
Selesai menyuapi Alvin ,Kay juga membantu menyiapin obat yang akan di minumnya.
"Apa hasil pemeriksaanya sudah keluar,,?"Kay pun mengangguk.Sambil memberikan obat ke tangan Alvin.
"Gimana hasilnya,,"Kay tersenyum .
"Hasilanya bagus,ngga ada penyakit yang aneh,,"sambil memberikan hasilnya ke pada Alvin.setelah Alvin meminum obatnya.
Alvin pun terlihat sangat senang melihat hasil tes kesehatanya.
Saat mereka sedang sama sama bahagia karena hasil pemeriksaan Alvin,Hp Kay berbunyi tanda panggilan.
"Siapa,,?"tanya Alvin saat melihat Kay yang seperti BT.
"Mamah,,,"jawab Kay.
"Angkat saja,sapa tau penting,,"kata Alvin.
Kay lalu mengangkat telfon dari Eva.
"Hallo Kay,,kamu di mana sayang,,kenapa kamu belum pulang,katanya pergi hanya sehari,,kok sudah 3 hari belum pulang sih,Mamah kuatir sayang,,"
"Iya Mah maaf,,"
"Kamu baik baik saja kan ,,pulang yah sayang,,kantor sedang ada masalah,,Mamah ngga ada yang bantu,,"Kay pun jadi bingung,lalu melihat ke Alvin dan Alvin mengangguk.
"Iya Mah,,besok Kay pulang,,"
"Ya udah Mamah tunggu yah,,ya udah yah Mamah matikan dulu,,"Kay pun menjawab Iya dan telfon pun mati.
"Pulang lah,,Mamahmu kasihan ,pasti sangat kerepotan ngga ada yang ngebantunya,,"
"Ada adek Mamah kok yang baru datang dari luar negri,dan katanya mau bantu di perusahaan,,"
"Tapi tetap kamu harus pulang,Mamahmu menghuatirkanmu,,"Kay pun mengangguk.
"Kak,,ini makananya,,"kata Tiwi saat masuk ruang rawat.
"Iya,ayo kita makan,,"Sambil berjalan menuju sofa.
Kay dan Tiwi pun sarapan bersama.
__ADS_1
"Kayanya enak ,pake apa itu makanya,,?"tanya Alvin yang melihat Kay dan Tiwi makan.
"Pake ayam bakar kak,,kaka mau,kalau mau berdua nih sama Tiwi,,"Tiwi pun bangun dari duduknya.
"Biar punya Kaka aja,ini kaka juga ngga bakalan habis,,"Kay pun berjalan mendekat ke Alvin.
"Aku cuman nanya,kayanya enak,udah kamu makan aja,"
"Ini kebanyakan juga buat Aku Mas,,kita makan berdua aja yah,Ini punya ku kan ngga pedas,,"Sambil Kay menyuapi Alvin,Alvin ahirnya mau dan membuka mulutnya.
"Mas,,Aku habis makan mau pergi sebentar yah,,"
"Mau ke mana,,?"
"Mau ambil uang,sama mau urus administrasi rumah sakit,,"
"Maaf jadi membuat beban untukmu,,"Kay menggeleng.
"Ngga usah berfikir seperti itu,karena Aku ngga merasa terbebani,,"
Tak terasa makannan Kay pun sudah habis,karena di makan berdua.
Setelah Itu Kay pun pergi keluar dan menyuruh Tiwi untuk tetap di dalam ruangan jagain Alvin.Sedang Alvin sudah tidur lagi karena pengaruh obat yang Alvin minum.
Kay membeli hp baru untuk Alvin,karena hp Alvin bagi kay sudah tidak layak pakai.setelah mendapatkanya,Kay juga membeli baju ,celana,juga sepatu buat Alvin.Karena pastinya Alvin tidak punya baju yang bagus,karena bajunya masih di kontrakanya semua,dan Alvin sudah tidak mau memakainya.
Kay juga belanja untuk kebutuhan ibu di dapur,seperti beras,minyak dan masih banyak lagi,dan Kay meminta jasa pengiriman pada sualayan itu untuk mengantar langsung ke alamat rumah Alvin.
