
"Masss,,,,"Rara mencoba membangunkan Bimo,tapi Bimo tidak bangun karena tidak dengar suara Rara.
Rara lalu mengusap perutnya dan ternyata sudah kempes,Rara lalu mengingat tentang kejadian yang memintanya.
"Ya Tuhan,,semoga anak anaku selamat dan tidak terjadi apa apa dengan mereka,,"kata Rara dalam hatinya.Rara mencoba membangunkan Bimo lagi.
"Masss,,,bangun Mass,,"sambil tangan Rara bergerak,dan menarik tanganya yang di genggam Bimo.
Bimo pun bangun saat merasakan tanganya ada yang menarik.
"Sayang,,,kamu sudah sadar,,"Rara tersenyum.
"Ya Tuhan,,,"Bimo langsung mencium kening Rara karena merasa senang.
"Mas Rara haus,,"
"Ya sayang,Mas akan ambilkan,"Bimo lalu mengambil botol minum dan dengan sedotan Rara lalu minum.
"Mas,,perut Rara sakit,,Rara merasa susah bergerak,,"
"Iya sayang,,ini karena kamu tadi habis melahirkan anak anak kita,nanti juga sembuh,"
"Anak anak kita mana Mas,,"
"Ada sayang mereka sedang di ruangan kusus bayi,,Mas panggil Dokter dulu yah biar periksa kamu,"Rara mengangguk.
Lalu Bimo menekan tombol untuk memanggil suster dan Dokter.tidak lama suster dan Dokter pun datang.
__ADS_1
Dokter memeriksa Rara,dan mengatakan Rara sudah jauh lebih baik.
Dokter dan suster selesai ,memeriksa lalu keluar dan sekarang tinggal Bimo dan Rara.
"Ibu mana Mas,,"
"Ibu di ajak pulang sama Alvin dan istrinya,tadi setelah Dokter bilang kamu sudah melewati masa kritis,mereka pulang,"
"Apa tadi Rara sampai kritis Mas,,"
"Iya sayang,kamu juga kehabisan banyak darah,untung Alvin dan kamu darahnya sama,Alvin sampai di ambil darahnya dua kantong untuk kamu Yang,,"
"Ya Tuhan,,,Sampai segitunya Mas,,"Bimo mengangguk.
"Dan Mas sampai menangis karena takut Yang,Mas bener bener takut saat Dokter bilang kamu kritis,,"Bimo sambil menggenggam tangan Rara lalu di ciumnya.
"Sekarang sudah ngga takut lagi kan Mas,,?"
"Rara pengin melihat mereka Mas,,"
"Belum boleh sayang,,mungkin besok,ini kan sudah malam ,,sabar yah,,"Rara pun mengangguk.
Alvin lalu datang sambil membawa kotak makanan.
"Sudah bangun,?,"tanya Alvin pada Rara saat sudah di dekatnya.
"Sudah kak,Kak makasih yah Kaka udah mau kasih darahnya buat Rara,,"
__ADS_1
"Iya,,udah jangan bilang terimakasih,"Alvin lalu mencium kening Rara.Rara pun mengangguk.
"Vin ini Ibu bawain makanan buat kamu,sanah makan gih,,"
"Iya makasih,,,"Bimo lalu menuju sofa untuk makan,sedang Alvin dan Rara mengobrol.
"Ibu tadi kuatir banget,saat denger kamu kritis Dek,"
"Sekarang telfon Ibu gih kak,bilang Rara sudah bangun,"
"Iya kaka akan telfon Ibu ,,"
Alvin lalu nenelfon Ibu dan mengatakan kalau Rara sudah bangun dan juga baik baik saja.
Ibu pun bersukur,lalu Alvin mematikan telfonya dan lanjut mengobrol lagi dengan Rara.sedang Bimo dia lagi sibuk makan,karena dari pagi dia ngga masuk nasi sedikitpun.
"Kak,,telfon Adek juga coba,,katanya Adek mau pulang kalau Rara lahiran,,"
"Iya baiklah,,,"Alvin menelfon Tiwi tapi tidak aktif.
"Ngga aktif Dek,sudah dua hari ini no nya ngga aktif aja,,"
"Kak tanyain sama temen atau siapa kek yang di sana,kaka apa ngga kuatir,Adek tuh perempuan loh,,"
Alvin langsung menelfon Adit,dan adit juga sama tidak aktif.Alvin langsung mencari no telfon teman Tiwi yang bernama Nur,dan terhubung.
"Tiwi sedang pergi bersama Pak Adit,katanya urusan kantor,,,"
__ADS_1
"Apa,,urusan kantor,,,"Alvin langsung kaget karena tidak merasa ada masalah kantor .
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...