
Adit saat ini sedang membuatkan su*su kusus ibu hamil untuk Maya,setiap malam Adit memang membuatkanya .Setelah jadi Adit membawa ke kamarnya,dan memberikan pada Maya.
"Minumlah selagi masih hangat,"Maya pun meminumnya sampai habis,setelah itu Adit mengambil gelas kosongnya lalu di letakan di meja dekat kasur.Mereka berdua lalu bersiap untuk tidur.
"Mas,,nanti kalau sampai Aku tiada,tolong jaga anak kita yah,carikan Ibu sambung yang baik untuknya,,dan juga menyayanginya,"sambil memeluk Adit.
"Kamu tuh ngomong apa sih sayang,jangan ngomong sembarangan,kita akan bersama sampai tua dan membesarkan anak anak kita sampai dewasa dan mereka menikah,,jadi jangan bicara yang aneh aneh,,"sambil mengusap rambut Maya.
"Aku juga mau Mas hidup sampai tua bersamamu,dan mengurus juga menjaga anak anak kita nanti,tapi hidup kita sampai berapa taun siapa yang tau kan,"
"Iya,,tapi Mas yakin kita akan bersama sampai tua nanti,"
"Amin Mas,,semoga,"
"Tapi inget tadi pesanku ya Mas,kalau sampai Aku tia,,"
"Suttt,,sudah jangan bicara lagi,sekarang sebaiknya kita tidur,ini sudah malam,,"
__ADS_1
"Tapi Maya pengin Mas,,"
"Bukanya Mas ngga pengin dan ngga mau,tapi kata Dokter kamu sangat lemah,Mas ngga mau ada apaapa denganmu,sekarang lebih baik tidur,,"
"Tapi Mas,,kan kita sudah lama ngga melakukanya,,Aku pengin Mas,,"sambil merengek Maya meminta.
Adit sebenarnya juga ingin melakukanya,malah sangat pengin,karena sudah Dua bulan lebih Adit dan Maya tidak melakukanya.
"Sayang,,Mas juga mau dan pengin,tapi kalau Mas melakukanya tapi nantinya kamu kesakitan,Mas ngga mau lebih baik Mas tahan,"
"Aku sehat kok Mas,kita melakukanya pelan pelan saja,yah,,,"tangan Maya sudah pergi ke arah senjata Adit,dan Maya mengusap dan meremasnya dengan pelan,membuat Adit makin panas dingin.
Setelah cukup lama ciuman,Adit bangun dan menaikan baju Maya,setelah itu Adit melepaskan celananya.
Adit memposisikan miliknya di inti tubuh Maya,Maya itu tipikal orang yang cepat basah,cuman ciuman saja sudah basah.
Adit melakukanya dengan pelan,badan Adit langsung bergetar karena merasakan nikmat,dulu Adit tipikal laki laki yang tidak bisa menahan has*rat,tapi karena melihat kondisi Maya Adit ahirnya bisa menahanya.
__ADS_1
Adit mengerakanya dengan pelan,tapi karena memang merasa nikmat,Adit makin kesini makin cepat gerakanya.
Maya yang tau Adit sudah menginginkanya sejak lama ikut menikmatinya,tapi tanpa Adit tau Maya sebenarnya menahan sakit, Maya tidak menujukanya karena tidak mau Adit kuatir dan tidak menyelesaikan permainanya,Maya takut Adit kecewa karena tidak merasa puas.
Wajah Maya sudah pucat karena menahan sakit,tapi Adit tidak bisa melihat karena lampu kamar di matikan,sekitar 20 menit ahirnya Adit pun menyelesaikanya dengan cepat.
Adit berteriak kemenangan sampai badanya bergetar dan bulu kuduknya merinding.
Adit langsung bangun dari atas badan Maya,dan menuju kamar mandi untuk bersih bersih.Maya langsung mengeluarkan air mata,Maya menangis bukan karena sakit,tapi karena Maya sudah seperti merasa akan pergi.
"Aku mencintaimu Mas,Aku titip anak kita ya Mas,,jaga Anak kita sampai anak kita menemukan kebahagiaanya nanti,kalian harus sehat dan bahagia tanpaku,"Maya langsung mengusap air matanya,karena Adit sudah keluar dari kamar mandi.
"Sayang kamu mau bersih bersih ngga,,"
"Ngga Mas,Maya lemas,,"
"Ya udah Mas yang bersihkan,kamu tetaplah tidur yah,Mas mau ambil air dulu,,"Adit mengambil air juga lap untuk membersihkan inti milik Maya.
__ADS_1
**Maya sebenarnya tidak ada penyakit yang serius,tapi kondisi Maya memang sangat lemah,tekanan darahnya yang sangat rendah,dan fisiknya juga tidak setabil.
Jangan lupa like komen dan votenya,treimakasih**...