
Bimo yang di suruh Kay untuk menjemput keluarga Alvin,sekarang sudah sampai di rumah Alvin.
"Ngapain kamu ke sini,,? "tanya Rara dengan ketus saat baru pulang kuliah melihat Bimo sedang duduk di ruang tamu bersama Ibunya.
Rumah Alvin sudah di bangun, sekarang sudah bagus, Kay yang mengirim uang untuk membangunya tanpa sepengetahuan Alvin.
"Mau melamarmu pada Ibu, "jawab Bimo sambil tersenyum. sedang Dara melototkan matanya.
"Jangan mimpi,, "sambil berjalan masuk, tapi Ibu memanggilnya.
"Rara,,ngga boleh gitu, sinih duduk dulu, "kata Ibu, Rara lalu ikut duduk di sebelah Ibu.
"Ini loh Mas Bimo datang kesini di suruh kakamu, kak Alvin dan Kak Kay, kita bertiga disuruh datang ke kota, karena kaka akan menikah,, "
"Kok ngedadak sih Bu, Rara kan kuliah,, "
"Cuman seminggu kok, kan Rara bisa cuti dulu,, "
"Tapi itu kelaan Bu, Rara lagi banyak tugas, "
"Trus Rara maunya gimana, mau ikut apa ngga ikut,,? "Rara pun berfikir.
"Pengin ikut Bu,, "
"Ya udah ikut lah,, "
"Kaka nikahanya hari apa Bu,, "
"Hari rabu mereka menikah,, "Bimo yang menjawab karena Ibu menatapnya.
"Rabu,,lama banget sih Bu, "
"Kita kan bisa pulang di hari kamisnya kalau Rara hurus kuliah,, "
"Iya masalah itu mah gampang,, "Bimo ikut bicara dan Rara menatapnya tajam.
"Ya ampun Bu,,, anak ibu cantik tapi kenapa galak gitu yah, awas jangan galak galak nanti cowo ngga ada yang mau loh sama kamu,, "
"Bodo,, emang Aku pikirin,, "sambil bangun dari duduknya.
__ADS_1
"Bu Rara ke kamar dulu yah,, "
"Iya sayang,sekalian siap siap yah, nanti sore kita berangkat,, "Rara hanya mengangguk.
Sedang Ibu dan Bimo langsung rumah Rt juga ke balai desa untuk meminta sarat untuk numpang nikah di kota.
Setelah pulang dari balai desa, Ibu juga langsung bersiap, dan penerbanganya malam sekitar jam 8 malam.
Tiwi yang baru pulang sekolah dan melihat ada Bimo langsung mendekatinya.
"Kak Bimo kok ada di sini,, ada apa,? "
"Kamu baru pulang sekolah jam segini,? "tanya Bimo balik.
"Ih kaka ngga sopan banget sih, di tanya malah balik nanya,, "
"Oh iya,, kaka mau jemput kalian untuk ikut ke kota, kakamu mau menikah, jadi kalian suruh datang ke kota,, "
"Oh gitu,, kapan kita berangkat kak,, ?"
"Ini habis mahrib kita langsung berangkat, "
"Eehhh,, tunggu.kamu belum jawab pertanyaan kaka, kenapa jam segini baru pulang sekolah,,? "
"Tiwi itu sekolahnya siang, jadi Tiwi udah biasa pulang jam segini,, "Bimo pun mengangguk.
Setelah itu Tiwi masuk ke kamarnya, dan langsung siap siap, tapi sebelumnya Tiwi ke kamar Ibunya dan kamar Rara dulu untuk melihat apa mereka sudah bersiap.
Sejam kemudian semuanya sudah siap, dan Bimo juga sudah memesan taxsi untuk menuju bandara. setelah semuanya siap mereka pun masuk ke taxsi dan berangkat ke bandara.
Sedang Kay dan Alvin selesai makan malam, mereka berdua merapikan kamarnya bersama sama. Alvin memasukan baju ke dalam lemari sedang Kay menata sarung bantal juga seprei.
Setelah semua rapi, mereka berdua langsung tiduran di kasur, Kay meletakan kepalanya di dada Alvin sambil memainkan hpnya, begitu juga Alvin sedang berbalas pesan dengan Bimo.
"Yang,, kata Bimo Ibu ,Tiwi dan Rara, mereka sudah di bandara, "sambil tangan Alvin memainkan rambut Kay .
"Berarti nanti malam sampainya dong Mas,, "
"Iya,, mungkin sekitar jam 11 apa 12 malam nanti,, "
__ADS_1
"Iya,, semoga ngga ada halangan apa apa ya Mas,, "
"Iya semoga,,"
"Mas,, menurut Mas bajunya bagusan yang mana,? "sambil menujukan layar hpnya pada Alvin.
"Bagus semuanya sih,,, "
"Warnanya bagus yang mana,, "
"Emangnya buat apa itu,,? "
"Buat nanti pas kita nikah,, "Alvin tersenyum.
"Emangnya sayang ngga mau pakai gaun gitu"
"Ngga ah,, Aku pakai kebaya aja, buat apa pakai gaun ribed. kita kan ngga adain pesta, kita cuman kumpul keluarga aja,, "
"Maaf yah Mas ngga bisa bikinikan pesta pernikahan yang mewah juga megah buat kamu Yang,, "Kay lalu mendongakan wajahnya.
"Aku ngga butuh pesta seperti itu, yang penting bisa hidup dengan Mas Aku sudah bahagia,, "tangan Kay mengusap pipi Alvin.
"Makasih sayang, Karena mau hidup bersama Mas yang hanya orang biasa ini,, "sambil mencium bibir Kay sekilas.
"Apa kepalanya masih pusing,, "Kay menggeleng.
"Apa malam ini Mas boleh meminta,, ?"Kay tersenyum sambil mengangguk pelan.
"Kalau sakit apa pusing bilang yah,, "sambil Alvin sudah mengungkung badan Kay.
Alvin lalu mencium seluruh wajah Kay, dan setelah menciuminya,ciuman Alvin turun ke bawah, sambil tangan Alvin melepaskan baju Kay.
Setelah Kay tidak memakai baju, Alvin juga melepaskan semua kain yang menempel di badan Kay. Mata Alvin menatap ke bagian dada dengan tersenyum karena dada Kay terlihat sangat besar dan kencang, membuat Alvin sangat suka.
Alvin langsung melahap dada Kay sambil tanganya meremas remasnya, Alvin sudah lama tidak main dengan bebas karena bermainya tidak bebas, karenahanya bermain di sofa dan buru buru, taku Bu Linda lihat atau tau.
Lanjutnya besok besok yah..
jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1