
Bimo lalu membawa Rara menuju kasur, Rara sudah terlihat sangat tegang, Bimo yang tau lalu memeluknya.
"Ngga usah tegang, kamu cukup menikmatinya saja,,Mas akan melakukanya dengan pelan, "sambil memeluk Rara. Rara menganggukan kepalanya pelan.
Lalu Bimo dan Rara naik ke kasur, dan Rara langsung di tiduran, sedang Bimo ada di atas badan Rara.
Pertama Bimo mengusap pipi Rara, dengan jari tanganya dan lalu jari Bimo turun ke bibir. Rara yang merasa malu lalu memejamkan matanya.
Jari Bimo terus ke bawah, ke leher dan terus ke belahan da*da, terus ke perut dan sampai di inti tubuh Rara. Rara sampai tahan nafas karena sentuhan jari Bimo di badanya.
Lalu Bimo mencium kening, kedua mata dan ke dua pipi, setelah itu baru ke bibir Rara. Di bibi Bimo sangat main pelan agar Rara merasa nyaman. Rara juga bisa mengimbangi ciuman Bimo di bibirnya. mereka saling menghisap bibir pasangan masing masing.
Dan tangan Bimo juga tidak tinggal diam, tangan Bimo meremas dada Rara, dari luar baju.
Rara yang sudah merasakan nafasnya hampir habis, lalu melepaskan ciuman Bimo. lalu ciuman Bimo turun ke leher Rara, di leher Rara Bimo bermain cukup lama, dari men*jilat dan memberi tanda pemilikan.
"Aahhh,,, Massss,,, "suara dari mulut Rara yang merasakan sensasi kenikmatan. tangan Rara juga mencengkram punggung Bimo.
__ADS_1
Tangan Bimo menurunkan tali baju Rara, karena Rara tidak memakai BH dada Rara yang besar langsung menyembul keluar.
Lalu Bimo pun meremasnya dengan kedua tanganya, dan mulut Bimo juga langsung menye*dot seperti bayi yang sedang ke hausan, dengan bergantian kanan dan kiri Bimo terus saja menye*dotnya,sampai Rara merasakan sensasi geli tapi nikmat.
"Eeeemmmm,,, Maassss,,,,, oohhh,, "sampai kepala Rara ke angkat ke atas,dan tangan Rara menjambak rambut Bimo.
Bimo juga memainkan daging kecil yang ada di dada Rara menggunakan lidahnya,dan membuat Rara merinding seluruh badanya.
Setelah puas memainkan dada Rara, Bimo lalu melepaskan baju Rara, Bimo menariknya ke bawah, dan sekarang Rara sudah polos.
Bimo langsung tersenyum puas melihat badan Rara, lalu tangan Bimo mengusap perut Rara dan usapan itu terus turun ke bawah, sampai tangan Bimo di inti tubuh Rara. tangan Rara mencengkram seprei karena usapan tangan Bimo sungguh membuatnya melayang. Rara memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya, agar dari mulutnya tidak mengeluarkan suara.
"Masss,,,eeeemmmmm,,, Masss,,, ooohhh,,, "saat Bimo memainkan inti tubuh Rara dengan lidahnya.
Bimo dengan rakusnya menj*ilati juga menye*dottinya. Sampai kepala Rara bergerak kekanan dan kekiri.
Rara tiba tiba berteriak dengan kerasnya karena merasakan pelepasan.
__ADS_1
"Aaaaahhhhhhh,,, Massss,,,, "dengan kedua kaki Rara menekan kepala Bimo dan kepala Rara sampai terangkat.
Bimo yang tau Rara baru saja merasakan pelepasan, membiarkanya dulu, Bimo memberi waktu pada Rara untuk istirahat,dengan nafas Rara yang ngos ngosan.
Bimo setelah selesai me*njilati inti tubuh Rara ,Bimo lalu bangun dan mengambil air minum di meja, dan membawanya kepada Rara.
"Sayang,, Minum dulu,, "kata Bimo pada Rara yang masih memejamkan mata dengan nafas yang belum setabil.
Rara membuka matanya lalu bangun dan menarik slimut untuk menutupi badanya yang polos,Rara lalu mengambil botol air mineral dari tangan Bimo, dan langsung meminumnya.
"Apa tadi enak,, "Rara langsung merasa malu di tanya Bimo seperti itu, Rara tidak menjawab tapi menundukan wajahnya.
"Itu baru awal, dan kenikmatan lainya masih belum selesai,"tangan Rara meremas selimut karena sungguh merasa malu juga takut.
"Sekarang gantian Mas yang ingin di puasakan olehmu,, "kata kata Bimo langsung membuat Rara menegakan kepalanya, dan mata Rara penuh tanda tanya tentang perkataan Bimo.
**Maaf dikit,, besok lagi yah,, ini aja aku sempatin nulis hanya buat kaka semuanya, badan rasanya masih cape habis bermacet macetan..
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trmakasih**..