaya gini Kaka,cuman caranya dia yang salah,nanti Ibu nasehati lagi,,"
"Lagi,,maksud Ibu apa,,"
"Kemarin waktu Kak Kay datang ke ruamh,Kak Rara marah marah kak sama Kak Kay,,"
"Apa,,Rara,,,ya Tuhan,,"
"Sudah Mas,,Aku ngga papa,kamu lagi sakit jangan banyak fikiran,Aku ngerti Rara marah sama Aku karena dia sayang banget sama kamu kok Mas,,"kata Kay yang mendekati Alvin.
"Makanya sudah habis,,"Alvin bertanya pada Kay ,kay pun mengangguk.
"Bu,,Kay besok pagi mau pamit pulang yah,dan besok Kay juga perginya pagi pagi sekali,jadi kalau besok Ibu datang Kay sudah pergi,jadi Kay pamitan aja sekarang,,"
"Iya Nak,,hati hati dan terimakasih untuk semuanya,semoga kita bisa bertemu lagi dan berkumpul dalam kebahagiaan,,"sambil tangan Ibu mengusap kepala Kay.
__ADS_1
"Amin,,semoga ya Bu,,"
"Dan Ibu juga minta maaf soal sikap Rara,sebenarnya dia anak baik dan nurut,tapi ngga tau kenapa sekarang jadi seperti itu,,"
"Iya Bu,,Kay juga ngga marah sama Rara,jadi Ibu ngga perlu minta maaf yah,,"
"Bu,,kak Rara kirim pesan,katanya Rara nunggu di depan,dan sekarang Ibu suruh ikut pulang dengan kak Rara,,"
"Ya udah,bilang Rara ibu mau pulang ,suruh tunggu,,"
Ibu lalu berpamitan pada Alvin dan Kay,kalau Tiwi masih menemani Kay menginap di rumah sakit.
"Mas,,,Kay keluar sebentar yah,,?"
"Mau ke mana,kalau mau beli sesuatu biar Tiwi aja,,"
"Kasian Tiwi Mas,dia baru datang,Aku ngga lama kok,,"
"Ya udah,,hati hati dan jangan lama lama,,"
Lalu Kay pun keluar dari ruang rawat Alvin,dan Kay langsung menuju ke tempat Administrasi.
Kay lalu bertanya pada suster bagian administrasi sudah berapa juta tagihan perawatan Alvin,dan suster pun mengatakan sudah 8 juta,lalu Kay membayar 8 juta itu.
Setelah Itu Kay pun masuk kamar rawat Alvin lagi,dan Tiwi sudah tertidur ,mungkin Tiwi sudah merasa cape karena selalu bolak balik rumah,sekolah dan rumah sakit,membuatnya cepat tertidur.
"Mas,,Aku sudah memayar tagihan biyaya rumah sakit dari kamu masuk sampai hari ini yah,dan besok Aku tinggali uang buat bayar besok harinya,,"
"Sudah cukup segitu aja,ini Adit dan Bimo sudah menjual barang barang yang di kontrakan dan dapat 5 juta,jadi sisanya biar Aku aja yang bayar,,"
"Ngga papa Mas ,biar Aku aja yang bayar,itu uangnya Mas bisa di gunakan buat yang lainya kan,,"
"Tapi masa kamu semuanya yang bayar sih,,Aku ngga enak Kay,,"
"Udah biarin Aku yang bayar yah,,"sambil tangan Kay tanpa sadar memegang pipi Alvin,lalu Alvin mengambil tangan Kay yang memegang pipinya dan lalu di ciumnya,Kay pun langsung tersenyum.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya,trumakasih...