
Jam menujukan pukul 10 malam,Alvin dan Kay sudah sama sama mengantuk,tapi karena ini malam terahir bagi mereka,jadi mereka ingin menikmati waktu yang tinggal berapa jam lagi.
"Apa sudah mengantuk,"tanya Alvin pada Kay dengan masih Alvin menggenggam tangan Kay.Kay hanya menggeleng.
"Tidur lah,,ini sudah malam,besok takut telat ke bandaranya,,"Kay hanya diam.
"Naik lah ke sini,tidur di sampingku,,"sambil Alvin menggeser badanya.
"Ngga usah Mas,nanti sempit dan kamu ngga nyaman lagi tidurnya,,"
"Ini cukup kok buat berdua,dan pasti rasanya nyaman tidur berasa kamu,,naik lah,,"sambil menarik tangan Kay.Dan ahirnya Kay pun menurut ,Kay lalu naik ke atas ranjang yang ukuranya hanya pas untuk berdua tapi dengan posisi tidur badan yang miring.
Badan Kay sangat kaku saat Alvin memeluknya,Alvin yang tau dan merasakanya hanya diam dan tetap memeluknya,Alvin tau di hati Kay belum sepenuhnya mau menerima Alvin,jadi Alvin tidak akan memaksa,dan membiarkan semuanya mengikuti alurnya saja.
"Kamu harus cepat sembuh ya Mas,biar bisa kerja lagi dan carilah pekerjaan yang halal,,"sambil wajahnya tetap di benamkan ke dada Alvin .
"Iya,,Aku pasti akan cepat sembuh bila ada yang selalu memberiku semangat,dan soal kerjaan mungkin Aku akan mencari kerja di kota ini saja,,dan pastinya kerjaan yang halal,,"sambil mencium rambut Kay.
"Berarti kita akan LDR an,,?"kata Kay.
"Hemmm,,mungkin.Karena saat ini Aku belum berani untuk menemui orangtuamu dulu dan Aku juga belum barani memintamu dari orang tuamu ,karena saat ini Aku hanya laki laki miskin dan tidak punya pekerjaan,apa lagi mamahmu tau pekerjaanku sebelumnya,pasti akan sangat menentang hubungan kita,semoga nanti kedepanya Aku akan lebih baik dan Aku juga akan berusaha lebih keras lagi biar bisa sukses,agar bisa diterima keluargamu,dan semoga nantinya mamahmu akan merestui hubungan kita,"
"Amin,,semoga Tuhan mengabulkan doa doamu dan keinginanmu ya Mas,,"kata Kay sambil mendongakan wajahnya.Alvin pun mengusap pipi Kay dengan tanganya sambil tersenyum.
"Tidurlah,,ini sudah malam,,"kata Alvin,dan Kay pun menurut lalu memejamkan matanya.
Alvin juga memejamkan matanya,dan terdengar dengkuran halus dari Alvin,Kay yang belum tidur langsung membuka matanya.
"Entah perasaan apa yang saat ini ku rasakan padamu ,apa ini cinta atau bukan Aku juga tidak tau,tapi rasanya Aku selalu nyaman kalau bersamamu,"sambil Kay mengusap rambut Alvin dengan pelan.
__ADS_1
Dan dengan pelan Kay mencium kening Alvin,untungnya Alvin tidur dengan nyenyaknya.jadi tidak tau apa yang Kay lakukan.
Ahirnya Kay ikut tertidur.dan pukul 4 pagi,alaram di hp Kay berbunyi,lalu Kay bangun karena akan bersiap.
"Sudah jam berapa,,?"tanya Alvin ikut terbangun saat Kay menggeser tangan Alvin yang memeluk badanya.
"Jam 4 Mas,,"lalu Kay turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.
Karena masih pagi Kay hanya cuci muka dan gosok gigi saja,setelah selesai Kay mengganti bajunya.
Kay keluar dari kamar mandi setelah ganti baju.Lalu Kay menyisir rambut panjangnya dan di gelungnya ke atas.
"Rambutnya jangan di gitukan,,Aku ngga suka,karena lehermu jadi terlihat semuanya,,"Kay pun sedikit bingung,lalu mendekati Alvin sambil membawa tas kecilnya.
"Emang kenapa Mas,Aku kan sering rambutnya di gulung ke atas kaya gini,,"lalu Kay duduk di bangku.
"Kamu tuh Mas pikiranya jauh banget sih,kayanya ngga ada deh laki laki seperti itu,,"
"Ngga usah ngeyel deh ,,ayo lepas gulungan rambutnya,apa mau Aku yang lepasin,,"
"Iya iya,,Aku lepasin,,"lalu Kay membuka gulungan rambutnya.
Setelah gulungan rambut terlepas,lalu Kay membiarkanya tergerai.sekarang Kay mulai berdandan,untuk memakai bedak juga pewarna bibir.
"Kay,,,jangan dandan napa sih,udah deh cukup kaya gitu aja,,"
"Mas,,kamu kenapa jadi cerewet gitu sih,,Aku hanya pakai bedak sama pewarna bibir,,ngga lebih kok,,"
"Aku cerewat karena merasa takut nanti kamu ada yang naksir,kalau lebih kaya juga ganteng takut Aku nanti di singkirkan,,"Kay pun langsung tertawa mendengar Alasan Alvin.
__ADS_1
"Ngga usah berfikiran begitu Mas,karena fikiran Mas itu bisa jadi doa lo yah,,"
Kay pun selesai berdandan,dan langsung membereskan barang barangnya dan di masukan ke dalam tas ranselnya.
"Sudah beres semua,,ngga ada yang ketinggalan kan,,?"Kay menggeleng.
"Kamu yang cepat sehat ya Mas,Aku dah transfer uang ke rekening Mas buat nanti kurangannya bayar rumah sakit,"Kay duduk di bangku.
"Makasih sudah membantuku,semoga kebaikanmu nanti Aku bisa membalasnya,"
"Aku ngga minta balasanya kok Mas,Aku hanya ingin Mas cepat sembuh dan cari kerja yang benar ,biar cepat sukses dan cepat mengambilku dari keluargaku,,"kata Kay.
"Amin,,,"
Jam sudah menujukan pukul lima kurang 10 menit,dan Kay tinggal punya waktu tersisa ya 10 menit,karena jam 5 pagi nanti Kay harus berangkat ke bandara.
"Sinih peluk dulu,,kita hanya punya waktu 10 menit,Aku ingin memelukmu dengan puas,,"kata Alvin menarik Kay agar berdiri.
Lalu Alvin dengan duduk,memeluk Kay yang berdiri.
"Rasanya berat banget nglepasin kamu,,Aku merasa takut,,takut kita tidak akan bertemu lagi,"sambil menenggelamkan wajahnya di dada Kay.
"Nanti Aku akan main ke sini kok Mas,,"Sambil mengusap rambut Alvin.
"Hemmm,,"Alvin hanya menjawab dengan deheman saja dan tetap memeluk Kay dengan kencangnya.
Alvin lalu mendongakan wajahnya,dan Kay pun sedikit menunduk,membuat mata mereka bertemu.Entah siapa duluan yang mendekatkan bibirnya,tapi bibir mereka sekarang sudah menempel.
Jangan lupa like ,komen dan votenya,trimakasih..
__ADS_1