Kay cukup lama di luar,sekitar ada dua jam,lalu Kay pun memutuskan kembali ke rumah sakit hanya membawa hp saja.
Kay pun langsung masuk setelah sampai ruang rawat Alvin,dan di dalam Alvin rupanya sedang di periksa oleh Dokter.Kay pun mendekatinya.
"Gimana dok keadaan suami saya,,?"
"Pak Alvin sudah lebih baik,dan mungkin tidak lama lagi di rawatnya,hanya menunggu tekanan darahnya normal,karena tekanan darah Pak Alvin masih rendah,,"jawab Dokter menjelaskan pada Kay.Kay hanya mengangguk.
"Terimakasih Dok,,"lalu Dokter dan suster pun kuar.
"Sudah perginya,,?"Kay hanya tersenyum.
"Dari mana, kok lama amat,,"tapi sebelum Kay menjawab Tiwi berkata duluan.
__ADS_1
"Kak,,Tiwi mau pulang dulu yah,mau sekolah,,"
Tiwi sekolah masuk siang.
"Oh iya,,ini buat omgkos pulangnya,,"
"Ngga usah kak,,ini tiwi masih ada kok uangnya,masih cukup,"
"Ngga papa,,ambil yah,,kan bisa buat ongkos entar sore kalau ke sini,,"Ahirnya Tiwi pun mengambil uang berwarna merah dari tangan Kay.
"Makasih ya kak,Tiwi pulang dulu,,"salim pada Alvin juga Kay.
"Iya,,hati hati di jalan,,"
Tiwi pun sudah pergi,sekarang tinggal Kay dan Alvin.
"Aku belikan ini buat Mas,,"melihatkan hpnya pada Alvin.
"Buat apa kamu beli kaya gitu Kay,,jangan buang buang uang yang ngga guna,kamu udah mau bantu bayarin rumah sakit aja Aku udah bersukur,,"
"Tapi ini juga penting Mas,,Aku juga iklas dan senang membelikanya,ngga karena terpaksa kok,,"sambil menundukan wajahnya,karena maksud Kay membelikan hp buat Alvin biar bisa vc an kalau telfon,kalau pake hp jadul ngga mungkin ,kalau pinjam punya Tiwi Kay merasa kurang nyaman dan kurang bebas.
"Aku hanya ingin bisa vc sama Mas,karena besok Aku akan balik ke kota,"kata Kay lagi dengan pelan,Alvin yang baru tau maksud Kay membelikan hp untuknya lansung menggenggam tangan Kay.
"Maaf,,kalau tadi perkataanku menyinggung atau menyakitimu,Aku hanya takut kamu berfikiran Aku hanya memanfaatkan kamu,"Kay pun menggelengkan kepala.
"Terimakasih untuk semuanya,bantuan dari mu serta yang lainya,tidak akan pernah ku lupa,semoga suatu saat nanti Aku bisa menggantinya,,"sambil mencium tangan Kay,Kay yang di begitukan hanya tertunduk malu dan hatinya berbunga bunga tapi berdebar.
Lalu Kay langsung menarik tanganya dari genggaman tangan Alvin,dan membuka bungkusan hp barunya,karena Kay sudah merasa jadi salah tingkah.Alvin dan Kay barengan mengaktifkan hp barunya.
"Sudah pesan tiket untuk besok pagi,,?"Kay menggeleng.
"Pesan lah,,biar tenang dan tau jam keberangkatanya,,"Kay pun mengangguk.
Saat Kay sedang sibuk memesan tiket untuk besok pagi,Alvin sibuk dengan hp barunya,rupanya Alvin sedang sibuk mefoto Kay di hpnya.
"Sudah ,,,dapat jam berapa,,?"setelah melihat Kay meletakan hpnya di meja.
"Jam 6 pagi,,"Alvin pun mengangguk.
"Mau ngga foto selfi bareng,biar nanti kalau Aku kangen bisa lihat kamu di hp,,?"
__ADS_1
Kay pun tersenyum dan mengangguk,lalu Kay duduk bersama Alvin di kasur saling berdekatan,Kay yang memegang hpnya,saat Kay menekan tombol foto,tiba tiba Alvin langsung mencium pipi Kay.
Jangan lupa like ,komen dan votenya terimakasih...